Kamis, 13 Desember 2018

Kegiatan belajar kelasku mulai tergoyahkan karena adanya latihan ketat menyambut hari dimana aku akan menunjukan kemampuanku


Nama.      :  Muhammad Fahriza Adi Nugraha
Kelas.       :  XII MIPA 4
No.           :  21
Suka Duka ku bersama PROCTION

    PROCTION adalah sebuah acara yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 3 Pekalongan. Dalam arti luas, PROCTION ini merupakan judul dan tema yang diusung oleh segenap panitia yang telah direncanakan dan dipertimbangkan sebelumnya. Sebelum saya mengupas tentang PROCTION , saya memiliki segudang pengalaman yang didalamnya dapat dipetik hikmah pembelajaran hidup. Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh panitia kelas 12 dan diikuti oleh kelas 12 juga guna melengkapi nilai praktek Seni Budaya yang di pertanggungjawabkan oleh Bapak Saipul. Tak hanya semata-mata mencari nilai prakteknya, namun dalam acara ini di harapkan para siswa dan siswi yang akan melaksanakan ujian ini dapat memetik sebuah pelajaran atau hikmah dari pengalaman tersebut. Jauh-jauh hari Bapak Pembina sekaligus guru mapel Seni Budaya, Pak Saipul telah menginformasikan acara tersebut dan diwanti-diwanti kalau kelas 12 akan melaksanakan sebuah pagelaran seperti tahun-tahun sebelumnya.Tentu saja hal tersebut membuat ku meragukan kemampuanku, mengingat aku tidak begitu ahli menjalani ini semua. Pikiran negatif itu terus menghantui ku.
   Hari berganti hari, aku mulai berpikir bahwa Pagelaran itu akan membuang tenaga saja dan pasti nya akan menguras banyak waktu. Sejak saat itu, pikiran tersebut membuat ku seakan terbengkalai dari semua kegiatan untuk menuju penampilan Pagelaran. Kemudian suatu hari, aku mendengar dari teman - temanku, kalau Pagelaran nanti akan mengundang bintang tamu atau GS. Dari hal tersebut mulai membuatku kembali bersemangat, mengingat aku sangat ingin sekali sekolahku mengundang artis dan tidak kalah dengan sekolah sebelah. Oleh karena itu sejak saat itu, aku mempunyai prinsip akan memeriahkan acara ini dengan menyajikan sebuah penampilan yang rapih dan semaksimal kemampuanku nanti.
   Kemudian tepat 1 bulan setelah mendengar Pak Syaiful menginformasikan Pagelaran benar benar akan dilaksanakandan meminta kami untuk sesegera mungkin mempersiapkannya. Kelas ku pun mulai membentuk beberapa rangkaian panitia yang nantinya akan membuat sebuah kepengurusan sebagai penunjang Pagelaran kami nanti. Setelah susunan kepanitiaan telah ditetapkan, kami pun mulai mencari referensi sebagai bahan mentah untuk nantinya kelas ku akan menampilkan apa. Setelah itu para panitia pun mengadakan sebuah rapat yang menyatakan bahwa kelasku mendapat jatah legenda Sulawesi. Sejak saat itu, saya pun mulai mencari sedikit referensi cerita dari Sulawesi tersebut. Akhirnya kami pun menemukan sebuah cerita yang dirasa cocok untuk Pagelaran kami, namun itu hanya sebagai bahan dasar untuk kami memulai sebuah pertemuan untuk membahas Pagelaran ini.
   Kemudian pada hari Rabu saat itu, kami diminta Pak Syaiful untuk mencari pelatih yang nantinya akan memudahkan kami menentukan dan menunjang proses praktek kelas saya. Setelah hal itu disampaikan, kelas ku pun mulai sedikit demi sedikit mencari beberapa sumber pelatih yang telah melatih Pagelaran tahun kemarin, dan sampai akhir nya kami menentukan pelatih yang dirasa kelas ku mampu dan cukup berkualitas untuk melatih kelas ku. Nama Mas Sidik muncul di pikiran kami untuk melatih kelasku. Tepatnya pada hati Minggu, perwakilan kelasku telah membuat perjanjian untuk bertemu dengan Mas Sidik tersebut untuk menanyakan sekaligus bernegosiasi membahas pelatihan Pagelaran di Smaga. Setelah pertemuan itu, perwakilan kelasku itu menginformasikan kepada teman-temanku mengenai harga, liat kebutuhan , dan beberapa pertimbangan telah kami pikirkan, akhirnya kami pun voting dan mendapatkan kata sepakat untuk dilatih Mas Sidik. Walaupun latihan harga yang harus kelas kami cukup mahal, namun hal tersebut tidak mengurungkan niat ku untuk dapat bersaing dengan kelas lain yang memiliki beberapa sudut pandangan tim artistik atau pelatih dari kelas lain. Pad saat itu, aku berpikir bahwa seorang tim artis tidak terlalu mengambil andil besar dalam penampilan ku nanti, akan tetapi yang sangat menentukan hanyalah kami yang akan melaksanakan praktek sendiri. Dengan kata lain, keyakinan tersebut semakin membuat ku percaya diri untuk menampilkan sebuah pagelaran yang luar biasa.
   Dibalik latar belakang pelatih kami yang terdengar lebih berkualitas, terdapat hal negatif yang sangat dapat aku rasakan kerugiannya. Yaitu bahwa pelatihku ini didamping sibuk sana sini, ternyata juga memegang pelatihan dibawah 2 kelas lainnya. Sejak saat itu aku berpikir bahwa apakah ini yang dinamakan profesional? Karena hal tersebut semakin membuatku jengkel. Terlebih lagi kesepakatan yang telah kami buat untuk pertama kalinya kami membahas Pagelaran kelasku, beliau dengan mudah membatalkan karena banyak acara. Jujur saja dalam benakku, aku ingin sekali protes namun apa daya aku hanyalah orang biasa dan tak punya jabatan untuk menegurnya. Akhirnya yang bisa ku lakukan hanya duduk terdiam bagaikan harimau yang tersulut lakban. Ternyata tak hanya aku yang merasakan hal tersebut, namun temanku juga banyak yang merasa dirugikan oleh sistem kerja beliau. Akhirnya pada hari yang telah ditentukan hari Sabtu, kami berhasil membuat pertemuan meskipun sangat sulit untuk membuat perjanjian tersebut. Awal pertemuan kami adalah pertemuan yang menegangkan karena langsung dapat berkomunikasi tatap muka dengan pelatih itu. Tak disangka dalam hatiku, aku sangat nyaman dengan jalan pemikiran Mas Sidik. Tak disangka bahwa beliau memiliki sudut pandangan yang luas dan sangat pintar membuat ku dan teman teman ku seakan terpanah oleh topik pembicaraannya.
   Kemudian esok hari, kami mengadakan pertemuan kembali untuk membahas materi selanjutnya. Ternyata teks monolog dan dialog pementasan telah dibuatkan oleh pelatih kami, dan pada saat itu dalam pikiranku belum paham sekali dengan jalan cerita yang akan ditampilkan. Pada hari itu juga ditentukan peran yang akan mengisi tokoh nanti, pada saat itu aku awalnya dipilih sebagai tokoh raja lego yang karakteristiknya jahat dan kejam. Namun, pada hari berikutnya adalah tes suara untuk mencari orang yang pas untuk menjadi peran Baginda Raja, dan pada saat aku mencoba untuk mempraktekan tak disangka suaraku yang terpilih mengisi peran tersebut. Awalnya aku ragu untuk mengambil peran tersebut, karena sebenarnya aku bukanlah orang yang mampu berakting dengan bagus. Namun aku diyakinkan oleh orang tua saya untuk dapat percaya diri dan bisa menampilkan sesuai apa yang telah aku miliki. Cerita yang akan dibawakan oleh kelas ku berjudul "Legenda Pangeran Lidah Hitam". Hari demi hari pertemuan berikutnya, kami hanya membahas record atau rekaman Pagelaran kelas kami. Namun perlu kita mengerti membuat record itu gampang-gampang sulit, tantangan yang harus kami lewati ialah mencari waktu luang dan membuat janji itu susah serta masalah kelengkapan pun jadi halangan yang sering terjadi.
   Kemudian 1 bulan berlalu, aku pun mulai merasakan kejenuhan dimana pada saat itu kelasku digantungkan oleh proses rekaman pelatih. Karena belum juga selesai meskipun hari h tinggal 2 bulan lagi. Hati yang dulu menjengkelkan mulai timbul kembali dan rasa kurang percaya diri mulai datang kembali. Aku harus bagaimana untuk mengatasi ini, karena kelasku seakan terkunci dan tak dapat bergerak apapun slmelainkan mendapat instruksi lanjutan dari pelatih. Dalam benakku aku ingin sekali kelasku latihan sendiri dan walaupun dalam penampilan nanti tidak terlalu bagus di mata para penonton namun itulah hasil karya kelasku sendiri murni dan segala proses yang kami lewati. Aku merasakan proses yang seharusnya kelasku terima dari event Pagelaran ini, namun sayangnya seperti belum menemukan titik temu nya. Keesokan harinya kamipun terpaksa untuk menanggapi dan membahas secara serius permasalahan Pagelaran di dalam kelas bahkan pada saat jamkos kami bela-belakan untuk memikirkan Pagelaran meskipun nantinya semua akan dibebankan pada pelatih kami. Kelasku ini sebenarnya ingin mandiri. Namun hanya saja ada beberapa orang yang tidak sesuai dengan jalan pemikiran ku, aku menyadari pemikiran tiap orang berbeda dan tak bisa diganggu gugat. Maka dari itu, hal tersebutlah yang menjadi tantangan sekaligus hambatan bagi kami untuk berkembang. Namun pada suatu saat kami telah menemukan kata sepakat untuk membuat sebuah peraturan dalam rangka mengharap kehadiran yang lengkap pada saat pertemuan diantaranya adanya denda yang nominalnya cukup menguras uang saku ku ini.
   Kemudian suatu hari, pelatih membawakan seorang ahli gerakan tari untuk mengajari kami menari . Dan kebetulan kami hanya diajarkan tari closing , yang ternyata gerakannya cukup unik namun sulit karena pertama kali kami melihat tarian dari Sulawesi tersebut. Dulu itu tepatnya 1 bukan sebelum Pagelaran, kelas kami meminta untuk ngebut karena kelasku sudah pasti ketinggalan dengan kelas lain yang sudah mempersiapkan properti dan segala macamnya. Rasa gugup pun timbul dalam diriku, namun aku hanya bantahan saja hal tersebut agar nantinya aku tak salah arah.
   Hari berganti hari , tepatnya pada hari Minggu saat itu proses perekaman sudah jadi. Aku pun senang dan pada sore harinya kelasku mulai berlatih menggunakan rekaman tersebut. Tak disangka suaraku dalam record tersebut agak berbeda lebih berat dan seksi. Pertama kali aku medengarkan rekaman itu , pendengaran ku serasa terperana serta Backsound yang amat sesuai dengan suasana kala itu. Pada hari Minggu sore tersebut suasana nya sedang mendung seakan langit akan turun hujan. Suasana itu mendukung semua orang di pendopo kala itu karena suasana lebih kalem dan terasa seperti mengenang masa lalu kenangan waktu dulu.
   Ketika 1 Minggu sebelum hari h, kegiatan belajar kelasku mulai tergoyahkan karena adanya latihan ketat menyambut hari dimana aku akan menunjukan kemampuanku. Namun hal tersebut malah membuatku bahagia karena kita tahu sendiri bahwa jamkos itu ialah suasana dimana kami lebih bebas dan terasa lebih leluasa. Namun semakin mendekati hari h, diriku semakin merasa gemetar dan kami pun diyakinkan oleh pelatih untuk tampil lebih lepas dan lebih ekspresif semaksimal mungkin.
   Sebelum keesokan harinya ialah hari kami tampil, beberapa temanku dan termasuk aku sendiri menginap di kediaman teman saya guna lebih mudah kumpul dan pemberangkatannya. Dalam penginapan tersebut ada sedikit cerita yang tak bisa ku lupakan. Jadi saat malam hari kami menginap, kami tidur hanya 3 jam karena aku sendiri tak bisa tidur lebih dulu karena memikirkan penampilan besok. Pada saat melewati waktu dini hari sekitar jam 01.00 aku dan teman saya sedang bercerita tentang kehebohan nanti ketika di panggung dan sedikit bercerita tentang kisah kasih di Smaga. Kami bercanda gurau namun tidak terlalu keras, karena masih ada yang sudah terlelap tidur. Akhirnya aku pun tak kuat menahan rasa kantuk dan tertidur kurang lebih 3 jam. Tepat jam 4 pagi, kami pun terbangun dan melakukan segala persiapan dan berangkat ke sekolah untuk menjalani proses make up dan briefing terakhir.Sebelum pementasan dimulai, telah diadakan parade dari perwakilan siswa siswi peserta Pagelaran tersebut. Aku terpilih menjadi perwakilan kelasku dan aku menampilkan apa adanya sesuai kemampuan dan aksesoris yang aku pakai. Aku sangat kaget sekaligus bahagia karena dihadapan ku sudah ada ibu ku bersama ibu temanku yang telah menunggu ku tampil di depan panggung. Setelah sekian lama kamienunggu tepat pukul 08.00 kami tampil dengan urutan kedua setelah kelas Mipa 2. Pada saat itu aku mengalami kendala bahwa aku mengalami grogi panggung yang biasanya aku rasakan ketika aku akan lomba. Namun hal tersebut telah aku atasi menjadi sebuah kepercayaan diriku yang membara karena penampilan ini yang menjadi bukti selama proses latihan kami. Waktu dimana giliranku masuk ke panggung pun tiba, aku dengan gagah berani masuk kedalam panggung dengan merasa tidak ada apa apa sehingga aku tidak merasa grogi lagi. Seluruh kemampuanku aku curahkan dan ukuran keringan telah tumpah dari pori-pori tubuhku, alhamdulillah make up yang ada di wajahku tidak luntur. Apa jadinya nanti kalau make di wajahku ini jadi luntur, pasti akan sangat memalukan terlebih lagi ada orang tuaku yang menonton dan banyak orang yang menyaksikan penampilan kami. Akhirnya penampilan kelas kami pun selesai dengan mulus sesuai rencana. Aku sangat senang sekali karena selama proses latihan berbeda dengan saat penampilan tadi, bedanya agak lebih tertata rapih dan acting lebih ekspresif menurutku walaupun ada beberapa yang agak kurang pas. Namun kendala yang dihadapi kelasku ini ialah properti yang tidak kuat menahan terpaan angin kencang sehingga mudah sekali terjatuh. Namun hal tersebut tidak membuat semangat dan konsentrasi kami pecah dan tak dapat mengurangi kreatifitas kami dalam berekspresi.
   Sangat spesial sekali, setelah kami Pagelaran malam harinya diadakan konser yang di bintang tamui oleh Fourtwenty dari band indie yang tak lama ini menjadi sosok primadona dalam lingkup Smaga. Seusai kepulangan ku dari konser tersebut rombonganku mampir ke angkringan guna merilekskan sejenak kepenatan yang ada pada diri saya sekaligus temanku. Sepulang dari itu semua aku sangat merindukan dan ingin sekali hal tersebut diulang kembali sebagai bukti sejarah bahwa diriku mampu menunjukan apa yang dulunya tak bisa ku wujudkan. Serta di dunia ini tak ada yang tak mungkin selama siapapun itu berusaha dengan kerja keras. Aku berharap semoga pagelran selanjutnya akan lebih meriah lagi sehingga selain membanggakan ruang lingkup Smaga, melainkan dapat dibanggakan dan kemampuannya dilirik oleh sekolah lain agar menjadi pertimbangan bahwa sekolah SMA Negeri 3 Pekalongan ialah sekolah yang kreatif dan mampu mencetak para insannya menjadi seseorang yang mampu bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah dengan jalan yang baik dan benar. Sekian cerita dari saya, Terima Kasih.

