Kamis, 09 Oktober 2014

PAGELARAN SENI BUDAYA MENYELAMATKAN BANGSA. ...JOZZZZZZ



INI CERITAKU, APA CERITAMU ?????
by //: inka sukma xii.opa.2

Cerita awal Pagelaran ini dimulai dari pembahasan kita mengenai apa yang akan kita tampilkan untuk para penonton yang ada. Konsep awal kelas kita adalah menampilkan budaya dari Negara Indonesia (tari dan drama), Jepang (tari, musik, dan drama), dan Belanda (musik dan drama) , dengan  menunjukkan budaya dari masing-masing Negara tapi dengan cara di kemas menjadi satu penampilan yang menakjubkan dengan judul BUDAYA MENYELAMATKAN BANGSA.
Setelah kita tau apa yang akan kita tampilkan kan, kita langsung mencari referensi guru dengan cara bertanya kepada Pak Saiful atau pun referensi dari teman-teman sekelas. Setelah beberapa kali mendapat referensi, kita berhasil menemukan guru yang tepat. Guru ya ng pertama adalah Mr. Tamakun, dia guru drama kita, konsep drama kolonial juga dimatangkan oleh Mr. Tamakun. Guru yang kedua adalah Mrs. Hesti, menurut saya dia guru yang tepat karena sudah pernah menari sampai di AS, apalagi ia pernah tinggal di LA, kerennya bukan main :D. Sedang yang terakhir MUSIK, baik music band maupun drumband kita tidak memakai guru, karena tau sendiri IPA2 itu sudah banyak musisinya hehe, jadi suddah pasti kita bisa mempelajarinya sendiri.
Latihan yang pertama ini adalah latihan untuk yang main alat music band, yaitu Inka, Fuad, Adi, dan Dimas. Seperti biasanya pertama latihan kita latihan niat banget, tapi akhirnya latihan yang bener cuma sebentar, habis itu langsung kita jamsesion dadakan bareng temen yang ada di studio. Dari rock sampe dangdut kita mainin dengan cara langsung haha. Kita latihan band kadang di studio sekolah kadang juga ke rumah dimas di batang. Kadang kita ada miss, kadang kita ga sejalan juga, jadi kadang ada yang uring-uringan. Sampe akhirnya kita bisa menyelesaikan musik untuk opening tari, tugas kita latihan band selesai.

Selanjutnya para master IPA 2 harus ngajari cowok-cowok yang main alat music drumband, itu pengorbanan yang bukan main capek dan bongkonya. Udah diajarin bener-bener ada yang mainan, ada yang ga pernah berangkat, sebenernya waktu itu sempet agkat tangan nangani mereka --. Sampe sekarang masih keinget, gimana susahnya kita latihan 11 orang sekaligus yang bermain dengan alat music yang berbeda dan harus tetap selaras. Dari bass, snare, trio, gitar bass, sampe double keyboard dengan efek berbeda haha itu luar biasa. Sempet inget juga waktu salah orang ada ynag marah sama satu anak, yang kalo diajarin ngoceh sendiri, bilang bisa tapi nyatanya ngekkkkk ancurrr. Perlu kesabaran tersendiri di grup drumband ini, dan akhirnya kita bisa memainkan lebih dari 5 lagu daerah dengan banyak alat music.

Latihan tari pertama kali itu di rumah Bu hesti, aku ga ikut nganter karena harus ajarin mereka yang drumband di sekolah.  Para penari mulai latihan gerakan yang di beri Bu hesti dan diiringi oleh music opening yang dimainkan oleh band, yang sebelumnya telah direkam. Mereka latihan itu cukup lama, sampai akhirnya mereka menyelesaikan tari opening mereka. Lalu dilanjutkan mereka latihan dengan music closing yang dimainkan oleh drumband, menurut saya itu gerakan sangat baik karena telah dipadu-padankan oleh gerakan di luar gerakan gerakan tari Jawa. Mereka udah lihai menari untuk opening dan closing.
Para penari sering latihan sendiri, seperti pada waktu itu para penari latihan di Cempaka, sanggar senam. Saya ikut menemani mereka saat latihan di Cempaka, itu pengalaman yang ga bisa di lupakan. Gimana awalnya kita nunggu ibu-ibu selesai senam, dan disana ketemu mbak-mbak yang dianter ke Cempaka sama polisi gara-gara dia ketilang, kasihan sih tapi lucu juga hehehe. Setelah cerita itu kita mulai nunggu temen-temen pada dating, yaps sampai akhirnya kita udah pada kumpul. Kita mulai masuk tempat latihan, enaknya latihan di Cempaka itu kita bisa liat gerakan kita dan temen-temen kita lewat kaca yang mengelilingi tempat latihan, ya awalnya ada yang foto-foto dulu hehe biasa lah narsis. Langsung setelah semua siap termasuk kamera dan music rekaman, kita mulai latihan. Beberapa kali kita latihan, dan akhirnya dapet capeknya juga. Kita main-main dulu di sana, pertama kita ikutin gerakan Zumba dari laptop itu asik banget. Yang kedua ada yang foto-foto termasuk saya juga ikutan, dan yang ketiga kita main bola karet yang buat senam, kita naikkin, atau kita lempar-lemparin ke temen lain, itu seru banget. Saking asiknya main, kita ga sadar kalo yang punya sanggar (read : MAMI)) masuk, sampai akhirnya kita sadar, dan cuma mringis-mringis karena malu. Malah Mami ngajarin kita gerak-gerakkan senam haha, dari yang ga pake alat sampe yang pake bola karet yang kita mainin tadi. Akhirnya setelah itu kita mulai latihan nari lagi dari gerakan-gerakan tari opening sampai tari closing. Setelah diulang beberapa kali kita mnyudahi latihan hari itu. Wow latihan yang menyenangkan guys J.

