Tampilkan postingan dengan label TUGAS SISWA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUGAS SISWA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juni 2009

“PBI 2, NE JEK TUTUP LOH….”











SABTU tanggal 2 mei 2009..



Tepatnya pada saat pelajaran seni budaya kita anak-anak ISTHREE diworo-woro oleh pak Saiful untuk mengunjungi PBI(PEKAN BATIK INTERNASIONAL) yang diadakan di sekitar lapangan Jetayu Pekalongan.Akhirnya kita semua berbondong-bondong menuju kesana. Walaupun waktu masih menunjukan pukul 07.30 kita tetap bersemangat bergembira ria gembiraloka.hahahaa..
Setibanya disana apa yang terjadi ???????? ihhh WAW !…ternyata bayangan yang kita harapkan berbeda.”PBI ne jek tutup leh..”, seru salah satu teman kita.Dan memang ternyata PBI na belum buka.pak.ipul pun segera mengambil tindakan untuk menyuruh kita untuk ke museum batik.Dengan langkah gontai kitapun menurutinya. GUBRAK !! ditengah perjalanan ada tragedi mengenaskan.untungnya hanya sebotol air minum milik pengendara yang menjadi korbanya(bocor!)
Sesampainya di museum batik kita semua kecewa karena tidak boleh masuk oleh penjaganya dengan alasan berbagai macam. Rasa kecewa kitapun hilang ketika salah satu teman kami mencetuskan ide untuk berfoto-foto ria. Setelah berbagai gaya kita pragakan pak ipul mengajak kami melencong ke pameran yang bertempat di karisidenan.
Alhasil yang kita dapatkan sama saja ‘TUTUP’, karena di sana pemandangannya indah. Daripada mubhazir kita gunakan untuk berfotoria lagi (hhee..). Setelah cukup puas kita jeprat jepret, kita memutuskan untuk kembali kesekolah. Lantaran sudah waktunya untuk pergantian jam(moving,,,,,). Sesampainya disekolah dengan wajah 3L (lemas,letih,lesu) kita mengikuti pelajaran matematika(Pak Agoes).
Demikian petualangan kita, semoga dapat menginspirasikan anda semua. Tak lupa kita ucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kita tetap semangat tetap ceria tetap jalan-jalan bersama pak ipul.

Salam manis.ISTHREE.qu ISTHREE.mu ISTHREE.qt

Tim redaksi :
.Amila azima as miimiL
.Dinny SR as mblegenduz
.Farah adiba as pacoll
.Havia wiladatina as kak.hpi
.Nur afifah as mpreet
.Rifky riyadi as curud

Rabu, 03 Juni 2009

SEJARAH MUSIK R'NB



R & B

Sejarah

R&B (ditulis juga RnB, singkatan dari rhythm and blues) adalah genre musik populer yang menggabungkan jazz, gospel, dan blues, yang pertama kali diperkenalkan oleh pemusik Afrika-Amerika. Istilah ini pertama kali dipakai sebagai istilah pemasaran dalam musik di Amerika Serikat pada tahun 1947 oleh Jerry Wexler yang bekerja pada majalah Billboard. Istilah ini menggantikan istilah musik ras dan kategori Billboard Harlem Hit Parade pada Juni 1949. Tahun 1948, RCA Victor memasarkan musik kulit hitam dengan nama Blues and Rhythm. Frasa tersebut dibalik oleh Wexler di Atlantic Records, yang menjadi perusahaan rekaman yang memimpin bidang R&B pada tahun-tahun awal. Pada awalnya R&B berkembang dengan ciri permainan musik blues dengan irama agak cepat. Instrumen musik yang lebih dominan selain gitar adalah tenor saxophone.

Pada tahun 1948, perusahaan rekaman RCA Victor memasarkan musik kaum kulit hitam yang disebut Blues and Rhythm. Pada tahun yang sama, Louis Jordan mendominasi lima besar tangga lagu R&B dengan tiga lagu, dan dua dari lagunya berdasar pada ritme boogie-woogie yang terkenal pada tahun 1940-an. Band Jordan, Tympany Five (1938) terdiri dari dirinya sebagai vokal dan pemain saksofon beserta musisi-musisi lain sebagai pemain trompet, saksofon tenor, piano, bas, dan drum.

