Tampilkan postingan dengan label PBI 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PBI 2. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 September 2010

MENGENAL SIFAT DAN JENIS KARYA BATIK


Jenis batik terbagi menurut proses pembuatannya, seperti Batik tulis, Batik Cap dan Batik kombinasi. Hal yang membedakan dari tiap jenis batik terletak pada proses pema- lamannya atau teknik pelekatan lilin batik pada kain, sedang proses pewarnaan dan pelorodan (menghilangkan lilin batik) tetap sama.
Untuk mengenal jenis karya bati, maka ada beberapa hal yang bisa dipelajari, antara lain: jenis alat yang digunakan, ciri-ciri, proses waktu pembuatan, sifat atau tujuan pembuatan, serta penggaruh nilai jual dari tiap jenis batik.

BATIK TULIS
·         Teknik pelekatan lilin batiknya  menggunakan canthing tulis
·         Tiap goresan motif yang satu dengan yang lainnya hampir tidak sama
·         Jenis kain yang sering digunakan: Sutra dan Katun (mori)
·         Proses pembuatannya lebih lama
·         Bersifat limited edition
·         Memiliki nilai jual tinggi

BATIK CAP
·         Teknik pelekatan lilin batiknya  menggunakan canthing cap
·         Terdapat persamaan pada penggulangan goresan atau motif gambar
·         Jenis kain yang sering digunakan: Katun (mori), Rayon polos, Rayon kembang/dobi, Serat nanas dan kain tenun ATBM
·         Proses pembuatannya praktis
·         Bersifat produksi
·         Memiliki nilai jual terjangkau

BATIK KOMBINASI
·         Teknik pelekatan lilin batiknya menggunakan campuran  (canthing tulis, canthing cap atau sablon malam)
·         Mampu memunculkan kesan seperti batik tulis
·         Jenis kain yang sering digunakan: Katun (mori), Rayon polos, Rayon kembang/ dobi, serat nanas dan kain tenun ATBM)
·         Bersifat omset produksi
·         Memiliki nilai terjangkau




Kamis, 23 September 2010

JENIS ALAT DAN BAHAN PEMBATIKAN



PROSES DESAIN  ATAU  POLA
Jenis alat : Spidol, Pensil, Penggaris
Jenis media pola : kertas minyak, Kertas gambar, Kertas karbon
Jenis media kain : Rayon, Katun, Sutra, Serat nanas, Tenun ATBM
Jenis perlengkapan lain: Maja gambar

PROSES PEMALAMAN
Jenis alat : Canthing, Kompor, Wajan, Gawangan,
Jenis canthing tulis :
·         Canthing cecekan, yaitu canthing cucuk satu/ tunggal
·         Canthing loron, yaitu canthing cucuk dua berjajar atas bawah
·         Canthing telon, yaitu canthing cucuk tiga membentuk segitiga
·         Canthing prapatan, yaitu canthing cucuk empat membentuk bujur sangkar
·         Canthing liman, yaitu canting cucuk lima membentuk bujur sangkar dengan satu titik tengah
·         Canthing byok, Yaitu canthing cucuk tujuh atau lebih (ganjil) dengan membentuk lingkaran
·         Canthing renteng/gelaran, yaitu canthing bercucuk genap dengan berjajar dari atas kebawah
Jenis canthing cap:
·         Canthing Cap buketan
·         Canthing Cap Ceplokan
·         Canthing Cap pinggiran
·         Canthing Cap parang
Jenis bahan dasar canting cap:
·         Canthing cap tembaga, Canthing cap kayu, Cap sablon malam

PROSES PEWARNAAN
Jenis alat :
·         Kuas colet, kuas bambu untuk teknik pewarnaan coletan
·         Kuas tonyok, kuas spon berbatang bambu untuk teknik pewarnaan blok kecil
·         Kuas koseh, kuas dari spon untuk teknik pewarnaan blok besar
·         Bak atau ember, untuk teknik pewarnaan celup
·         Tali/karet, untuk teknik pewarnaan jumputan
Jenis pewarna alami :
·         Indigofera tinctoria/ tom : jenis daun dan batang untuk warna biru
·         Pelthophorum ferrugineum/ jambal : jenis kulit kayu untuk warna coklat kemerahan
·         Ceriops tagal/ tingi : jenis warna kulit kayu untuk warna coklat
·         Marinda citrifolia/ pace : jenis kulit akar untuk warna kuning/orange
·         Terminalia belerica/ jalawe : jenis buah untuk warna biru/ hitam