Kita menampilkan semaksimal kita kepada seluruh penonton


Nama    : M. Daud Ayatulloh
Kelas     : XII MIPA 4
No.         : 18

Cerita Pagelaran


Pagelaran ini merupakan ajang pementasan siswa SMA kelas 3 yang dilakukan guna memenuhi nilai ujian praktekmapelsenibudaya di SMA 3, panitia tahun ini memberikan tema Akulturasi Budaya Indonesia, sehingga pagelaran tahun ini bernama SmagaProction “Progo In CultureAction”.
Berawal dari pemilihan daerah yang akan kita ceritakan, kelasku XII MIPA 4 mendapatkan daerah Sulawesi, awalnya kita bingung, karena kita tidak tau cerita apa yang ada di sulawesi dan kita juga belum menentukan siapa yang akan menjadi pelatih kita, setelah berdiskusi dengan teman satu kelas, ada yang mengusulkan untuk mas Sidik saja yang menjadi pelatihnya, akhirnyapun perwakilan dari kelas kita menemui ke rumah mas Sidik untuk menanyakan rincian apa saja yang didapatkan selama melatih, setelah berunding, ternyata uang yang dikeluarkan agak basar, tetapi semuanya sudah mencakupi kostum,alat alat dan properti yang akan kita gunakan nantinya.
Akhirnya kita merancang agenda latihan, dan denda yang akan di beri jika tidak berangkat, kita sepakat bahwa latihan di adakan hari jumat dan sabtu, hari jumatnya kita latihan sendiri, dan hari sabtu kita latihan dengan Mas Sidik, awalaku tidak setuju karena hari jumat aku biasanya ada les. Tetapi demi kepentingan kelas saya setuju-setuju saja, awal mula latihan hari sabtu kita sempat ragu karena mas sidik membatalkan latihan sebab ia ada urusan, dan kita berencana ingin mengganti pelatih saja, namun kita merasa tidak enak karena sudah bicara dengan mas sidik bahwa dia yang akan menjadi pelatih kita. Waktu kita terbuang karena awalnya pagelaran akan di adakan pada bulan september.
Hari pertama kita latihan bersama mas sidik, hari itu kita hanya berbincang-bincang pengenalan dan menentukan cerita yang akan kita tampilkan, setelah pertemuan berikutnya, akhirnya kita mendapatkan cerita yaitu Pangeran Lidah hitam,  latihan adegen pun dimulai, disini aku menjadi tokoh utama yaitu pangeran lidah hitam. Setelah latihan berjalan, kita mendengar dari panitia mengusulkan bahwa akan ada Guest Star dalam acara Pagelaran ini, namun ini masih wacana karena guru-guru tidak mengizinkan dengan adanya Guest Star.
Dari panitia ternyata memberikan informasi bahwa pagelaran di undur menjadi bulan Oktober, hal ini sangat melegakan kita karena waktu yang digunakan untuk latihan menjadi lebih lama, di sesi latihan mas sidik bilang bahwa akan di tambah tarian yaitu tari pembukaan, tari kelahiran, dan tari penutup, disitu kita di ajari tari terus sembari merekam dialog cerita kita.
Pagelaran pun semakin dekat, dan akhirnya panitia memilih Fourtwenty yang akan menjadi Guest Star dan sudah di setujuin oleh guru-guru karena semua siswa menginginkan adanya Guest Star. Tapi kita juga belum menyelesaikan rekaman karena latihan diisi dengan tarian-tarian terlebih dahulu agar semuanya kompak. Namun kita tidak langsung latihan tari di lapangan, sehingga ketika mencoba di lapangan tarian kita menjadi berantakan, karena belum beradaptasi dengan lapangan, setelah semuanya dan rekaman sudah jadi kita mulai latihan adengan kembali, dan mamatangkan adegan kami.
Hari dimana gladi diadakan, kelasku mendapatakan urutan terakhir yaitu malam hari, karena tidak ada yang menjadi perwakilan ketika ada kumpul membahas gladi sehingga kelasku di taruh di akhir, malam itu kita menunggu sangat lama sehingga kita pulang sampai tengah malam. hari itu pun datang , hari dimana penampilan kita akan di tonton oleh bapak dan ibu guru, teman-teman, dan juga oleh orang tua kita, di hari itu aku takut jika nantinya aku salah. Penampilan kita pun tiba, kita menampilkan semaksimal kita kepada seluruh penonton yang melihat,aku bersyukur akhirnya pagelaran selesai aku merasa lega karena semua yang sudah selesai.
Malam pun datang penutupan pagelaran diisi dengan penampilan Fourtwenty yang sangat meriah, dan juga band-band lain yang mengisi acara tersebut.Mungkin hanya seginiyang dapat saya ceritakan ketika pagelaran berlangsung.