Di Indonesia, musik R&B mulai muncul sekitar tahun 1990-an. Musik ini terus berkembang hingga sekarang. Beberapa musisi Indonesia yang membawakan jenis musik R&B antara lain, Glen Fredly dan Rio Febrian.

Tokoh R n B

Kenneth Edmonds

Babyface, Pembawa Keajaiban R&B

Jika jagat Middle Earth dalam legenda The Lord of The Rings memiliki sosok Gandalf, dunia musik R&B punya Babyface. Mereka membawa ”keajaiban” bagi dunianya masing-masing. Bahkan, bagi ”rakyat” R&B, Babyface—julukan akrab untuk Kenneth Edmonds—adalah keajaiban itu sendiri. Terjun dalam industri musik lebih dari 30 tahun, namanya menjadi jaminan baik sebagai penyanyi, musisi, penulis lagu, hingga produser rekaman. Pendek kata, hampir semua karya musik R&B yang mendapat sentuhannya melejit, sukses.

Pada sekitar akhir era 1980-an saat beberapa nama baru di dunia musik pop Amerika Serikat (AS) memperkenalkan istilah R&B dengan lagu-lagu yang bercirikan ketukan perkusi khas musik Afrika-Amerika, dipadukan dengan kemanisan melodi pop, muncul nama-nama seperti Bobby Brown, Boyz II Men, Toni Braxton, Johnny Gill, TLC, dan Az Yet.

Adalah tangan dingin Babyface yang berada di belakang sukses nama-nama itu. Bagaikan sulap, nama-nama itu ”tiba-tiba” menjadi terkenal di dunia musik dalam waktu relatif singkat.

Saat tampil pada Dji Sam Soe Super Premium Jakarta International Java Jazz Festival 2008, Minggu (9/3) malam, sebagian penonton baru pertama kali tahu bahwa lagu-lagu populer yang dibawakan nama-nama itu adalah karya Edmonds. Di tengah penampilannya selama hampir dua jam penuh, musisi kelahiran Indianapolis, AS, ini memainkan medley lagu-lagu ciptaannya yang populer lewat artis-artis tersebut.

Mengalirlah Don’t Be Cruel dan Rock Witcha-nya Bobby Brown, Can’t We Talk-nya Tevin Campbell, My My My yang pernah dibawakan Johnny Gill, I’ll Make Love to You dan End of The Road-nya Boyz II Men, Superwoman dari Karyn White, dan tiga lagu yang melejitkan nama Toni Braxton ke deretan bintang dunia: Breathe Again, Another Sad Love Song, dan You Mean The World to Me. Sudah barang tentu 99 persen hadirin malam itu mengenal lagu-lagu tersebut sehingga hampir sepanjang pertunjukan diisi dengan ”koor” penonton menyanyi bersama. ”Lho, yang ini ciptaannya Babyface juga, ya? Baru tahu...,” ujar seorang penonton sambil bergoyang mengikuti irama You Mean The World to Me.

”Entertainer”

Sebagai penyanyi dan musisi, kemampuannya tak bisa dianggap enteng. Edmonds memiliki suara khas, yang bahkan bisa dikenali dengan mudah saat ia mengisi suara latar sekalipun. Di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, ia mengawali penampilan dengan Knockin’ on Heaven’s Door-nya Bob Dylan sambil memainkan gitar akustik secara kidal.

”Musik-musik Bob Dylan dan James Taylor adalah yang membuat saya pertama kali jatuh cinta kepada musik,” ujar Edmonds sebelum pentas.

Yang mengejutkan, penampilan Edmonds di atas panggung sangat berbeda dengan gayanya di luar panggung. Di luar pentas, Edmonds tampil cool, mencitrakan seorang yang pendiam dan pemalu.

Namun, di panggung ia membuktikan dirinya sebagai entertainer sejati. Ia bisa menjadi sangat ”cerewet” menceritakan perjalanan kariernya sambil melontarkan lelucon-lelucon segar, bahkan beraksi ”liar” saat menarik seorang penonton perempuan ke atas panggung untuk dipeluk dan dirayu dengan lagu End of The Road. Sebagian penonton pun histeris.

Cinta pertama

Kenneth Brian Edmonds lahir 10 April 1958, sebagai anak kelima dari enam bersaudara pasangan Barbara dan Melvin Edmonds. Perkenalannya dengan musik diawali saat ia masih sangat muda. Di panggung, ia bahkan mengaku menulis lagu pertama ketika kelas 6 SD.