Latihan drama, ini adalah latihan paling mengesalkan menurut saya, banyak membuang waktu, banyak juga anggota grup drama yang tidak datang saat latihan, dan susahnya mencari jadwal kosong Mr Tamakun, karena dia termasuk seniman Kota Pekalongan yang sibuk, apalagi jadwal latihan kita itu berdekatan dengan Hari Batik di Pekalongan, jadi ya sudah pasti drama itu banyak mundurnya. Music dan tari udah oke tapi drama nya belum apa-apa.
Bahkan kita baru rekaman vocal drama H-14, dan rekaman itu baru jadi H-7 acara. Gimana emosinya ketika ada yang males-malesan latihan. Aku sempet mikir apa mereka ga inget uang yang mereka bayarin buat guru tari dan drama. Kita semua iuran per minggu 15 ribu, kita bayar denda kalo telat. Dan itu denda banyak nggak jalannya.

Latihan gabungan kita mulai dari music dan tari opening sampe drumband dan tari closing. Awalnya kita latihan di aula sekolah, tapi ada anak yang bilang “nanti kalo latihan di sekolah ga surprise”. Oke setelah itu kita coba latihan di luar sekolah. Gimana kebayang nya bawa alat alat drumband yang gedenya segitu. Akhirnya kita yang naik motor bonceng boncengan bawa barang barang itu ke Karesidenan. Dan yang bilang suruh pindah tempat latihan itu ga bantuin mindahin barang barang ke tempat latihan, kampreetttt malah mainan hp.

Ada juga yang ga pernah ikut latihan gara-gara ga boleh keluar, hahah jaman sekarang masih aja dipingit, padahal keluar kan cuma buat lathan, bukan buat main-main yang ga jelas. Giliran kita udah siap semua dia baru ngajak latihan, dia ga ngebayangin gimana seringnya dan lincahnya temen-temen lainnya nari, kan kasihan yang latihan tari terus, jadi bosen kalo di suruh dikit-dikit latihan. Certita tentang temen-temen yang ngeselin udah cukup, sampe di sini dulu hehehe. Tapi walaupun suka buat dongkol, mereka tetap temen-temen terbaik yang pernah ada dalam hidupku.

Mendekati hari H kita mulai sering latihan di luar sekolah, yang pertama kita latihan di Karesidenan. Latihan di Karesidenan dimulai dari pulang sekolah sampai sekitar jam 4 sore, kendala latihan di Karesidenan yaitu kita harus gotong royong membawa alat-alat drumband, sound, bass, keyboard ke lokasi. Di latihan pertama di luar sekolah ada kendala besar nya adalah waktu udah kumpul semua, malah jack penyambung keyboard ke sound itu ngadat, temen-temen penari bilang “ayo mulai cepetan” enak aja mereka bilang gitu, padahal yang main music lagi ngakalin gimana caranya biar suara keyboardnya keluar di sound. Maka diantara mereka yang tidak sabar, ijin pulang. Satu per satu pada pulang, akhirnya kita memutuskan untuk menyudahi latihan. Latihan kedua di luar sekolah itu di Gor Jetayu, awalnya mau tetap latihan di Karasidenan tapi, ternyata Karesidenan masih ada acara. Kita bawa alat-alat ke tempat latihan, terus kita mulai latihan. Nah di tengah-tengah latihan ada bapak-bapak nyamperin kita, ternyata dia penjaga Gor. Kita ga ngerti kalo mau pake depan Gor itu harus tetep ijin, kita yang salah juga ga ijin dulu. Tapi yaudah masalah itu beres, kita lanjut latihan, sampai akhirya kita ngrasa udah cukup. Kita pulang ke rumah masing-masing setelah membawa alat-alat kembali ke sekolah. Latihan gabungan di luar sekolah yang ketiga itu tempatnya di Wapres, di wapres ada lat music band, jadi sekalian yang opening bisa main secara live. Keuntungan latihan di wapres itu ada fasilitas yang aku sebutin tadi, di tambah ada sound nya lengkap. Cuma pada waktu latihan di Wapres para penari itu di hantui oleh bayang-banyang dimana mereka harus ke rumah Bu hesti buat ngepasin baju. Jadi mereka piker, udah aja latihannya, kita kan juga mau ke tempat Bu hesti. Jadi banyak yang ga konsen hari itu. Lagi-lagi ditambah pemain drama yang di latih secara terpisah oleh kita yang main music dan nari. Padahal sebagian pemain drama itu juga sebagai penari dan pemain drumband. Sampai akhirnya setelah dhuhur jam 1 siang, kita memutuskan untuk mengakhiri latihan di Wapres.