Lelahku Terbayar Sukses


Nama : M. Aldilo Ihza Pradana
No       : 20
Kelas   : XII MIPA 4

Lelahku Terbayar Sukses

Awalnya pagelaran ini di bentuk panitia dan per kelas diambil perwakilan untuk menjadi panitia,di kelas saya terpilih untuk ikut serta panitia. Awalnya sih males karena sudah kelas 3, awal awal rapat saja saya tidak ikut karena itu tadi malas. Nah semakin berjalannya waktu saya sadar kalau saya ditunjuk dan amanati dan pasti aka nada pengalaman yang berkesan.Rapat demi rapat kita lakukan dan terpikir aka nada GS.Awalnya sih hanya ide saja namun teman-teman yakin bahwa kita harus memanggil GS karena kapan lagi kalau tidak sekarang. Di kelas saya mendapat tema Sulawesi awalnya bingung untuk menentukan siapa yang akan jadi pelatih kita karena sudah banyak pelatih yang di pilih kelas lain sedangkan setiap pelatih maksimal hanya boleh 2 sampai 3. Akhirnya kita bentuk panitia kelas untuk mengurusi persiapan pagelaran kelas XII MIPA 4. Nah mulai diskusi untuk menetukan pelatih dan kita langsung dating ke rumah pelatih tersebut yaitu mas Sidik yang kebetulan juga pelatih dari kelas lain. Setelah sepakat kemudian pertemuan pertama kita yaitu menentukan judul pagelaran dan apa yang akan di tampilkan. Mas sidik meberikan ide untuk mengangkat cerita “Pangeran Lidah Hitam”. Nah kemudian kita mencoba berdialog untuk menentukan siapa yang suaranya dan pantas menjadi tokoh-tokoh di pagelaran cerita kami.Saya pun menjadi Raja 2 karena ada 4 Raja lainnya.Saya di panitia pagelaran menjadi sie.perkap. Nah sie ini paling berpengaruh karena segala kebutuhan yang akan di pakai untuk pagelaran kita yang usahakan dan sediakan . Kami panitia mengusulkan adanya GS kepada Pembina namun awalnya tidak disetujui karena biaya yang di keluarkan akan sangat banyak. Panitia tidak putus asa begitu saja kami langsung membuat konsep pagelaran jika ada GS dan mulai mendata sponsorship yang akan kita datangi untuk membantu pendanaan.
Setelah di data kami mulai membagi kelompok untuk mencari sponsor karena mengingat waktu kita hanya beberapa bulan. Nah awalnya banyak yang meragukan karena dalam beberapa bulan kita harus mencapai dana 100 jt lebih tapi optimis dan semangat membuat kita berusaha semaksimal mungkin. Pagelaran di kelas saya latihan seminggu dua kali setiap sabtu sama jumat, sabtu dengan pelatih jumat mandiri guna melancarkan gerakan dan kami mulai berlatih drama dan tari yang membuat saya rada kecewa karena ada beberapa tokoh yang keluar adegan hanya sedikit tetapi bayarnyamahal seperti saya sendiri.Di kelas saya ada peraturan denda bagi yang tidak ikut latihan dan telat guna untuk kebaikan bersama karena pagelaran ini melibatkan seluruh anggota kelas. Di tengah proses latihan sempat ada usul ganti pelatih tetapi mengingat waktu sebentar lagi akhirnya kami mantapkan dan semangat agar pagelaran kelas kita sukses. Awalnya saat diajari tari penutupan sempat kesusahan karena tempo lagu yang cepat dan gerakannya juga harus cepat. Akhirnya setelah berlatih dan berlatih  saya bisa mengikuti gerakan dan tempo lagu.
Kita saling membantu dan mengajari teman kita agar semua bisa dan lancer.Saat kami para panitia rapat Pembina pertama dan mengusulkan adanya GS ditolak oleh para Pembina namun kami memiliki dasar untuk mendanai kegiatan ini karena sebelumnya sudah masuk beberapa sponsor. Saat menyerahkan proposal untuk minta tanda tangan Kepala Sekolah saya takut bila tidak di ijinkan karena mengundang GS akan menjadi nilai plus tersendiri untuk angkatan kami dan kebanggaan tersendiri panitia. Akhirnya Kepala Sekolah menyerahkan proposal itu dan setuju menandatangani, sontak kami langsung tambah semngat untuk mencari sponsor dan donator. Panitia juga menjual tiket dan merchandise untuk menambah pemasukan. Panitia menetapkan Fourtwnty sebagai GS kami karena melihat peminat di kota Pekalongan yang banyak dan harga nya yang relatif murah. Setelah sepakat dengan pihak 420 kami langsung memikirkan kebutuhan apa saja yang harus di penuhi. Perkap yang dibutuhkan sangat banyak dan ribet karena harus sesuai ssie saya dan ketua panitia pagelaran melakukan survey untuk mencari perlatan sound& system yang murah dengan kualitas baik. Saat saya latihan pagelaran di kelas banyak sekali perdebatan karena beda pendapat hal ini sudah wajar karena banyak orang yang terlibat.Mengingat waktu yang sebentar lagi kami menambah jam latihan kami karena persiapan masih banyak yang kurang. Saya jadi sering dispen karena banyak tugas panitia yang harus dikerjakan. Apalagi saya harus membagi waktu antara pagelaran kelas dan panitia. Dalam pendanaan kita membuat strategi-strategi agar mendapat banyak uang salah satunya meminta sponsor Yuzu yang kita harus berjualan ke kelas kelas karena bila di hitung kita untung banyak. Saat saya dan teman-teman panitia sedang melakukan survey harga perlengkapan pagelaran ada dari pihak IO yaitu MTV.menawarkan paketan yang harganya murah lalu kami memakai itu. Kami tidak memikirkan itu sesuai kebutuhan GS atau tidak karena itu tanggungan mereka namun di awal perjanjian akan mendatangkan sound dari Jogja dll. Nah lalu saya memikirkan kebutuhan perkap yang lain seperti gapuro barikade tratak dll. Kami juga membuka satnd untuk memeriahkan sekaligus menambah pemasukan.
Setelah hari semakin dekat pagelaran di kelas saya hampir siap namun perkap penampilan kita yang ekspektasinya wow dengan harga segitu ternyata hanya beberapa saja dan sedikit, Nah ini menambah kecewa kami lalu saya usul agar kita buat sendiri perkap untuk penampilan kita agar  tidak sederhana sekali karena kelas lain juga tidak sesederhana itu. Waktu yang sangat mepet dengan tenaga yang sudah lelah saya tetap semangat agar penampilan pagelaran kelas saya sukses.Lalu mulai membuat perkap yang kurang dan sembari latihan untuk mengkompakan gerakan dan melancarkan.Melihat gladi kelas lain yang terkesan bagus saya minder dengan penampilan kelas saya. Namun saya percaya jika dibawakan dengan kompak dan semngat pasti akan bagus. Kemudian di panitia kita buka PS 1-3 yang total tiket 400 lebih itu terjual hanya dengan kurun waktu beberapa hari saja menandakan banyak peminat dengan adanya GS ini. Fokus panitia jujur lebih ke GS karena berhubungan dengan orang luar jadi pagelaran sebisa mungkin tercover. H-1 pagelaran banyak sekali pekerjaan yang belum selesai di sie perkap apalagi stand yang awalnya listrik dari sekolah namun Kepala Sekolah tidak menyetujui sehingga terpaksa harus menyewa jenset untuk kebutuhan listrik stand. Setelah itu saya menyelesaikan saluran listrik stand hingga dini hari karena sempat hujan sebentar dan menata meja kursi kebutuhan stand rasanya sangat lelah. Saya pulang dini hari untuk mengambil kaos panitia sedangkan kelas kami harus dirias pukul 04.00 WIB.Setelah pekerjaan selesai saya hendak tampil flasmob pembukaan namun wajah sudah di rias awalnya malu karena PD saja yaa sudah saya pun tampil lalu saya kembali ke kelas untuk berganti pakaian kostum pagelaran karena kelas saya mendapat undian nomor 2.Nah saat melihat banyak wali murid yang hadir rasanya malu dan deg degan.Saat giliran kelas saya melakukan penampilan kami berdoa dahulu agar lancar.Saat giliran adegan saya maju saya merasa malu namun saya PD karena apalah arti latihan dan kerja keras selama ini jika tidak niat sekarang.Nah penampilan kelas kami berjalan lancar dan kompak.Sehabis selesai saya dan panitia pagelaran di kelas kami langsung berganti pakaian lagi karena kami menjadi panitia.Setelah acara pagelaran selesai panitia membereskan perkap pagelaran yang tidak diperlukan untuk acara GS di malam hari. Nah open gate rencana dibuka pukul 17.00 WIB namun saya informasikan bahwa venue belum clear karena masih ada tratak yang sedang di copot dan kursi-kursi. akhirnya ngaret sampai pukul 18.00 WIB dan di buka gate untuk siswa smaga disusul umum. Banyak sekali yang hadir dan kita jual tiket OTS yang langsung habis dan banyak juga yang tidak punya tiket ingin masuk.Fourtwnty pun naik ke panggung pukul 20.00 WIB dan itu pun masih terus ada penonton yang hadir. Lalu saya ikut melihat 420 di akhir-akhir rasanya bangga dan puas sekali karena wow hanya beberapa bulan kita mampu menghasilkan dana segitu yang cukup dan mensukseskan acara pagelaran yang ditutup dengan 420. Menurut saya ini kebangga tersendiri angkatan 19 SMAGA karena setelah beberapa tahun kita tidak bisa mengundang GS.Acara kami berjalan lancar dan tertib.Setelah acara selesai kira-kira pukul 21.00 WIB kami berkumpul di ruang panitia.Lalu segera membereskan venue dan memasukan meja kursi ke kelas lagi nahh di tengah tengah itu pihak 420 mengijinkan kita untuk berfoto panitia bersama rasanya tambah terbayar sudah lelah ini dengan kesuksesan.Kami panitia menuju hotel penginapan mereka untuk berfoto bersama.Setelah berfoto kami kembali ke SMAGA untuk membereskan lagi dan membersihkan. Saya ijin pulang dahulu karena sudah sangat lelah dan badan sudah tidak enak tetapi tugas saya sudah kelar.Saya mendapat pengalaman yang berharga dan juga kerja sama tim yang hebat .Banyak pelajaran yang saya dapatkan dengan adanya event ini yang berguna untuk kedepannya. Memang panitia paling capek dan payah namun dibalik itu ada kebanggan tersendiri sudah mengadakan acara dengan sukses dan lancar.
Sekian cerita singkat saya tentang pengalaman saya di pagelaran 2018