”Saat saya di kelas 7 atau 8 (setara kelas 1 atau 2 SMP), saya biasa pergi ke gereja tiap hari Minggu dan mendengarkan musik di sana,” kenangnya.

”Tetapi, ketika pendeta mulai khotbah, saya suka kembali ke mobil untuk dengerin radio. Biasanya saya mendengarkan radio R&B yang juga memutar lagu-lagu gereja. Lalu, saya pindah ke stasiun radio pop. Di sinilah saya kenal James Taylor, Bread, Bob Dylan, dan Eric Clapton. Saya kemudian belajar main gitar, memainkan lagu akustik. Musik itu seolah berbicara kepadaku, aku jatuh cinta,” papar Edmonds di laman pribadinya.

Itu sebabnya, lagu-lagu seperti Knockin’ on Heaven’s Door (Bob Dylan), Shower The People (James Taylor), Diary (Bread), dan Wonderful Tonight (Eric Clapton) memiliki tempat tersendiri di hati Edmonds. Lagu-lagu itu pula yang ia pilih untuk dinyanyikan dengan versinya dalam album solo terbaru dia, Playlist (2007).

Ia pun mendengarkan karya musisi jazz, seperti Miles Davis dan Stanley Clarke. Bahkan, setelah lulus SMA, ia mencoba bermain fusion jazz. ”Memainkan fusion menjadi terlalu sulit bagi saya karena musik itu mengedepankan skill, bukan melodi. Pada akhirnya saya tak bisa membuat lagu yang bisa menyentuh hati orang,” ungkap ayah dari Brandon dan Dylan Michael Edmonds dari pernikahannya dengan Tracey Edmonds ini.

Saksi sukses

Dekade 1970-an Edmonds sempat bermain musik dengan tokoh musik funk, Bootsy Collins, yang lalu menjulukinya dengan sebutan Babyface. Dia juga sempat bergabung dengan grup Manchild dan kelompok R&B The Deele. Di grup terakhir ini Edmonds berkenalan dengan Antonio ”LA” Reid, yang belakangan menjadi mitranya dalam bermusik dan mendirikan perusahaan rekaman LaFace Records tahun 1989.

Tahun 1986 Edmonds merilis album solo pertama, Lovers. Setelah itu, sisa dekade 1980-an menjadi saksi Babyface mengantar kesuksesan nama-nama yang telah disebutkan sebelumnya.

Ia juga bekerja sama dan meraih sukses dengan artis-artis yang lebih dulu mapan. Ia menjadi produser lagu I’m Your Baby Tonight yang dinyanyikan Whitney Houston dan menempati puncak tangga lagu AS pada 1990. Lagu Take A Bow yang ditulis, diproduksi, dan dinyanyikan bersama Madonna menduduki nomor satu tangga lagu AS selama tujuh pekan berturut-turut pada 1995.

Kolaborasinya dengan Eric Clapton dalam soundtrack film Phenomenon, Change The World membuahkan Grammy Award untuk Rekaman Tahun Ini pada 1996. Hingga kini, Babyface telah mengoleksi 10 Grammy Awards, termasuk untuk kategori Produser Tahun Ini tiga kali berturut-turut pada 1995-1997.

Artis yang pernah merasakan ”sentuhan”-nya adalah nama-nama populer dari berbagai latar belakang musik, mulai dari Diana Ross, Michael Jackson, Aretha Franklin, Paula Abdul, Celine Dion, Mary J Blige, Janet Jackson, Mariah Carey, Vanessa Williams, hingga Sheena Easton, Pink, dan Phil Collins.

Oktober 2005 Edmonds dan Tracey Edmonds bercerai setelah 13 tahun menikah. Pengalaman itu dituangkannya dalam lagu Not Going Nowhere pada album Playlist. ”Isinya adalah bagian dari obrolan saya dengan Tracey dan anak-anak. Kami meyakinkah mereka, kami masih bersahabat baik dan tak ada yang akan berubah. Kami ingin anak-anak merasa aman,” ujar Edmonds.

