Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Desember 2013

AKU dan SMAGA by SETYO ABDILLAH XI.IPA.1






Selamat datang di SMAN 3 Pekalongan sekolah dimana aku mencari ilmu saat ini dan tempatku melangkah menuju jenjang yang lebih tinggi. Aku Setyo Abdillah Tamil Putra 6 Desember kemarin aku genap 17 belas tahun, usia yang indah bukan di masa-masa SMA. Iya sangat menyenangkan dan berkesan sekali bersekolah disini banyak sekali hal-hal baru yang aku temukan disini baik teman-teman, pengalaman serta guru-guru yang yang luar biasa.
Di sekolah ini aku mendapat banyak sekali teman baru yang sangat luar biasa, di tahun kedua ku disekolah ini aku merasa sangat nyaman sekali berada disekolah ini salah satu faktornya adalah semua teman-teman ku yang sangat luar biasa hebat, mereka yang baru aku kenal menambah banyak pengalaman dan pengetahuan dunia luar yang jauh lebih luas, aku banyak belajar dari mereka baik belajar dalam pelajaran sekolah maupun pelajaran lain yang tidak diajarkan disekolah, dan teman-teman ku yang sudah aku kenal lama, mereka sekarang menjadi orang hebat di sekolah ini.
Teman-teman lama ku yang masih satu sekolah dengan ku yang memang mereka dekat dengan ku sudah menjadi orang yang mempunyai jabatan di SMAN 3 Pekalongan ini, ya seperti Aji Aristia dia teman sekelas ku kelas 9 SMP. Kami dulu bersekolah di SMPN 6 Pekalongan, dan kini sekarang dia menjadi ketua OSIS SMAN 3 Pekalongan, sebuah jabatan tertinggi yang dimiliki siswa se SMAN 3 Pekalongan ini, yang kedua ada M. Rasyid Ridho dia sekarang menjadi ketua takmir SMAN 3 Pekalongan, organisasi yang berbasis islami disini, yaaah walaupun menurut ku Rasyid belum lah wajib beribadah tapi dia bisa menjabat sebagai ketua organisasi yang berbasis islam ini, bahkan dia sendiri masih bertanya-tanya mengapa teman-temannya malah memilih ketua yang seperti dia, yaa mungkin itulah kenyataan sudah jadi keputusan yang kuasa.




 
Cuma aku diantara teman-teman ku yang tidak jadi pejabat di sekolah ini ya mungkin sejak awal aku tidak tertarik jadi orang penting, aku lebih suka jadi kritikus mereka. Mungkin kebiasaan ku medegarka lagu-lagu dari Om Iwa Fals sejak aku kecil aku jadi suka mengkritik terutama megritik sebuah sistem yang dijalankan di suatu wilayah entah itu wilayah organisasi, sekolah, bahkan pemerintahan negara. Ya walaupun kritikan ku hanya aku sampaikan kepada orang-orang terdekat ku.
Yah inilah ceritaku sekolahku dengan teman-teman ku semua cerita yang begitu luar biasa melihat aku siapa di sekolah ini. Mungkin sekian cerita ku
Wassalamualaikum Wr. Wb

AKU dan GURUKU by CALVIN XI.IPS.3



Pada suatu hari ketika pelajaran Matematika yang diajarkan oleh Bu Budi meminta untuk mengerjakan soal yang di tulis di papan tulis.
Saya mengerjakan nya dengan memutar lagu menggunakan headshet dengan HP yang berada di kantong saya
Beberapa menit kemudian sewaktu saya masi mengerjakan soal saya di panggil oleh Bu Budi
Untuk melepaskan headshet, Sesudah saya melepaskan headshet saya, saya bertanya kepada Bu Budi

Saya : Bu kenapa kok tidak boleh mendengarkan musik dengan memakai headshet. Bu Budi : (tertawa kecil) kok masi ditanya kenapa tidak boleh
Saya : Iya justru saya ga tau makanya saya tanya bu, Kan yang penting saya mengerjakan soal yang ibu berikan dengan tidak curang
Bu Budi : Iya saya tau mengerjakan tapi kan itu melanggar peraturan sekolah
Saya : yang mana ya bu?? Setau saya tidak ada pelanggaran tentang tidak boleh mendengarkan musik dengan menggunakan headshet
Bu Budi : Kok kamu ngeyel, kamu gak pernah diajarin etika sama orang tua kamu ya?
Saya : hubungan nya ini sama orang tua apa bu? kok jadi bawa" orang tua
(Teman" Di Kelas) : Udah si vin, nurut aja sama guru kalo disuruh
Saya : (Tertawa kecil)
Bu Budi : masa harus dituliskan semua yang dilarang, kan bisa di pahamin dari 1 semisal tentang menyalakan HP pada saat Mapel berlangsung berartikan itu bisa di ambil tidak boleh sms'an, bermain game, termasuk memutar lagu menggunakan headshet, memangnya kamu tidak menyalakan hp?
Saya : Ya pasti saya menyalakan HP
(Teman" Di Kelas) : Udah vin ya nurut ae, Bu ini udah melebihi Hikam bu calvin
Bu Budi : Baru tau saya yang namanya Calvin yang selalu diam dan nurut sifat lain nya gini
Saya : (Diam)