TERIMA KASIH


Sanksi berupa denda yang telah ditentukan nominalnya.


Nama               :Muchamad Rusdy Rizak
No                   :19
Kelas               :XII MIPA 4

Sanksi Denda XII MIPA 4 dalam Pagelaran

Cerita awal Pagelaran ini dimulai dari pembahasan kita mengenai apa yang akan kita tampilkan untuk para penonton yang ada. Konsep awal kelas kita adalah menampilkan budaya dari Sulawesi (tari dan drama), setelah kami mencari referensi dan berdiskusi kami memilih pertunjukkan  yang berjudul PANGLIMA LIDAH HITAM untuk ditampilkan nantinya.
Setelah kita tau apa yang akan kita tampilkan kan, kita langsung mencari referensi guru dengan cara bertanya kepada Pak Saiful atau pun referensi dari teman-teman sekelas. Setelah beberapa kali mendapat referensi, kami menentukan salah seorang dari referensi itu untuk segera dihubungi, kami memilih Mas Sidik. Setelah menghubungi beliau, kami dikagetkan bahwa ternyata beliau juga sudah dihubungi dan akan melatih 2 kelas lain. Awalnya kami ragu tentang hal ini, tapi Mas Sidik meyakinkan kami bahwa beliau masih mampu unutk melatih satu kelas lagi, kami pun mulai membuat kesepakatan dengan beliau. Sesuai kesepakatan, beliau lah yang mempersiapkan dan mengurus kami agar siap tampil mulai dari pembuatan naskah, record, properti, latihan drama, latihan tari, sampai mempersiapkan tata busana dan tata rias kami pada waktu hari H.

Setelah bersepakat dengan pelatih dalam beberapa hal kami mulai menjadwalkan latihan rutin bersama pelatih. Latihan rutin bersama pelatih dilaksanakan pada hari sabtu. Awalnya latihan dijadwalkan mulai jam 9-10 pagi, tapi ternyata pelatih datangnya sangat terlambat. Tentu saja pada saat itu beberapa temanku sedikit naik darah. Pelatih pun meminta maafdanmulai hari itu kami merubah jadwal latihan menjadi sabtu jam 1 siang. Pada pertemuan pertama dan kedua Mas sidik hanya memberi arahan dasar dalam drama seperti dalam acting, blocking, penghayatan dialog, dan lain-lain. Pada pertemuan berikutnya kita mulai membahas pembagian peran, record, latihan tari, dan lain-lain.

Setelah pertemuan pertama dan kedua jadwal latihan sempat dipending cukup lama bertepatan dengan bulan puasa dan hari raya idul fitri. Dengan begini sebenarnya banyak waktu yang terbuang sia-sia, di hari libur yang seharusya bisa dimanfaatkan untuk latihan tidak dimaksimalkan. Bahkan kelasku sampai mendapat kritikan dari pembina pagelaran yaitu Pak Saiful karena banyak membuang-buang waktu. Akan tetapi, mau bagaimana lagi dipendingnya latihan kami atas kesepakatan dan bukan tanpa alasan, pada waktu libur puasa sebagian anak ada yang pulang kampung sehingga mengurangi tingkat kehadiran yang juga berdampakpada efektivitas latihan jika latihan tetap dilaksanakan.

Setelah  libur puasa dan idul fitri berakhir kami kembali pada jadwal latihan semula. Pertemuan-pertemuan berikutnya di isi dengan recording atau perekaman dialog drama yang dibantu oleh mas sidik sendiri, serta latihan tari yang dibantu oleh mbak ifel dan mas robi. Di hari sabtunya kami diajarkan gerakan gerakan tari oleh mbak ifel atau mas robi dan dihari jum’atnya kami mengadakan latihan mandiri untuk melancarkan kembali gerakan yang sudah diajarkan.

Menurutku, untuk masalah kedisiplinan dalam latihan kelasku cukup sadis tapi tidak tegas. Di awal kami telah menyepakati aturan-aturan dengan sanksi berupa denda yang telah ditentukan nominalnya.. Tetapi, di minggu-minggu awal terjadi beberapa revisi yang disepakati sebelumnya karena dinilai terlalu mahal dan tidak manusiawi. Walaupun begitu, tetap saja ada anak yang tidak membayar meski telah melanggar aturan yang sudah disepakati.Padahal hasil dari penarikan denda ini akan digunakan untuk membantu anak yang kurang mampu membayar iuran sewa pelatih yang memang cukup mahal yaitu Rp. 400.000/anak. Mahalnya harga pelatih juga kami siasati dengan mencicil setiap minggunya ke bendahara.

Dalam persiapan pagelaran ini, selalu saja ada konflik yang terjadi baik dengan teman sekelas ataupun dengan kelas lain yang satu pelatih dengan kelas kami. Konflik dengan kelas lain biasanya dikarenakan bentrok jadwal latihan dengan pelatih, alhamdulillahnya konflik ini tidak sampai bikin ricuh dan diselesaikan dengan damai. Tidak hanya dengan kelas lain, dikelasku konflik juga terjadi antara kubu cowo dan kubu cewe. Waktu itu tepat setelah PTS berakhir, kubu cewe meminta agar jadwal latihan yang seharusnya hari sabtu diganti hari minggu karena sebagian dari mereka ada yang mengikuti try-out akbar. Sedangkan di hari minggu kubu cowo berencana untuk refreshing ke Tombo Coffee. Nah dari sini dimulailah pertikaian, ciwi-ciwi pada ngomel di grup whatsapp kelas, capslock tiba-tiba pada jebol, bahasanya mulai ngegas, wkwkk. Tetapi alhamdulillah, konflik  dapat diselesaikan dengan damai, latihan tetap dilaksanakan, dan refreshing ke tombo juga jalan malahan yang cewe pada ikutan, wkwkw.