Ahmet Ertegün

Ahmet Ertegün bersama teman-temannya, Tom Dowd (produser), Herb Abramson dan lain-lainnya mendirikan Atlantic Records pada akhir 1940-an sebagai sebuah perusahaan rekaman independen. Dengan keikutsertaan Jerry Wexler, perusahaaan ini kemudian menjadi raja rekaman dalam musik jazz dan pop pada 1960-an. Sukses pertama mereka didapat dalam musik rhythm and blues (R&B), dengan pemusik-pemusik seperti Joe Turner, Ruth Brown, The Clovers, The Drifters, dan Ray Charles. Tentang Charles, Ahmet Ertegün pernah berkata, "Pertama kali saya bertemu Ray saya katakan kepadanya, 'Anda yang paling hebat, tahu.'"

Mereka menghadirkan gaya jazz (dan banyak seniman jazz) ke dalam musik R&B dan ikut serta dalam mengubah genre yang kurang mendapat perhatian ini menjadi salah satu gaya musik utama. Ahmet Ertegün mengarang sejumlah musik blues klasik, termasuk Chains of Love dan Sweet Sixteen, dengan nama samaran A. Nugetre (Ertegün ditulis terbalik).

Lagu-lagu ini mula-mula dibawakan oleh Big Joe Turner dan melanjutkan repertoir B.B. King. "Nugetre" juga menulis lagu top Ray Charles "Mess Around", dengan kata-kata yang banyak meminjam dari Pinetop Smith.

Nasuhi diyakinkan untuk bergabung dengan Atlantic pada 1955 dan menjadi wakil-presiden yang menangani jazz dan departemen piringan hitam.

Pada 1960-an, Ahmet mendengar contoh rekaman Led Zeppelin dan mengetahui bahwa mereka akan menjadi kelompok terkenal setelah mendengar beberapa lagu pertamanya. Dengan segera ia mengontrak mereka. Ia juga meyakinkan Crosby, Stills and Nash untuk mengizinkan Neil Young untuk bergabung dengan tur mereka, dan dengan demikian membentuk Crosby, Stills, Nash and Young. Ertegün menolong memperkenalkan Amerika kepada blue-eyed soul (soul bermata biru) ketika ia menemukan The Rascals di sebuah kelab malam di Westhampton pada 1965 dan mengontrak mereka dengan Atlantic. Mereka berhasil menduduki tempat ke-13 dari rekaman tunggal top 40 dalam empat tahun dan dimasukkan ke dalam Rock-n-Roll Hall of Fame pada 1997.

Kecelakaan dan kematian

terluka setelah terjatuh dalam sebuah pertunjukan Rolling Stones pada 29 Oktober 2006. Ertegun, 83 (tahun), tergelincir dan kepalanya terbentur di belakang panggung sementara band itu tampil dalam perayaan ulang tahun ke-60 bekas Presiden Bill Clinton di New York, hari Minggu 29 Oktober 2006. Kondisinya sempat stabil, namun kemudian berubah menjadi parah, (seperti yang diumumkan oleh tokoh Led Zeppelin, Jimmy Page, ketika namanya dimasukkan ke dalam Daftar Tokoh Musik Terkemuka Britania Raya (UK Music Hall of Fame) dan mengalami koma dan meninggal dunia pada 14 Desember 2006 dengan ditemani keluarganya di Rumah Sakit Presbiterian New York Presbyterian Hospital-Pusat Medis Weill Cornell. Ia dimakamkan pada 18 Desember di taman sufi tekke, Özbekler Tekkesi di Sultantepe, Üsküdar, İstanbul di sebelah makam kakaknya Nasuhi Ertegün, ayahnya Münir Ertegün dan kakek buyutnya Şeyh İbrahim Edhem Efendi, yang pernah menjabat sebagai pemimpin tekke ini di negara kelahirnya Turki, dengan dihadiri ratusan pelayat Mika dan anggota-anggota keluarga Ertegun, tokoh-tokoh kehormatan Turki dan seniman termasuk seniman Atlantic Kid Rock ikut hadir. Sebuah acara kenangan akan diadakan di New York pada hari Tahun Baru, demikian diumumkan seorang juru bicara Atlantic Records.


Senin, 11 Mei 2009

MUSIK YANG JI TRADISI TIONGHUA






MUSIK YANG JI AGAMA BUDHA

TRADISI MASYARAKAT TIONGHUA CHINA


A. LATAR BELAKANG PEMILIHAN JUDUL

Kami mengambil musik Yang Ji ini karena musik ini masih langka di Pekalongan dan juga walaupun musik ini masih langka di Pekalongan tetapi musik ini dapat berkembang dengan baik. Selain itu, kami juga ingin agar musik ini lebih dikenal warga Pekalongan, bahkan bisa menjadi tradisi bagi warga Tionghua yang tinggal di Pekalongan.

