Senin, 25 Mei 2009

PEKAN BATIK PEKALONGAN DI RENCANAKAN RUTIN TIAP TAHUN

PBI ( Pekan Batik Internasional ) II

PBI pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007 dan direncanakan akan menjadi acara rutin yang digelar setiap 2 tahunan di Kota Pekalongan.

PBI ke-2 diselenggarakan dari tanggal 29 April sampai dengan tanggal 3 Mei 2009, yang bertempat di kawasan Museum Batik Indonesia, Jl. Jetayu , Kota Pekalongan , Jawa Tengah , dengan mengusung tema Batikku, Batik Kita, Batik Dunia, Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Batik Indonesia. Pada PBI kali ini akan digelar berbagai macam kegiatan, antara lain :

Batik Expo, Pesta Kuliner / Street Party, Forum Bisnis, Seminar & Dialog Batik, Pentas Seni Budaya, Parade Kendaraan Batik, Fashion on The Road, Lomba Desain, Melukis, Dekorasi Batik, Demo Membatik, Membuat Canting Batik & Cap.

Pekan Batik Internasional dalam rangka ulang tahun hari jadi Kota Pekalongan ke 103 diselenggarakan oleh pemerintah Kota Pekalongan bekerja sama dengan Departemen Perdagangan, Departemen Kebudayaan & Pariwisata, Departemen Perindustrian, Kementrian Koperasi, UKM dan KADIN.

PBI diikuti 241 stand dari 11 provinsi dan 4 stand dari luar negri, diantaranya Malaysia dan Singapura. PBI 2009 ini disamping merupakan salah satu kegiatan yang mendukung kampanye Cinta Indonesia yang diluncurkan Pemerintah pada tanggal 22 April 2009 lalu, juga dimaksudkan untuk membangkitkan sektor riil dalam mengatasi dampak krisis ekonomi global dan mengangkat kembali kejayaan batik Indonesia.

Menghadapi situasi dan kondisi dunia yang terkena dampak krisis keuangan global, kegiatan PBI 2009 ini diharapkan mampumendorong dan membangkitkan kinerja industri dan kerajinan batik Indonesia serta membawa multiplier efek bagi perekonomian dengan bangkitnya sector riil. Untuk itu, serangkaian agenda telah disiapkan guna memeriahkan kegiatan yang ditargetkan akan dikunjungi 100.000 orang , baik lokal maupun internasional ini, yaitu :

A. Batik Expo, menampilkan hasil penelitian batik, teknik dan alat pembuatan batik, hasil karya batik nusantara dan negara sahabat, hasil produksi perusahaan IKM dan UKM Mitra biraan BUMN/BUMD, koperasi dan UMKM, mitra biraan Pemda provinsi / kabupaten / kota di Indonesia, produk corporate dan perbankan untuk UKM serta mediasi kredit perbankan dan akses permodalan.

B. Pesta Kuliner / Street Party, menampilkan masakan khas Pekalongan dan semua masakan yang ada di berbagai provindi di Indonesia.

C. Forum Bisnis & Seminar / Dialog Batik, menampilkan dialog antara pejabat Negara dari Kementrian / Departemen terkait dengan para pengusaha atau pelaku bisnis, batik Indonesia & Mancanegara. Acara akan dipandu oleh pejabat/artis/desainer yang berpengalaman dalam forum bisnis Internasional, khususnya dalam bidang batik.

D. Pentas Seni dan Budaya, menampilkan hiburan terbaik, pentas seni &budaya Indonesia serta musik tradisional & modern yang dimeriahkan artis – artis ibukota.

E. Parade Kendaraan Batik dan Fashion on The Road

Selain menampilkan kendaraan hias, Marching band, juga pakaian – pakaian karya desain, rumah mode milik pengusaha batik Pekalongan & peserta batik Expo dari berbagai daerah di Indonesia dan negara sahabat.

F. Lomba desain, melukis dan dekorasi batik, akan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, baik pekerja dan pengusaha batik, perkampungan batik serta konsumen dan produsen batik di Indonesia. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menunjukkan apresiasi terhadap karya batik dan mencari desain batik modern yang digemari konsumen.

G. Demo membuat Canting Batik Tulis dan Cap

Kegiatan ini dimaksudkan untuk melestarikan keberadaan usaha pembuatan canting sebagai alat utama dalam proses pembuatan batik.

Anda pasti ingin tahu bagaimana cara membuat batik. Adapun cara membuat batik terdiri dari 6 tahap, yaitu :

Nglowongi adalah tahap awal dalam menciptakan kerangka motif batik dengan 2 teknik, yaitu Mola ( membuat kerangka dengan pola ) atau Ngrujak ( membuat kerangka tanpa pola ).

Ngisen – iseni adalah memberi sentuhan detil pada setiap kerangka motif batik. Ada 4 macam teknik, yaitu : Nyeceki, Neloni, Mrapati, dan Ngebyok.

Nerusi adalah membatik pada sisi sebaliknya setelah satu bagian batik selesai diisen – isen. Caranya dengan meneruskan resapan tinta pada sisi luar kain mori. Hasilnya disebut dengan Reng – rengan batik.

Nembok adalah pemberian warna dan cairan lilin (“Malam“) pada bagian lain selain motif pokok untuk mencegah warna keluar dari motif pokok dan untuk memberikan efek kontras.

Bliriki adalah memperkuat warna pada sisi dalam kain batik. Proses dalam tahap ini sama dengan tahap Nembok . Resapan tinta yang berada pada sisi luar kain mori diperkuat dengan cairan “malam”.

Mbabar adalah tahap akhir dalam proses membatik yang terdiri dari Mbironi, Nyoga, Nglorot, dan Ngemplang.

Berikut kami perlihatkan beberapa gambar mengenai apa saja yang

dipamerkan dalam PBI Ke -2 :

Berbagai macam pakaian dan gaun bermotif batik karya lokal maupun mancanegara dipamerkan disana. Gaun bermotif batik berwarna orange adalah karya SMK 3 Pekalongan.

Baju – baju batik untuk pria dan wanita dijual di stand – stand PBI Ke-2.


Ada 3 buah “Malam” ( Lilin ) berwarna coklat muda yang

ditempatkan sedemikian rupa sehingga membentuk segitiga.

Aneka Warna Alam yang digunakan dalam membuat batik agar batik tampak lebih indah.

Ada 4 macam jenis Canting Cap yang biasa digunakan oleh Pembatik untuk memberikan motif batik sesuai yang diinginkan.



Beraneka macam jenis Canting Tulis dipamerkan dalam PBI Ke-2 yang berlangsung meriah pada tanggal 29 April sampai 3 Mei 2009 yang lalu.

Gambar diatas menunjukkan beberapa macam Miniatur Alat Batik.

Tiga orang wanita berjilbab sedang mempraktekkan cara membatik dengan menggunakan Canting.

Loading...

Ayo Gabung di Sini !!

Arsip Blog