Semua konflik yang terjadi sungguhmembuat persiapan pagelaran ini semakin berwarna. Meski kami harus menguras banyak waktu, tenaga, dan materi, semua dapat terbayarkan karena pagelaran berjalan dengan baik dan memberi banyak manfaat. Selain untuk mengisi nilai paraktek seni budaya kami,kami juga dapat mengekspresikan diri, menambah pengalaman dan pemahaman kami tentang konsep pagelaran, juga meningkatkan keharmonisan dan keakraban baik dengan satu kelas maupun antar kelas. Selain itu pagelaran yang diadakan dengan mengundang guest star fourtwnty juga sangat menghibur terutama bagi kelas 12 yang sebentar lagi akan berhadapa dengan perjuangan berat yaitu UN dan pendaftaran Perguruan Tinggi.
Tentunya semua ini akan menjadi kenangan tersendiri yang mungkin tak terlupakan setelah kita lulus dari SMAN 3 PEKALONGAN ini.

Pelatihku Sibuk


Nama    : M. Daud Ayatulloh
Kelas     : XII MIPA 4
No.         : 18
Cerita pagelaran

Pagelaran ini merupakan ajang pementasan siswa SMA kelas 3 yang dilakukan guna memenuhi nilai ujian praktekmapelsenibudaya di SMA 3, panitia tahun ini memberikan tema Akulturasi Budaya Indonesia, sehingga pagelaran tahun ini bernama SmagaProction “Progo In CultureAction”.
Berawal dari pemilihan daerah yang akan kita ceritakan, kelasku XII MIPA 4 mendapatkan daerah Sulawesi, awalnya kita bingung, karena kita tidak tau cerita apa yang ada di sulawesi dan kita juga belum menentukan siapa yang akan menjadi pelatih kita, setelah berdiskusi dengan teman satu kelas, ada yang mengusulkan untuk mas Sidik saja yang menjadi pelatihnya, akhirnyapun perwakilan dari kelas kita menemui ke rumah mas Sidik untuk menanyakan rincian apa saja yang didapatkan selama melatih, setelah berunding, ternyata uang yang dikeluarkan agak basar, tetapi semuanya sudah mencakupi kostum,alat alat dan properti yang akan kita gunakan nantinya.
Akhirnya kita merancang agenda latihan, dan denda yang akan di beri jika tidak berangkat, kita sepakat bahwa latihan di adakan hari jumat dan sabtu, hari jumatnya kita latihan sendiri, dan hari sabtu kita latihan dengan Mas Sidik, awalaku tidak setuju karena hari jumat aku biasanya ada les. Tetapi demi kepentingan kelas saya setuju-setuju saja, awal mula latihan hari sabtu kita sempat ragu karena mas sidik membatalkan latihan sebab ia ada urusan, dan kita berencana ingin mengganti pelatih saja, namun kita merasa tidak enak karena sudah bicara dengan mas sidik bahwa dia yang akan menjadi pelatih kita. Waktu kita terbuang karena awalnya pagelaran akan di adakan pada bulan september.
Hari pertama kita latihan bersama mas sidik, hari itu kita hanya berbincang-bincang pengenalan dan menentukan cerita yang akan kita tampilkan, setelah pertemuan berikutnya, akhirnya kita mendapatkan cerita yaitu Pangeran Lidah hitam,  latihan adegen pun dimulai, disini aku menjadi tokoh utama yaitu pangeran lidah hitam. Setelah latihan berjalan, kita mendengar dari panitia mengusulkan bahwa akan ada Guest Star dalam acara Pagelaran ini, namun ini masih wacana karena guru-guru tidak mengizinkan dengan adanya Guest Star.
Dari panitia ternyata memberikan informasi bahwa pagelaran di undur menjadi bulan Oktober, hal ini sangat melegakan kita karena waktu yang digunakan untuk latihan menjadi lebih lama, di sesi latihan mas sidik bilang bahwa akan di tambah tarian yaitu tari pembukaan, tari kelahiran, dan tari penutup, disitu kita di ajari tari terus sembari merekam dialog cerita kita.
Pagelaran pun semakin dekat, dan akhirnya panitia memilih Fourtwenty yang akan menjadi Guest Star dan sudah di setujuin oleh guru-guru karena semua siswa menginginkan adanya Guest Star. Tapi kita juga belum menyelesaikan rekaman karena latihan diisi dengan tarian-tarian terlebih dahulu agar semuanya kompak. Namun kita tidak langsung latihan tari di lapangan, sehingga ketika mencoba di lapangan tarian kita menjadi berantakan, karena belum beradaptasi dengan lapangan, setelah semuanya dan rekaman sudah jadi kita mulai latihan adengan kembali, dan mamatangkan adegan kami.
Hari dimanagladi diadakan, kelasku mendapatakan urutan terakhir yaitu malam hari, karena tidak ada yang menjadi perwakilan ketika ada kumpul membahas gladi sehingga kelasku di taruh di akhir, malam itu kita menunggu sangat lama sehingga kita pulang sampai tengah malam. hari itu pun datang , hari dimana penampilan kita akan di tonton oleh bapak dan ibu guru, teman-teman, dan juga oleh orang tua kita, di hari itu aku takut jika nantinya aku salah. Penampilan kita pun tiba, kita menampilkan semaksimal kita kepada seluruh penonton yang melihat,aku bersyukur akhirnya pagelaran selesai aku merasa lega karena semua yang sudah selesai.
Malam pun datang penutupan pagelaran diisi dengan penampilan Fourtwenty yang sangat meriah, dan juga band-band lain yang mengisi acara tersebut.Mungkin hanya seginiyang dapat saya ceritakan ketika pagelaran berlangsung.


