Rabu, 01 April 2009

TERIMA KASIH

TERIMAKASIH SAYANGKU

Namaku Hani Priatna Kusumah, tapi orang – orang biasa memanggilku dengan sebutan gembrot. Ya memang sih badanku agak gendut, tapi sebenarnya nggak gendut – gendut amat kok!
Aku punya sebuah kisah yang sangat menarik, yang tidak akan pernah aku lupakan sampai kapanpun. Kisah ini adalah kisah cintaku dengan Bian.

Waktu itu aku masih duduk di bangku SMA.Bian itu adalah kakak kelasku. Aku mengenal dia ketika dia mengumumkan kegiatan ekstrakulikuler PASUS(Pasukan Khusus). Pertamakali aku melihat dia, aku menyukai dia secara fisiknya saja. Badannya yang tinggi dan kekar, kulitnya yang putih, serta rambutnya yang pirang, memang membuat semua cewek jadi tergila – gila dengannya, begitu pula denganku. Karena aku begitu tergila – gila sama Bian, aku jadi ikut ekstrakulikuler PASUS ,walaupun sebenarnya, aku paling males sama yang namanya baris – berbaris. Setelah aku masuk ke dalam anggota PASUS, aku jadi lebih mengenal Bian. Dia ternyata orangnya disiplin banget. Aku pernah telat lima menit saja langsung disuruh lari ngelilingin lapangan sebanyak tiga kali.Tapi karena kejadian itu aku jadi tambah suka sama si Bian, karena aku tau kalau sifatnya itu baik.
Ada satu kejadian yang membuat jantungku berdetak cepat.Waktu itu aku berangkat ekstrakulikuler PASUS, aku membawa sebuah buku yang berjudul “Resep – resep Aneka Kue”. Buku itu aku letakkan di atas meja di dalam kelas dan aku berada di lapangan. Sewaktu aku pulang aku lupa membawa buku itu. Dan malam harinya Bian datang ke rumahku.

“Ini buku kamu ya?”
“Iya.”
“Tadi buku ini aku temukan di kelas X.1, aku baca,ternyata punya kamu.”
“Oh.”
“Suka masak ya?”
“Iya.”
“Kok suka masak?Kenapa?”
“Ya biar nggak malu aja…”
“Malu?Malu kenapa?
“Ada deh..!”

Aku benar – benar gugup saat itu. Itu pertama kalinya ada cowok yang datang ke rumahku.Tetapi walaupun aku gugup tetapi aku tidak memperlihatkan kegugupanku itu.

“Kak Bian udah makan?”
“Belum sih.”
“Makan yuk!”
“Ah, nggak usah.Terima kasih.”
“Nggak apa – apa kok.Yuk!”
“Ya udah deh.”

Kami makan sambil berbincang – bincang. Bian menanyakan kepadaku, apakah makanan itu yang membuat aku sendiri. Dan aku menjawab ya. Memang buatanku sendiri, nggak bohong. Dan dia mengatakan kalau masakanku enak.
Semenjak itu hubunganku dengan Bian jadi lebih akrab.Aku senaaaaaang sekali.

Suatu hari ketika aku sedang mengunjungi sebuah panti asuhan di kotaku, aku bertemu dengan Bian. Dia bertanya kepadaku kenapa aku ada di tempat itu. Aku jawab saja kalau aku suka pergi ke tempat itu, karena jika aku pergi ke tempat itu akan merasa senang.

……………

Ketika Bian duduk di kelas tiga, aku merasa sedih sekali, karena sebentar lagi dia akan meninggalkan sekolahan ini. Aku sangat berharap agar Bian menyatakan rasa cintanya kepadaku. Tapi yang aku tunggu – tunggu tak juga kunjumg tiba. Aku tetap optimis kalau Bian suka kepadaku, dan dia belum menyatakannya kepadaku karena dia sedang sibuk untuk menghadapi ujian nasional.
Setelah ujian selesai dan Bian sudah mendapatkan universitas yang akan ia tempati, dia tak juga kunjung menyatakan cintanya kepadaku. “Kurang satu bulan lagi sebelum dia pergi dari sini.”Pikirku. “Masih ada waktu.Ya aku harus tetap optimis bahwa Bian suka sama aku.”



……………


Tiba – tiba saja aku demam tinggi, hingga aku harus dirawat di rumah sakit. Aku menggunakan kesempatan itu untuk memancing Bian, agar dia mau mengungkapkan rasa cintanya kepadaku. Aku membuat rencana dan aku memberitahukan rencana itu kepada Lila.

“Bi, Hani sakit, dan dia sekarang sedang dirawat di rumah sakit!”
“Sakit apa La?”
“Dia…..!”
“Kenapa La?Dia sakit apa?”
“Dia menderita kanker darah,Bi!Kata dokter umurnya sudah tidak Panjang lagi!”
“La, kita harus ke rumah sakit sekarang!Aku khawatir sama dia La!”

Setelah Bian sampai di rumah sakit, aku pura – pura tak sadarkan diri. Lila keluar dari tempat dimana aku di rawat. Bian berbisik kepadaku kalau ternyata selama ini dia munyukaiku. Aku bangun dan tertawa. Melihat itu Bian marah dan dia beranjak untuk keluar. Aku menarik tangannya dan aku pun mengatakan bahwa aku juga suka sama dia.
Tanggal 14 Februari, bertepatan dengan hari valentine dan bertepatan pula dengan hari ulang tahunku, aku dan Bian jadian. Senang sekali hati ini.Ditambah lagi Bian memberiku sebuah boneka beruang yang sangat lucu. Ternyata Bian mempunyai rencana akan meenyatakan cintanya kepadaku waktu hari valentine.


……………..
“Bi, sebenarnya aku punya sebuah rahasia.”kataku suatu ketika.
“Rahasia apa?”
“Sebenarnya sewaktu aku kecil, orang tuaku bercerai. Setelah itu aku memilih tinggal di panti asuhan. Ayahku menikah lagi, namun pernikahan beliau tidak berjalan lama. Mereka bercerai lagi. Begitulah seterusnya.Ibuku juga sama. Pernikahan ayah dan ibuku yang selalu gagal itulah yang menyebabkan tidak ada cowok yang mau denganku.Mereka menganggap bahwa itu adalah suatu kutukan buat keluargaku yang akan menular ke anaknya.. Tapi ayah dan ibuku sekarang sudah bersama kembali. Mereka saling mengintrospeksi diri sendiri.Mereka merasa masih saling mencintai.”
“Han, walau bagaimanapun keadaanmu, aku tetap sayang sama kamu kok!”
“Terima kasih ya Sayang!”
Kami berdua tersenyum.

Seminggu setelah itu Bian berpamitan untuk pergi ke Yogya. Aku sedih. Air mataku tak kuasa menetes. Tapi aku sadar, bagaimanapun ini akan terjadi. Aku akan berpisah dengan Bian.

……………

“Hai!”sapaku.
“Hai juga! Bagaimana kabarnya?”
“Baik!”
“Lama tidak bertemu ya?”
“Iya!”
Sejenak kami terdiam, kemudian Bian berbicara,”Han, Selamat datang ya di UGM!”
“Iya Bi!”
“Nanti malam kita jalan yuk!”
Aku hanya mengangguk.



THE END
Loading...

Ayo Gabung di Sini !!

Arsip Blog