B. ISI

1. Sejarah Musik

Musik Yang Ji merupakan rintisan musik dari negara China. Musik ini dibawa oleh orang-orang China yang merantau dan kemudian menetap di Indonesia. Musik ini diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi, sehingga sampai sekarang musik ini masih dimainkan oleh keturunan orang Tionghua di Indonesia. Musik ini telah berumur ratusan tahun lamanya. Dahulu, musik ini sering dimainkan di kerajaan-kerajaan di negara China yang dimainkan oleh para pemusik-pemusik kerajaan. Musik ini dahulu sering dimainkan dalam acara penobatan raja, untuk kesenian dll.

2. Keunikan Musik

Musik ini sangat unik karena sangat langka dan dapat tetap berkembang di Indonesia walaupun pemainnya masih terbatas. Musik ini merupakan perpaduan dari alat musik yang dimainkan dengan cara digesek (bernama OLHU mirip rebab namun hanya terdiri dari 2 senar saja), dipukul (bernama YANKIN, bukan sejenis tambur atau kendang yang bahannya dari kulit melainkan terdiri dari senar yang telah disusun letaknya seperti kecapi) dan ditiup (bernama SERULING mirip dengan seruling biasa yang ada di Indonesia). Dari perpaduan ketiga alat musik yang berbeda cara memainkannya tersebut, timbullah alunan atau instrumen yang merdu dan khas dari musik Yang Ji.

3. Alat-alat Musik yang Digunakan

a) Olhu (digesek)

b) Yankin (dipukul)

c) Seruling (ditiup)

4. Tokoh-tokoh Musik dan Para Pemain

a) Tjan Hwie

b) Yoko

c) Yoland

d) Yopan

5. Fungsi Musik

a) Sebagai hiburan

b) Musik okestra

c) Untuk festival

d) Acara atau doa keagamaan

e) Untuk pelestarian

6. Peranan Musik

a) Instrumen para penyanyi

b) Instrumen syair

c) Instrumen doa

d) Iringan lagu

7. Contoh Lagu

AKU BERLINDUNG


C. KESIMPULAN


Musik Yang Ji ini dapat dimainkan oleh 3 atau 4 orang lebih, karena alat-alat musik yang digunakan atau dimainkan sedikit dan sederhana. Alat-alat musik tersebut seperti olhu, yankin dan seruling. Walaupun hanya dengan ketiga alat musik tersebut tetapi musik Yang Ji ini terdengar sangat merdu dan indah. Musik ini tidak hanya digunakan untuk acara atau doa keagamaan saja, tetapi juga dapat digunakan sebagai hiburan dan festival serta musik orkestra. Musik Yang Ji ini sangat langka di Indonesia namun sampai sekarang musik ini masih dapat bertahan dan berkembang.

D. DAFTAR PUSTAKA


Nara Sumber : Guru Musik Tjan Hwie.

Nama Kelompok :

1. Abdul Rohman (01)

2. Ahmad W. Mahfud (02)

3. Andy Rosadi (03)

4. Dharmawan S. (08)

5. Nugroho I. Y. (21)

6. Rizqi Haidar (28

Rabu, 29 April 2009

MUSIK REBANA "AL JAMIR" BUARAN PEKALONGAN

Musik Tradisional Rebana
AL JAMIR
Musik Pengiring Buaran Pekalongan Selatan


A. Latar Belakang Pemilihan Judul
Kami mengambil judul ini karna kami merasa sebagai orang pekalongan yang dikenal bukan hanya Kota Batiknya tetapi juga Kota Santri dan kami ingin memajukan salah satu musik tradisional yang populer dikalangan orangyang menurut kami belum terlalu hilang/punah dikota pekalongan ini.
B. Isi
a) Sejarah Musik
Sejarah musik ini datang dari Timur Tengah dibawa oleh para Kyai untuk menyebarkan islam ditanah jawa.
b) Keunikan Musik
Keunikan musik ini dari nadanya karna walupun bentuknya sama tapi nadanya sama.
c) Alat-alat musik yang di gunakan

d) Tokoh-tokoh musik dan para pemain

e) Fungsi Musik
Sebagai pengirng dalm berbagai acara keagamaan misalnya acara mauludan, perkawinan dsb.