Rias jam 3 Pagi


Make UP jam 3 Pagi
Melissa XII MIPA 4

            Pengalaman saya tentang pagelaran memang luar biasa. Berawal dari kelas 10 saya melihat kakak kelas 12 berlatih terus menerus untuk pagelaran, lalu pada saat mereka tampil saya merasa takjub dengan penampilan mereka. Mereka benar-benar luwes dalam melakukan semua pertunjukan yang ada. Saya mulai berandai andai nanti ketika saya kelas 12, saya bakal berpenampilan seperti apa? Apa mungkin saya bisa seperti kakak kelas 12? Lucu sekali waktu itu saya benar-benar excited sehingga saya hafal sedikit tarian mereka. Satu tahun sesudahnya pada saat saya kelas 11, kakak kelas 12 juga melaksanakan pagelaran. saya sudah tidak seantusias sebelumnya, tapi ada beberapa yang membuat saya terpesona seperti ketika kakak kelas 12 IPS yang membawakan kesenian barongsai. Mereka terlihat menguasai, saya benar-benar terpukau dan berfikir bagaimana bisa mereka seperti itu.  Menjelang memasuki semester genap dikelas sebelas pak Saiful mulai memberikan materi tentang pagelaran seni. Pak Saiful meminta kita untuk mengetahui semua seluk beluk tentang pagelaran seni. Mulai dari unsur pokok hingga kepanitiaan pagelaran seni. Kami juga di minta mulai latihan dan mencari pelatih.
Setelah kepanitiaan dibentuk, tema mulai ditentukan dan pembagian daerahpun dibagi. Kebetulan temanya tentang cerita rakyat  dari lokal. Dan kami mendapat daerah Kalimantan, wah waktu itu hampir saja kami mendapatkan daerah Papua untung saja ada yang ingin bergantian dengan kelas kami. Setelah kami mengetahui daerah untuk kami beberapa orang dikelas mencari cerita rakyat dari daerah Sulawesi, saya juga membantu mencari. Akan tetapi saya dan teman-teman saya kurang merasa puas dengan cerita rakyat yang ada karena menurut kami itu terlalu rumpil seperti ada cerita yang putrinya harus dijilat sapi dan itu sudah pasti sulit mana ada orang yang mau menjadi sapi lalu menjilat orang. Kami belum memutuskan cerita mana yang akan kami pilih. Hari berganti, kami mulai melupakan kewajiban kami tentang pagelaran karena waktu itu kami disibukkan oleh banyak tugas. Selain itu, kami juga merasa kalau pagelaran masih jauh karena kami juga baru kelas 11 sehingga tidak perlu terburu-buru untuk mencari pelatih dan berlatih pagelaran. Kami mulai fokus dengan tugas dan ulangan ulangan apalagi untuk mempersiapkan UAS genap, padahal pak Saiful sudah mewanti-wanti agar kami tidak berlatih mepet dan persiapannya juga matang.
Di tahun ajaran baru kelas 12 kami mulai diminta pak Saiful untuk mencari pelatih. Lalu pilihan kami jatuh ke mas Sidiq, karena kami berpikiran kalau mas Sidiq merupakan pelatih terbaik. Akan tetapi perjuangan kami tidak semudah itu karena banyak rintangan yang harus dihadapi salah satunya kita harus berebut dengan kelas lain kami tidak ingin mengalah dengan kelas lain, padahal pak Saiful sudah meminta agar satu pelatih tidak melatih banyak kelas karena ditakutkan akan susah membagi waktunya. Mas Sidiq memilih mengambil semua kelas yang meminta dia untuk menjadi pelatihnya sehingga mas Sidiq melatih tiga kelas. Awalnya kami biasa saja akan tetapi lama kelamaan kami terkadang merasa dongkol dengan mas Sidiq. Mas sidiq seringkali telat datang latihan sehingga kami menunggu lama. Pernah juga mas Sidiq membatalkan pertemuan dengan kelas kami tanpa tahu apa sebabnya. Kelas kami merasa tertinggal dibandingkan kelas lain yang sudah lebih dulu bertemu mas Sidiq apalagi kami. Jujur saja saya merasa kecewa ketika cerita rakyat yang dipilih adalah pangeran lidah hitam. Saya merasa bahwa itu terlalu sepi untuk sebuah pertunjukan pagelaran tapi mau bagaimana lagi kita harus menerima karena mungkin itu yang terbaik. Setelah kami mulai latihan, dengan hari Sabtu sebagai hari pokok latihan dan bertempat di pendopo tetapi terkadang tempat dan waktu juga menyesuaikan. kami memulai dengan berlatih drama yang akan kami mainkan lalu kami berlatih menari.
Perlu waktu yang cukup lama untuk menari, awalnya ada yang berlatih drama dan tari pembuka. Pada saat itu mbak ivel kebingungan tentang tari pembuka jadi hanya seadanya. Lalu kami mulai berlatih tari closing di rumah Winnie, kami dilatih mas Robi dan saya merasa sangat badmood waktu itu sehingga tidak terlalu memperhatikan gerakan dan hanya berlatih seadanya tanpa niat yang cukup serius. Lalu kamipun sering berlatih untuk semakin memantapkan pagelaran ini, saya awalnya merasa apakah mungkin kita bisa menyiapkan pagelaran hanya dalam waktu kurang lebih 3 bulan? Awalnya saya merasa tidak cukup karena itu terlalu singkat sedangkan kelas kami belum ada kemajuan sedikitpun. Tapi akhirnya saya merasa lega karena pagelaran diundur dan itu berarti bisa membantu kami untuk memantapkan penampilan. Kami mulai bekerjasama untuk pagelaran ini walaupun terkadang ada banyak konflik dan bentrokan yang terjadi antar siswa. Banyak sekali rintangan yang harus dihadapi kami karena ada masalah seperti siswa yang terkadang bolos latihan, telat latihan, lalu ada percekcokan karena perbedaan pendapat. Akan tetapi kami bisa mengatasi dengan bermusyawarah dan saling memahami. Karena memang masalah seperti itu masih batas wajar.
Pagelaran kurang dua Minggu lagi kelas kami mulai sibuk berlatih dengan persiapan kurang lebih 80%. Banyak dari kami yang meninggalkan jadwal les kami selama 2 Minggu demi pagelaran ini.  Ada beberapa penyesuaian yang baru ada ketika mendekati hari H seperti halnya tari opening yang awalnya hanya untuk para dayang tetapi ditambah juga untuk rakyat mengikuti opening akhirnya saya berlatih menari lagi untuk opening karena kebetulan saya menjadi rakyat. Selain itu kami harus menyesuaikan lagu closing yang sedikit ada perubahan sehingga kami banyak yang harus disesuaikan. Menjelang h-3 sampai h-1  pagelaran kami mulai disibukkan dengan latihan dan gladi, kami juga mulai mempersiapkan properti dengan mengambil di rumah mas Sidiq selain itu juga membuat beberapa properti yang masih kurang kami benar-benar bergotong royong untuk melancarkan pagelaran. Hari hari kami lewati dengan penuh semangat dengan keyakinan kami dapat memberikan penampilan yang terbaik.
Tiba saatnya hari pagelaran kami diwajibkan mas Sidiq berangkat jam 3 pagi agar kami dapat di make up dengan awal karena giliran kami giliran kedua. Saya berangkat jam 4 dari rumah dijemput media ke sekolah sampai di sekolah kami melihat kelas kami masih agak sepi sehingga kami memutuskan untuk langsung ke masjid untuk sholat subuh. Setelah selesai saya kembali ke kelas dan duduk bercengkrama dengan teman sambil menunggu giliran make up. Setelah selesai make up dan ganti kostum kami bersiap untuk tampil karena kebetulan acara pembukaan sudah selesai dan kelas IPA 2 yang pertama tampil sudah dipertengahan. Kami mulai mengeluarkan semua properti dari dalam kelas lalu kami menunggu giliran di depan kelas. Sebelumnya kami sudah berdoa begitu IPA 2 selesai berberes kami mulai menyiapkan properti yang ada sebagai latar panggung. Saya merasa nervous karena tampil di pembuka akan tetapi saya mulai rileks agar tidak terlihat gugup. Akhirnya selesai juga penampilan kami dari 12 IPA 4, saya merasa cukup puas karena ternyata latihan yang kami kerjakan tidak begitu sia sia. Kami bisa memberikan penampilan terbaik kami di depan orang tua kami. Semoga mereka bisa merasakan bangga kepada anaknya.
Dimalam hari setelah pagelaran sesuai dengan jadwal angkatan kami memanggil fourtwnty sebagai guest star untuk menutup acara pagelaran ini. Saya tidak terlalu suka dengan fourtwnty jadi saya biasa saja tidak terlalu excited seperti yang lainnya. Sebelum fourtwnty tampil ada beberapa penampilan pembuka seperti dance dan band. Saya sangat menyukai salah satu penampilan band pembuka. Memang biasa saja bukan band terkenal tapi entah mengapa saya langsung menyukainya. Lalu saatnya fourtwnty tampil, saya merasa tidak nyaman berada di kerumunan orang asing yang terjebak euforia karena bertemu fourtwnty akhirnya saya menepi dan menyaksikan di pinggiran. Setelah fourtwnty selesai saya mampir mengambil motor di kos teman saya dan berbincang sejenak lalu saya pulang ke rumah sekitar jam 11 malam. Setelah itu saya istirahat dirumah.
Pagelaran memberikan kenangan yang luar biasa untuk saya, banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari pagelaran ini. Terimakasih pak Saiful,guru guru dan teman-teman kelas juga panitia yang sudah membantu pelaksanaan pagelaran ini.

Melalui pagelaran seni ini aku mengerti tentang arti kerja sama, gotong royong, saling membantu satu sama lain


