Mens sana in corpore sano, di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Puasa menyehatkan badan dan juga menyehatkan jiwa Puasa itu bikin sehat! Karena pola makan kita teratur. Puasa akan jadi tidak sehat jika kita menjadikan puasa sebagai sarana berfoya-foya jika waktu berbuka tiba. “kalau makan yang seimbang sesuai dengan porsi yang pas bagi kebutuhan masing-masing tubuh, kita pasti sehat. Semua orang tidak perlu diajari apa yang seimbang dan sehat, karena pada dasarnya, semua orang sudah tau mengenai hal itu.
Untuk menjaga kualitas puasa, kita diminta untuk menahan diri dari hal-hal yang sia-sia atau tidak ada manfaatnya. Selain menjaga perut agar makan yang halal, baik, dan bergizi. Puasa melatih menahan diri dari rasa lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. puasa juga meminta kita untuk menjaga lisan, menjaga mata dan menjaga telinga. Contoh konkrit nya apa ? “Nggak bergosip, nggak menonton gosip, nggak nonton sinetron.” Lho koq sinetron? mengemukakan bahwa sinetron yang nggak ada ujung pangkalnya itu tergolong aktivitas yang sia-sia alias tidak ada manfaatnya.
Umat Muslim untuk berhati-hati dalam berpikir karena bahkan sekedar berpikir pun bisa menyebabkan batal puasa “memang ada pandangan yang berbeda mengenai ini, ada yang mengatakan bahwa niat batal puasa akan membatalkan puasanya, ada juga yang menyatakan bahwa tidak membatalkan,” sebaiknya pikiran dan hati sebaiknya dijaga untuk berpikir yang baik-baik saja .
Tampilkan postingan dengan label AGAMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AGAMA. Tampilkan semua postingan
Jumat, 04 September 2009
Selasa, 01 September 2009
TAUHID KUNCI TAZKIYATUN NAFS
“Dan demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya, Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dansesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”(QS Asy Syams: 7 – 10).
Bagi seorang muslim, ia harus berupaya menggapai masalah tazkiyatun nafs dari serangkaian ibadah yang dikerjakannya. Artinya, ibadah yang dilakukan jangan hanya menjadi gerak-gerak fisik yang kosong dari ruh keimanan dan taqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebaliknya, ibadah apapun yang kita kerjakan hendaknya juga bernuansa pembersihan jiwa. Dengan cara seperti inilah, insya Allah kita bisa mencapai keberuntungan. Ujar ustad syaifuraham dari dompet social insan mulia di program spirit of romadhon.
Tazkiyah, secara bahasa (harfiah) berarti Tathahhur, maksudnya bersuci, membersihkan menyejukan nafs berarti jiwa. Jadi tazkiyatun nafs berarti membrsihkan jiwa Dengan demikian, seseorang yang mengharapkan keridhaan Allah dan kebahagiaan abadi di hari akhir hendaknya benar-benar memberi perhatian khusus pada tazkiyatun nafs (penyucian jiwa). Ia harus berupaya agar jiwanya senantiasa berada dalam kondisi suci.
Kedatangan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ke dunia ini tak lain adalah untuk menyucikan jiwa manusia. Ini sangat terlihat jelas pada jiwa para sahabat antara sebelum memeluk Islam dan sesudahnya. Sebelum mengenal Al-Islam jiwa mereka dalam keadaan kotor oleh debu-debu syirik, ashabiyah (fanatisme suku), dendam, iri, dengki dan sebagainya. Namun begitu telah disibghah (diwarnai) oleh syariat Islam yang dibawa Rasulullah SAW, mereka menjadi bersih, bertauhid, ikhlas, sabar, ridha, zuhud dan sebagainya.dan namun banyak riwayat tauhidlah yang menjadi dasar untuk ber-tazkiyatun nafs.
Demikian pula masalah shaum (puasa). Hakekat puasa yang paling dalam berada pada aspek tazkiyah. Sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam: “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum”. (HR Al-Bukhari, Ahmad dan lainnya). Mari kita bertazkiyatun nafs apalagi ini di bulan penuh berkah, tutur ustad syaifurahman menutup bincang di hari ke-9 di bulan romadhon itu.
Langganan:
Postingan (Atom)