f) Peranan Musik
Berperan sangat penting didalam masyarakat sekaligus sebagai hiburan.

g) Contoh Lagu
YA WARDI

Ya wardi mahlaq
Jamalak bayral wurud
Ya husni mahlaq
Dawamak lamma tirud
Galbi alaih (warham)
Asle waro’ (khoiron)
Ikhsanina kulun alla marrotiju 2X

Satonnanu mistla kholaq bayral wurud
Sakhlaq fa’dil waqlifi kulli al wujud

Dammak khaffif (warham)
Sakhlaq khalif (khoiron)
Kam min mirra rashori zaidal filan
Bil wal iman khutroh wafadhil hasan
Ihdal awan (warham)
Ihdal ghorom (khoiron)
C. Kesimpulan
Musik tradisional harus kita lestarikan karna kalau bukan kita siapa lagi.
D. Daftar Pustaka
Sumber Internet


Nama Kelompok : Izyudin AS (11)
M.Firdaus (17)
M.Fahrul A (18)
M.Iqbal (19)
Panji S (23)
Reynaldi AN (27)
Riva AP (28)
Kelas : X.2

Kamis, 23 April 2009

MUSIK SAMPROH KHAS KRAPYAK PEKALONGAN

MAKALAH
MUSIK TRADISIONAL
Musik Samprohan
“LA TANSANI”
Musik Tradisional Daerah Krapyak


Kelas : X.1.
Anggota Kelompok :
1.Ajeng Puspaningtyas (05)
2.Devita Anggraeni (07)
3.Dita Puspita Sari (08)
4.Rina Luthfiyana (24)
5.Vera Yulita (29)



SMA NEGERI 3 PEKALONGAN
TAHUN AJARAN 2008 / 2009

A.Latar Belakang Masalah
Yang melatarbelakangi kami dalam memilih Musik Samprohan sebagai pokok pembahasan adalah karena musik ini begitu mudah untuk didengar. Selain itu musik daerah samprohan ini juga perlu dipertahankan keberadaannya.Walaupun musik ini masih sering kita dengar, tapi kita juga selalu mengabaikan dan menganggapnya sebagai musik kampungan dan ndeso. Oleh karena itu kami mencoba untuk memperkenalkan keberadaan Musik Samprohan agar lebih lebih berkembang sebagai musik tradisional.
Mungkin sekilas hal ini dianggap sepele, namun pelestarian musik tradisional ini tidak bisa dianggap remeh, kalau kita tidak ingin Musik Samprohan diklain bangsa lain sebagai milik mereka, seperti telah terjadi pada banyak kasus dialami seni tradisional Indonesia. Sehingga musik tradisional dengan ciri khas Indonesia itu lepas dari bangsa kita. Sementara saat ini banyak di antara kita, para remaja, malah lebih menyukai musik pop, yang jelas-jelas bukan ciri khas musik tradisional Indonesia.
Oleh karenanya kita perlu mempertahankan keberadaan musik tradisional daerah kita agar tetap dapat dinimati rakyat Indonesia sampai turun temurun.

B.Isi
1.Sejarah Musik Samprohan
Musik Samprohan pertama kali dibawakan dengan alunan musik padang pasir atau musik Timur Tengah. Namun sekarang jenis musik ini berkembang menjadi beragam versi. Perkembangan tersebut disebabkan adanya akulturasi dengan budaya lokal. Akulturasi tersebut menghasilkan pembaruan dan corak baru yang lebih dekat dengan pendengar masyarakat setempat. Pembaruan ini menjadikan lagu-lagu Samprohan lebih menarik dan lebih mempunyai daya saing dalam seni musik tradisional.
Diperkirakan awal masuknya Musik Samprohan ke Indonesia adalah pada akhir tahun 1980-an hingga awal 1990-an., yaitu berupa nada murni syair-syair berbahasa Parsi (Arab). Musik ini kemudian berkembang dengan adanya musik samproh yang lebih luas.
Syair musik Samprohan berisi puji-pujian terhadap Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Musik ini pertama dinyanyikan kaum Ansor di Madinah saat menyambut kedatangan Rasulullah dan kaum Muhajirin ke kota tersebut pada peristiwa Nabi Muhammad hijrah (pindah).
Kini musik Samprohan biasanya dibawakan oleh para wanita dengan diiringi alat musik rebana, jidor, genjreng, dan terban. Musik Samprohan sering dimainkan dalam peristiwa sakral seperti pernikahan, khitanan, dan hari-hari besar Islam.