Nama: Media Hanani
Kelas: XII MIPA 4
Absen: 17

Kesan di Dalam Cerita Panglima Lidah Hitam

Pagelaran seni merupakan sebuah wadah bagi siswa dalam mengembangkanbakat dan sebagai ekspresi diri siswa. Pagelaran seni di SMA Negeri 3 Pekalongan ini memang menjadi acara tahunan khususnya bagi siswa kelas dua belas. Acara yang tidak hanya diadakan untuk memenuhi nilai ujian praktik seni budaya, melainkan juga sebagaipenyalurbakat dan potensi diri siswa. Melalui pagelaran seni ini pula guru pembina mampu menjadikan praktek seni budaya menjadi acara yang istimewa,yang tidak hanya dinikmati sendiri melainkan juga menjadi ajang hiburan bagi penikmat pagelaran seni ini.
Dalam mewujudkan sebuah pagelaran seni tentu membutuhkan persiapan yang matang, yang pastinya akan menguras banyak tenaga pikiran dan pastinya juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Seperti aturan sistem denda yang diberlakukan di kelas kami. Aturan bagi anak yang telat berangkat latihan dikenai denda Rp.10000 dan anak yang tidak berangkat latihan dikenai denda Rp.15000. Tetapi kemudian aturan sistem denda ini berubah karena dirasa terlalu memberatkan anak-anak kelas, berubah menjadi Rp.5000 utuk anak yang telat dan Rp.10000 untuk anak yang tidak hadir latihan.
Cerita pagelaran seni ini dimulai dari pertengahan kelas sebelas. Pagelaran seni yang mengusung tema fiksi tradisional ini di beri nama “Progo In CultureAction”. Diawali dengan mencari pelatih untuk membantu mempersiapkan pagelaran seni. Mencari pelatih yang bahkan harus berebut dengan kelas lain untuk mendapat pelatih terbaik agar nantinya pagelaran yang kami bawakan juga baik.Walau mematok harga yang tidak murah, tetapibercermin dari pagelaran tahun lalu. Dimana pagelaran itu dijuarai oleh kelas dengan Mas Sidiq sebagai pelatihnya. Serta iming-iming properti dan segala macamnya yang bisa mereka sediakan. Akhirnya kami pun sepakat untuk menjadikan Mas Sidiq sebagai pelatih pagelaran kami.
Pertemuan pertama mendiskusikan cerita dengan tema yang akan kami bawakan, yaitu cerita fiksi dari Sulawesi.Pertemuan-pertemuan yang hanya diisi diskusi ringan sampai dimana kita diberi arahan dari pelatih untuk membawakan cerita dengan judul “Panglima lidah hitam”. Cerita fiksi dari Sulawesi yang mengisahkan tentang seorang pemuda yang lahir dengan lidah berwarna hitam dan memiliki kekuatan yang tidak ada tandingannya. Setelah itu kami berdiskusi mengenai penentuan tokoh-tokoh yang akan berperan dalam cerita. Dalam latihan pun kami diajari banyak hal, mulai dari teknik-teknik dasar dalam membawakan cerita atau berdrama, ekspresi wajah, sampai sikap kita setelah berada di atas pentas.Sampai ketika mulai diberi materi tarian, aku yang memang dasarnya tidak pandai menari dituntut untuk bisa menari. Cukup sulit memang, tetapi aku harus berusaha agar hasil pagelaran ini menjadi maksimal.
Satu materi tari penutup yang paling awal diberikan kepada kami,membuat setiap pertemuan latihan kami selalu menyempatkan berlatih tari penutup yang kami sebut tari “Ya Qasim”. Sampai kami merasa kekuatan pagelaran seni yang akan kami bawakan terletak di tari penutup ini.
Awal pertemuan yang kami sikapi dengan santai waktu itu, karena mengingat waktu yang diberikan untuk persiapan pagelaran seni ini cukup panjang. Ternyata malah menjadikan kelas kami tertinggal, kelas lain yang bahkan sudah sampai pengadeganan, kelas kami justru baru sampai rekaman.Pertemuanyang seharusnya diisi untuk latihan malah tidak bisa efektif dan berjalan semestinya.Pelatih yang mungkin karena tidak hanya memegang satu kelas, tapi juga beberapa kelas menjadikannya tidak bisa hanya fokus kepada kelas kami, alhasil dalam melatih pun menjadi kurang maksimal. Kurang dari seminggu sebelum pelaksanaan pagelaran seni, kelas kami baru selesai pengadeganan, yang artinya hanya tinggal beberapa hari saja waktu untuk pematangan pagelaran seni ini.
Dua hari sebelum hari H itu gladi kotor, dan ternyata kelas kami mendapat giliran terakhir.Jam setengah sepuluh malam kami baru mulai gladi kotor dan setelah selesai dilanjutkan diskusi singkat dengan pelatih. Sampai jam sebelas aku baru sampai di rumah, ini merupakan pengalaman pertama ku karena sebelumnya tidak pernah pergi sampai selarut itu.
Sampai tiba waktu pertunjukan pagelaran seni, kelas kami mendapat giliran ke 2. Khawatir rasanya karena bahkan kelas kami pun tidak melakukan gladi bersih, sehingga membuatku tidak benar-benar siap untuk acara pagelaran ini. Datang ke sekolah untuk persiapan kostum dan make up dari jam 3 pagi. Saling meyakinkan kalau acara ini harus lancar dan sukses. Sampai tiba waktunya kelas ku tampil. Aku berdiri dibelakang panggung untuk bersiap menampilkan tari pembuka pertunjukan kelas kami. Hingga yang seharusnya semua berjalan semestinya tiba-tiba terjadi kendala. Salah satu properti jatuh tepat disampingku, properti berupa pohon kelapa yang cukup besaryang jatuh sedikit mengenai kepala ku. Membuatkunsempat gak fokus dan malu sebenarnya, tapitetap berusaha profesional. Dan setelahnya banyak properti yang berjatuhan karena angin pagi itu cukup kencang. Membuat penampilan kami menjadi tidak bersih, tetapi kami berusaha profesional untuk itu.
Pagelaran seni ini memberiku banyak kesan dan pengalaman. Melalui pagelaran seni ini aku mengerti tentang arti kerja sama, gotong royong, saling membantu satu sama lain. Mengerti bagaimana cara bekerja di sebuah tim dengan tiga puluhenam kepala didalamnya, dengan maksud dan pemikiran setiap kepala yang pastinya berbeda-beda. Mengerti bagaimana tidak akan tercapaisuatu tujuan dalam sebuah kelompok tanpa keandilansemua anggotanya. Melalui pagelaran ini pula aku menjadi tahu akan cerita-cerita fiksi dibalik daerah-daerah yang ada di nusantara ini.