Sabtu, 21 Februari 2009

MITOS NAMA DESA

Noyontaan menurut artinya adalah tanah yang tinggi (gumuk dj.). Asal mulanya dimulai dari tahun 1613 – 1645 Kerajaan Mataram yang menjabat Raja adalah Raja Sultan Agung Hanyakrakusumo telah mempunyai kekuasaan didaerah – daerah Bupati Pasisiran. Karena didaerah – daerah masih terdapat bajak Laut atau Perompak – perompak ganas. Ki Baurekso salah satu senopati prajurit Mataram diperintah untuk menumpas
perompak – perom pak seakar – akarnya. Hal itu dimulai perlawanan pasukan prajurit Mataram dengan perompak dibawah pimpinan Raja Tunjung Maya. Raja Tunjung Raya yang sakti dan kuat anggotanya mempunyai kekuasaan didaerah pantai Batang sampai wilayah Desa Wonotunggal (Kab. Batang). Ia disebut juga Raja Drubeksa atau dikenal dengan Uling Kuning. Raja Drubeksa memiliki ilmu – ilmu yang tinggi.
Konon karena ulah adiknya bernama Drubeksawati yang cinta terhadap Senopati Ki Baurekso, maka kelemahan kakaknya diceritakannya. Kunci mati atau hidup kakaknya ialah pada sebilah Pedang Suwedang. Karena sangat cinta sekali Drubeksawati tersebut., maka dicuri pedang pusaka kakaknya pada suatu malam dan langsung diberikan kepada Ki Baurekso. Pada saat itu Drubeksawati mengajak Ki Baurekso melihat garis pertahanan kubu – kubu yang berada sepanjang pantai Batang sampai Wonotunggal.
Tatkala Raja Perompak Drubekso itu mengadakan pesta pora, sambil minum arak dengan anggota pasukannya, Raja Drubekso lupa kalau dirinya telah mabok. Tanpa perlawanan yang berarti maka prajurit Mataram dibawah Senopati Ki Baureksa dapat menumpas mereka. Perompak – perompak yang masih hidup, mereka berpencar lari menuju kearah barat.
Daerah Pekalongan pada waktu itu berupa hutan yang tertutup. Disekitarnya masih tumbuh pohon – pohon bakau masih banyak rawa yang belum pernah dihuni manusia. Menurut cerita, bahwa Raja Drubekso dapat ditangkap dan Raja itu dipenggal lehernya dan meninggal. Tempat pemenggalan kepala Raja Drubekso, sekaramng desa itu disebut Gunung Tugel berada seputar Kecamatan Warungasem dan Kecamatan Bandar Kabupaten Batang.
Perompak yang lari terpencar itu, terus diikuti prajurit Mataram. Kadang – kadang terjadi perlawanan sengit, semuanya pandai memainkan pedang, tombak, dan panah. Sekali – kali terdengar dentuman suara senapan lantak. Tidak kurang kedua belah pihak banyak yang gugur dimedan pertarungan. Mereka kuat, saling mempertaruhkan nyawa. Sebagian juga melarikan cari keselamatan diri. Namun ereka terus dikejar oleh pasukan dari Mataram sampai habis.
Ketika pertempuran sengit disalah satu tanah yang tinggi (gumuk dj.) disalah satu dukuh /hutan di Noyontaan, maka Senopati Ki Baurekso berkata kepada para prajurit Mataram, bahwa kelak bila sudah aman dan tentram, apabila menjadi desa akan menjadi Desa Noyontaan. Halitu mengingatkan ketika Senopati Baurekso melihat perlawanananatra prajurit Mataram dan para perompak banyak yang mati. Desa Noyontaan Berarti “Ulat mati” dj.
Selanjutnya dengan perkembangan zaman maka jadilah sebuah Desa Noyontaan. Desa Noyontaan terdiri dari tujuh pedukuhan masing – masing dukuh Sipelem, Cokrah, Pambaan, Regiman, Mipitan, Karang Guga, Kemrisen, dan dukuh Noyontaan. Pada akhirnya menjadi Desa Noyontaan dipimpin oleh Lurah pertama ialah Bapak Oesman sedang Cariknya dipegang oleh Bapak Noyojoyo.
Powered By Blogger

Ayo Gabung di Sini !!

Arsip Blog