2.Keunikan Musik Samprohan
Keunikan yang terdapat dalam musik Samprohan ini adalah dinyanyikan oleh para wanita dan selalu menggunakan sayair-syair pujian dalam bahasa Arab. Selain itu musik ini hanya menggunakan alat-alat musik diatonik dan perkusi. Tidak ada alat musik pentatonis yang digunakan. Dengan demikian irama yang dimainkan lebih pada permainan dinamika.

3.Alat-alat Musik Yang Digunakan
Alat-alat musik yang digunakan adalah alat musik diaonik dan perkusi seperti :
a.Rebana :yaitu alat musik membranfon berbentuk tabung kayu yang salah satu permukaannya ditutup kulit binatang.
b.Jidor :yaitu alat musik membranfon berbentuk tambur atau genderang.
c.Genjreng :yaitu alat musik perkusi sejenis kecrek.
d.Terban :yaitu alat musik sejenis rebana berukuran lebih kecil.


4.Tokoh-tokoh dan Para Pemain Musik Samprohan
Tokoh-tokoh Musik Samprohan :
a.Umi Kulsim (Timur Tengah)
b.Muamar (Jakarta)
c.Salafudin (Sampangan)
d.Halimah (Buaran)
e.Aminah (Jawa Timur)

Pemain Musik Samprohan “LA TANSANI”
a.Hidayah
b.Rosmini
c.Tuti
d.Rofoqoh
e.Titik
f.Safiah

5.Fungsi Musik Samprohan
Musik Samprohan berfungsi sebagai :
a.Pengisi acara hari-hari besar agama Islam.
b.Pengisi acara adat yang berkaitan dengan Islam :
-pernikahan
-khitanan
-aqiqah
c.Sarana hiburan masyarakat.

6.Peranan Musik Samprohan
a.Sebagai kebanggaan seni budaya daerah yang mempunyai karakter dan ciri khas kedaerahan.
b.Sebagai media ekspresi sosial budaya bagi masyarakat daerah setempat.
c.Sebagai dorongan untuk mempunyai rasa cinta dan bangga terhadap potensi daerah yang perlu dilestarikan dan dikembangkan sebagai bagian dari kebanggaan budaya nasional.

7.Contoh Syair Musik Samprohan
Ya Nabi Salam Alaika
Ya Nabi salam alaika
Ya Rasul salam alaika
Ya Habib salam alaika
Shalawatullah alaika
Azraqal badru alaina
Fahtafat minhi buduuru
Mizlakhusnikma roaina
Kuthu ya wajhassuruuri
Ya Nabi salam alaika
Ya Rasul salam alaika
Ya Habib salam alaika
Shalawatullah alaika
Antasyamsu anta badrun
Anta nuurun fauqa nuuri
Anta iksiirun waghaabi
Anta misbaahu suduuri

THALA’AL BADRU ALAINAThala’al badru alaina
Min sany ya til wadak
Wajaba syukri alaina
Ma da’aalillahi daa’i
Ayyuhal mab’uzu fiina
Ji’ta bil amril mutoo’i
Anta khousuna jamiian
Ya mujammal athoyyiba
Thala’al badru alaina
Min sany ya til wadak
Wajaba syukri alaina
Ma da’aalillahi daa’i
Kun syafiian yaa habibi
Yauma hasrin wa timaa
Rabbana sholli ala anan
Wah fina syarriniza

C.Kesimpulan
Seni musik Samprohan merupakan seni budaya tradisonal yang haris dilestarikan kebradaannya. Oleh karena kita sebagai generasi harapan bangsa harus tetap berusaha menjaga kebudayaan tersebut, serta mengembangkannya menjadi budaya yang dapat kita banggakan.

Daftar Pustaka
Sumber :Kumpulan Syair-syair Samprohan
Nara Sumber :Ibu Farida selaku pimpinan “LA TANSANI”
Powered By Blogger

Ayo Gabung di Sini !!

Arsip Blog