Perjuangan Seorang Pemuda Bernama Park



Hai perkenalkan namaku Park Soo Hee, mungkin kalian yang membacanya akan merasa sedikit aneh tapi begitulah nama yang diberikan oleh kedua orang tua yang bermarga Park. Sebenarnya aku memiliki nama lain tapi yasudahlah disini kan aku mau cerita tentang kakakku bukan tentangku. Aku akan meceritakan tentang kisah lebih tepatnya cerita bagaimana dia bisa menjadi seperti sekarang ini. Sebelumnya, aku memang meliki seorang kakak atau dalam bahasa korea nya disebut "oppa" yang bernama Park Jimin. Mungkin bagi sebagian orang atau bahkan semua orang di dunia tahu tentang siapa tentang oppa-ku itu. Park Jimin atau biasa dikenal dengan sebutan Jimin BTS. Dia adalah salah satu member dari boyband yang cukup terkenal di Korea Selatan bahkan sekarang mungkin sudah terkenal di dunia. Tidak bukan mungkin tapi memang iya boyband K-pop itu sudah terkenal di seluruh dunia. BTS atau Bangtan Sonyeondan tersebut sudah dikenal oleh seluruh dunia yang kebanyakan didominan oleh kaum wanita yang pastinya mereka tergila-gila dengan ketampanan para member dan tentu saja dengan kemampuan yang dimiliki dari masing-masing member. Oh apalagi oppa-ku, dia begitu tampan dan imut di usianya yang sudah berumur 24 tahun tersebut, siapa lagi oppa-ku kalau bukan Park jimin. Walaupun wajah kami beda jauh tapi kami lahir dari rahim yang sama dan orang tua kami juga sama loh. Oke cukup buat penjelasan tentang BTSnya, karena disini aku akan menceritakan tentang perjuangan ataupun rintangan apa saja yang dihadapi oleh kakakku dari dia debut sampai sudah menjadi seorang bintang terkenal di dunia dengan boygroup nya itu.
Park Jimin atau Jimin BTS merupakan salah satu member BTS sama seperti yang aku jelaskan tadi, dia mempunyai talenta yang cukup baik. Kakakku itu memiliki suara yang menurutku ataupun fansya yang disebut sebagai ARMY itu suara bagus banget dan juga kemampuan menari yang dimilikinya juga sangat mumpuni alias sangat baik karena dia juga teemasuk dalam dance line di dalam grup yang berada di bawah naungan Bighit Entertainment alias Bangtan Sonyeondan atau BTS selain J-Hope dan Jungkook yang merupakan salah satu member BTS juga. Aku cukup tahu mengenai hal ini karena aku adiknya maksudnya aku cukup tahu tentang hal tersebut karena dia pernah di sekolahkan di sekolah menari selama beberapa tahun. Aku begitu bangga dan bersyukur sebenarnya memiliki seorang kakak seperti dia dan keluargaku ayah dan ibu pun begitu bangga dengan dia padahal aku juga tidak begitu buruk untuk dibanggakan walaupun aku tidak sehebat dia. Itu disebabkan karena dirinya yang selalu saja bersikap baik kepada siapapun itu dan hatinya yang lembut seperti malaikat makanya dia sering disebut sebagai malaikat oleh para fans nya maupun oleh para member yaitu para hyung nya yaitu Kim Seokjin, Kim Namjoon, Jung hoseok dan juga oleh Kim Taehyung dan Jeon Jungkook. Aku saja sebagai adiknya tidak bisa marah kepadanya karena aku begitu gemas jika melihat dia marah ataupun kesal karena wajahnya yang terlalu imut itu. Dan jangan lupa dia juga merupakan idolaku atau bias ku di BTS walaupun dia kakakku tetap saja aku mengidolakannya baik sebagai kakak maupun sebagai idol dia mempunya peran yang berbeda dalam diriku.
Awalnya aku berpikir semuanya akan baik-baik saja ketika dia mulai   merintis karirnya sebagai seorang "idol". Jimin yang mulai disibukkan semenjak menjadi Trainee hingga sampai dirinya dan anggota BTS lainnya memulai debutnya pada tahun 2013. Dia semakin jauh dari jangkauanku, iya walaupun aku adalah adik dari seorang Park Jimin tetap saja aku sekarang seperti seseorang yang asing baginya Jimin yang disibukkan oleh semua tanggung jawab yang sekarang menjadi tugasnya yaitu sebagai idol. Aku ingin Jimin yang dulu, seorang Park Jimin yang menjadi kakakku bukan hanya menjadi seorang idol bagiku. Tetapi, walaupun seperti itu dia tetap berusaha memberi kabar kepadaku, ayah dan ibu. Dan dia juga berkunjung ke rumah itupun sangat jarang sekali. Pernah juga aku tidak sengaja bertemu dengannya di jalan. Kebetulan waktu itu aku lagi di Seoul jadi aku sekalian berlibur. Dia sedikit berubah, tidak lebih tepatnya dia banyak berubah. Berubah dari segi postur tubuh dan sikapnya atau mungkin itu hanya perasaan seorang adik kepada kakaknya yang sudah lama tidak bertemu. Tapi, jika dilihat diatas panggung dia begitu berbeda dari yang sekarang di hadapanku. Jimin selalu menjadi seorang yang profesional diatas panggung dan itu pun terasa sampai dia diluar stage saat dia tampil. Seperti yang sekarang aku liat bahwa dia sedang tidak jadi dirinya sendiri. Dia mencoba untuk menjadi orang lain.
"Bagaimana kabar kau kak? Kau keliatan begitu berbeda dari terakhir kali aku melihatmu? "
"Hai Soo Hee, kenapa kau disini? Oh kabarku baik-baik saja. Bagaimana kabar ayah dan ibu? Apakah mereka sehat? "
"Apakah kau benar-benar lagi baik-baik saja, kelihatannya kau sedang menutupi sesuatu dariku? "
"Hmm itu..... Baiklah aku duluan ya. Mungkin aku juga sudah ditunggu para memver di dorm. Hati-hati Soo Hee. " jimin langsung memutus pembicaraan kita dan dia langsung pergi begitu saja.
Setelah kejadian tersebut aku dan Jimin sudah tidak bertemu sama sekali karena dia yang disibukkan dengan kegiatannya dalam mempromosikan album terbaru mereka dan akan mengadakan konser Love Yourself yang sudah diadakan pada 25 Agustus 2018.
Sebelum aku mencertiakan seorang Park Jimin kakakku yang sekarang, aku akan mencerutakan terlebih dahulu tentang perjuangan dia dari awal sebelum debut dan menjadi seorang idol yang terkenal seperti sekarang.
Perjalanannya hingga sampai di dunia entertainment saat ini berawal dari gurunya yang menyarankan Jimin untuk ikutan audisi setelah ia pindah ke Busan High School of Arts tepatnya di modern dance department.
"Jiminie aku harap kau tidal menyiakan bakat yang kau miliki saat ini. "
"Maksud bapak bagaimana, saya kurang paham? "
"Karena saya mengenalmu sudah lama saya menyarankan kepadamu untuk mengikuti audisi di dunia entertainment. Kau mempunyai bakat yang cukup kompeten jimin. "
"Bisa saya pikirkan dulu dan saya bicarakan sama keluarga saya pak. "
"Baik, saya harap kau tidak salah memilih."
Setelahnya Jimin berbicara kepada kedua orang tuanya mengenai hal tersebut dan mereka setuju saja juga aku sebagai adiknya mau gimana lagi karena itu yang terbaik buat dia dan siapa tahu bisa mengubah ekonomi dalam keluarga kita. Akhirnya, Jimin mengikuti salah satu audisi yang diadakan oleh agensi kecil di Korea Selatan yang bernama Bighit Entertainment. Yap agensi tersebut merupakan agensi yang cukup kecil di Korea Selatan dan tidak begitu terkenal di kalangan masyarakat. Jimin merupakan member terakhir yang bergabung dalam BTS. Dia mengikuti audisi tersebut dengan menunjukkan bakatnya dalam menari balet dan hal tersebut membuat bighit sedikit mempertimbangkannya. Sebenarnya 2 hari sebelum debut resmi BTS, Jimin hampir tereliminasi dari grup tersebut. Aku tau hal tersebut bukan karena dia cerita sama aku melainkan aku tahu dari acara tv yang aku tonton. Hal ini terungkap saat BTS tampil di program khusus Mnet berjudul "BTS Comeback Show DNA" yang tayang pada Kamis, 21 September lalu. Dan itu sedikit membuatku merasa sedih karena melihat kakakku berjuang sendiri tanpa ada yang membantu. Dan untungnya ada salah satu member yang membantu Jimin agar tidak tereliminasi dari grup tersebut, dia bernama Kim Taehyung atau sering dikenal dengan nama "V". Dia seumuran dengan kakakku dan dia cukup dekat dengan kakakku mereka sering bertukar cerita baik sedih maupun senang.
"Saya harap Bang PD tidak mengeluarkan Jimin sebelum debut karena dia sangat berusaha dan terus berlatih dengan giat untuk menunjukkan bahwa dirinya itu pantas untuk ikut dalam grup ini dan berjuang bersama kami membuktikan kepada semua orang bahwa kami walaupun dari agensi kecil di Korea Selatan kami akan terkenal dan memiliki fans di seluruh dunia. "
Bang PD selaku pimpinan dari Bighit Entertainment sempat termenung memikirkan apa yang sudah dikatan oleh V waktu itu dan dia pun akhirnya menyetujui dan tidak akan mengeluarkan Jimin.
"Baiklah, saya akan memberi dia kesempatan untuk menunjukkan bahwa dia pantas untuk menjadi seorang idol. "
Semua anggota merasa bahagia karena mendengar hal terdebut. Dan juga pada acara tersebut Jimin menyebutkan bahwa tanpa dirinya bts tidak akan terbentuk ya walaupun itu cuma lelucon yang dia katakan untuk menghibur para fans.
Setelah menceritakan kisahnya, Jimin berkata, "Ada terlalu banyak orang yang bertentangan denganku".
Member BTS lainnya ikut menambahi, "Dia hampir saja tereliminasi dua hari sebelum debut resmi kami".Jimin pun mengangguk dan berkata cepat, "Tapi BTS itu jadi lengkap karena aku."
Hal tersebut aku dengar dari acara yang aku tonton tadi. Di sesi lain di acara yang sama, Jimin menambahkan jika dirinya juga pernah melalui masa-masa sulit selama berjuang menjadi seorang artis seperti yang diimpikannya. Dalam perjuangan yang sulit tersebut, kakakku tidak lepas dari sosok V. Pasalnya, sejak masa trainee dulu, Jimin dan V memiliki hubungan paling dekat dibandingkan dengan member lainnya. Sama seperti yang aku katakan tadi bahwa V dan Jimin seperti seorang saudara mereka sangat dekat sekali, padahal aku sebagai adiknya saja jarang seperti itu. Idol yang memiliki nama asli Kim Taehyung itu pernah menceritakan masa-masa yang mereka lalui bersama.
            "Sejak masa trainee kami, kami datang ke Seoul tanpa petunjuk. Kami terbangun, mengenakan seragam sekolah dan bersekolah di sekolah yang sama. Kami makan bersama, pergi berlatih dan kembali ke asrama. Lalu kami berbicara di malam hari. Setelah 6 tahun seperti itu, dia adalah teman yang sangat aku sayangi," kata V.
"Iya kami begitu dekat bahkan adik saya pun kalah dengan V karena kedekatan yang kami jalani ini sudah seperti saudara. Begitupun dengan member lain kami selalu mencoba untuk membuat semuanya supaya terlihat baik-baik saja meskipun ada masalah kita akan mencoba menyelesaikannya dengan kepala dingin. "
Setelah menghadapi perjuangan yang begitu sulit, akhirnya Jimin dan member BTS lainnya kini mendapatkan hasil yang sepadan dengan apa yang mereka perjuangkan dulu. Salah satunya album bts masuk ke salah satu deretan lagu di billboard dan mereka juga memenangkan artis terpopuler di sosmed. Begitupun kakakku dia akhirnya mendapatkan kesuksesan yang cukup mengagumkan. Dia dan memver bts lainnya akan mengadakan konser Wing Tour yang diadakan pada tahun lalu. Bukti dari konser tersebut yaitu adanya video yang menceritakan bagaimana kisah dibalik konser tersebut yang memperlihatkan bagaimana perjuangan member BTS mempersiapkan konser tersebut supaya berjalan lancar dan tidak mengecewakan fans mereka. Salah satu yang selalu aku ingat adalah disaat kakakku Park Jimin mengalami berbagai masalah pada waktu konser Wings Tour tersebut berjalan. Waktu itu aku ikut menonton konser tersebut dan waktu bagian Jimin nyanyi lagunya yabg berjudul "Lie" aku mendengar bahwa suaranya sedikit fals dan aku melihat wajahnya yang menunjukkan kalau dia merasa kecewa dengan apa yang dia tampilkan. Aku mendengar bahwa Jimin menangis waktu sampai di belakang stage dan aku pun langsung menyemangatinya karena berhubung konser sudah selesai dan mungkin dia sedang istirahat.
"Aku mendengar bahwa kau tadi merasa kecewa ya dengan apa yang sudah kau tampilkan?"
"Bagaimana kau tau? "
"Aku ini adikmu jadi aku tahu semua tentangmu, bagaimana sikapmu saat sedang ada masalah. "
"Hmm.. Yaudah makasih atas perhatianmu. Jaga kesehatanmu ya titip salam juga sama ayah dan ibu. Disini aku sedang berjuang untuk menjadi lebih baik lagi. saranghae Park Soo Hee. "
"Iya nado saranghae oppa. Jaga kesehatanmu juga jangan selalu memaksakan apa yang diinginkan oleh fansmu. Mereka juga khawatir kepadamu. Iya nanti aku sampaikan kepasa ayah dan ibu. Sana istirahat. "
"Iya. Kau hati-hati"
Iya begitulah percakapanku dengan kakakku yang terbilang cukup singkat. Tapi itu tidak apa-apa yang penting aku tahu bagaimana keadaannya.
Sudah, cuma segitu yang bisa aku ceritakan tentang kakakku Park jimin dan sampai sekarang pun aku selalu bahagia walaupun dia jarang berkumpul denganku tapi aku selalu menghadiri acara yang ada dia nya. Perjuangan seorang Park Jimin memang sangat membuahkan hasil sampai sekarang pun perjuangan tersebut tidak dilupakan oleh dia karena tanpa sebuah perjuangan dia tidak akan dikenal oleh semua orang bahkan oleh seluruh dunia sekaligus karena bakatnya dalam menyanyi, menari dan ketampanan yang dimilikinya. Begitulah kisah seorang Park Jimin dalam menggapai kesuksesan yang dimilikinya.

Ayo Gabung di Sini !!

Arsip Blog