H-7 kita mulai latihan di lapangan basket sekolah, waktu itu sekolah hari bebas, soalnya setelah UAS1. Jadi kita mulai latihan itu jam 7 pagi, tapi seperti biasa molor sampe jam 8 pagi. Alat-alat udah standby di lapangan voli, kita langsung mulai latihan, tapi bedanya dengan latihan-latihan gabungan sebelumnya, kita hari itu itu sudah latihan dengan kelompok drama, karena rekaman juga udah jadi. Latihan hari itu melelahkan, ada sinar terik matahari yang menyinari kita. Sampai akhirnya kita lelah dan menyudahi latihan hari itu.?

H-4 / H-3 kita mulai latihan di lapangan basket sekolah, yang merupakan tempat kami akan tampil. Setelah latihan dari lapangan voli, kita pindahkan alat-alat dumband ke lapangan basket. Kita menata property drama, tari, dan drumband. Kita mulai latihan di temani oleh Mas Tamakun, banyak pengarahan dari mas Tamakun. Sampai akhirnya latihan kita selesai. Melelahkan sekali menurut saya.

H-1 kita gladi bersih dan hanya di beri waktu 20 menit, itu waktu yang sangat singkat untuk menyiapkan property yang akan kami pakai. Gladi bersih di lapangan sekolah tidak efisien untuk kelas kami. Akhirnya kami melanjutkan latihan di Taman baca sampai jam 5 sore kami selesai latihan.

Hari H, kita mulai datang jam 5 pagi ke sekolah, karena kita menurut jadwal tampil pukul 9 pagi. Yang datang terlebih dahulu akan di dandani, khususnya untuk pemain drama dan penari. Banyak diantara mereka yang datangnya molor. Arena kita berangkat jam 5 pagi, maka Addina telah menyapkan makan pagi untuk kita. Saya sampai sekolah masih sepi, tapi tak berapa lama kemuadian saya melihat addina, langsung samperin dia, bantuin barang-barang yang haus di bawa nya, termasuk makan pagi dan minumnya. Makan dan minum udah ada, langsung deh ambil makan dulu hehe, sambil nunggu giliran dandan. Persiapan udah 90%, yang dandani bilang “kalo tampilnya diundur bisa ? soalnya ini ga cukup waktunya”. Mendengar perkataan itu ‘ngekkk’ langsung panic deh. Sambil nunggu mereka yang belum selesai dandan, kita yang udah selesai turun ke bawah, untuk menyiapkan property. Kelas sebelum kita udah hamper selesai, dan yang lain belum turum, pada waktu itu sempet emosi juga si, karena mereka nya nggak cepat tanggap sama yang aku maksut. Aku mndar-mandir ke atas, tapi mereka belum turun-turun juga. Sampai akhirnya mereka udah selesai semua, cukup lega pada saat mereka udah pada ada di dekat lapangan basket.

Dan ini waktunya kita menunjukkan apa yang telah kita pelajari selama beberapa bulan. Kita mulai memposisikan dimana tempat kita masing-masing. Setlah itu mulai lah pertunjukkan yang menurut saya luar biasa, akulturasi budaya dari 3 negara yang dikemas jadi 1 pertunjukkan. Dimulai dari aba-aba pemain drum yang tidak lain adalah saya. Awal pertunjukkan adalah Musik band dan tari opening, kedua adalah drama, ketiga saya dan teman-teman menyanyikan lagu Indonesia Pusaka yang diiringi keyboard, dan yang terakhir adalah tari closing yang diiringi oleh drumband, keybord, dan bagg gitar. Itu sangat menakjubkan, tidak akan bisa terlupakan, perjuangan kita tidak sia-sia, IPA 2 BISA !!!!!!!!!!!

Loading...

Ayo Gabung di Sini !!

Arsip Blog