Minggu, 15 November 2009

KITAB SUCI AL QUR’AN KOK BERSERAKAN DI LACI KAYAK SAMPAH

Oleh : M.Iqbal
Kelas : XI ips 1
No : 18


Sekolahku penuh dengan sampah apalagi dilaci semua kelas dari kelas sepuluh sampai kelas dua belas. Sikap semua siswa yang semena-mena membuat siswa tidak betah apalagi sampah basah, jika dibiarkan lama-lama menjadi busuk dan baunya tidak enak. Jika saja diberikan sanksi yang sangat tegas mungkin kelas ku akan terlihat indah dan terhindar dari bau busuk……amien. Apalah kata orang tentang sekolah ku yang paling bagus mungkin jika tahu tentang bahwa siswa-siswinya tidak menjaga kebersihan mungkin mereka akan berkata sebaliknya, tetapi itu semua bisa dihindari dengan adanya pengetahuan yang mendalam tentang bahaya yang ditimbulkan dan akibatnya bagi kelangsungan kehidupan sekolahku jika membuang sampah tidak pada tempatnya/sembarangan. Perlu adanya hari dimana setiap hari itu di adakan hari kebersihan bagi semua kelas, bagi kelasnya yang paling bersih dan bebas dari sampah, bau busuk, dan juga bebas debu sedikitpun dikasih hadiah sepantasnya atau bisa dikasih penghargaan sebagai kelas paling bersih. Sebagai salah satu sekolah terbaik dikota pekalongan tidak sepantasnya ruang kelas sekolah ku penuh dengan sampah dan bau apek. Mungkin tidak hanya soal sampah yang berserakan dilaci tetapi bagaimana dengan kitab suci Al Qur’an yang juga ikut-ikutan berserakan dilaci, sebagai sekolah yang berpendidikan agama islam tidak sepantasnya juga meletakkan kitab suci Al Qur’an secaara sembarangan. Perlu adanya razia kelas dimana kelas yang banyak sampahnya dan Al Quran berserakan dilaci diberi sanksi yang tegas, dan perlu juga ketegasan dari semua Bapak/Ibu pengajar. Karena sesungguhnya kebersihan adalah sebagian dari iman.
Tidak hanya sampah tetapi juga dengan adanya system “moving class”. System ini menuai pro dan kontra setiap siswa-siswi, ada yang beranggapan kenapa harus ada “moving class” padahal tidak ada segi positifnya atau negatifnya hanya saja mereka yang lupa akan barang-barang nya tertinggal, hal ini juga dapat dimanfaatkan oleh siswa-siswa yang tak bertanggung jawab mereka dengan tanpa dosa mengambil yang bukan haknya tapi apalah nasi sudah jadi bubur barang yang telah diambil tidak dapat dikembalikan ke tangan pemilik kecuali mereka yang ketahuan aslinya. Tidak hanya pada waktu “moving class” tetapi juga di parkiran mereka pun mengambil yang bukan haknya mereka seperti tidak mengenal dosa mereka mengambil dengan semena-mena tanpa tahu siapa pemiliknya inilah cita-cita sekolah ku yang ingin dicapai dangan adanya manusia-manusia yang tak bertanggung jawab, inilah yang disebut sebagai sekolah terbaik dikotaku dengan siswa-siswanya yang tak bermoral yang semena-mena.
Loading...

Ayo Gabung di Sini !!

Arsip Blog