Jenis pewarna sintetik (kimia buatan)
·         Zat warna Reaktif     : untuk teknik warna colet dan celup
·         Zat warna Indigosol : untuk teknik warna colet dan celup
·         Zat warna Naphtol   : untuk teknik warna celup

PROSES PENGHILANGAN LILIN BATIK
 Jenis penghilangan lilin/malam
·         Kerokan, yaitu proses penghilangan lilin/ malam sebagian
·         Remekan , yaitu proses penghilangan lilin/malam untuk memunculkan efek abstrak
·         Pelorodan, yaitu proses penghilangan lilin/malam untuk keseluruhan
Jenis perlengkapan
·         Bak dan alat untuk memasak air
·         Saringan lilin/malam
Jenis campuran pelorot
·         Kustik, soda





















MENGENAL SIFAT DAN JENIS KARYA BATIK


Jenis batik terbagi menurut proses pembuatannya, seperti Batik tulis, Batik Cap dan Batik kombinasi. Hal yang membedakan dari tiap jenis batik terletak pada proses pema- lamannya atau teknik pelekatan lilin batik pada kain, sedang proses pewarnaan dan pelorodan (menghilangkan lilin batik) tetap sama.
Untuk mengenal jenis karya bati, maka ada beberapa hal yang bisa dipelajari, antara lain: jenis alat yang digunakan, ciri-ciri, proses waktu pembuatan, sifat atau tujuan pembuatan, serta penggaruh nilai jual dari tiap jenis batik.

BATIK TULIS
·         Teknik pelekatan lilin batiknya  menggunakan canthing tulis
·         Tiap goresan motif yang satu dengan yang lainnya hampir tidak sama
·         Jenis kain yang sering digunakan: Sutra dan Katun (mori)
·         Proses pembuatannya lebih lama
·         Bersifat limited edition
·         Memiliki nilai jual tinggi

BATIK CAP
·         Teknik pelekatan lilin batiknya  menggunakan canthing cap
·         Terdapat persamaan pada penggulangan goresan atau motif gambar
·         Jenis kain yang sering digunakan: Katun (mori), Rayon polos, Rayon kembang/dobi, Serat nanas dan kain tenun ATBM
·         Proses pembuatannya praktis
·         Bersifat produksi
·         Memiliki nilai jual terjangkau

BATIK KOMBINASI
·         Teknik pelekatan lilin batiknya menggunakan campuran  (canthing tulis, canthing cap atau sablon malam)
·         Mampu memunculkan kesan seperti batik tulis
·         Jenis kain yang sering digunakan: Katun (mori), Rayon polos, Rayon kembang/ dobi, serat nanas dan kain tenun ATBM)
·         Bersifat omset produksi
·         Memiliki nilai terjangkau

PERKEMBANGAN SEJARAH BATIK



Batik merupakan bentuk teknik seni kuno yang telah dikenal oleh masyarakat di mesir sejak abad ke-4SM, dengan ditemukannya kain pembungkus mumi yang dilapisi malam (lilin batik) untuk membentuk pola. Teknik serupa juga dikenal di tiongkok semasa dinasti Tang (618-907) serta di India dan Jepang semasa periode Nara (645-794). Teknik serupa batik juga dikenal oleh beberapa suku di Afrika, Nigeria, dan Sinegal.

Di Indonesia sendiri batik sudah ada sejak jaman Majapahit dan menjadi sangat populer pada akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan pada saat itu merupakan karya batik tulis sampai awal abad XX dan kemudian batik cap baru dikenal setelah perang dunia ke-1 atau sekitar 1920an. Namun teknik batik yang kemudian sempat berkembang pesat di pulau jawa berasal dari India, seiring masuknya penggaruh agama hindu di pulau jawa, sekitar awal abad pertama masehi dan dikenal mulai abad XVII. Meskipun tidak banyak catatan yang dapat menjelaskan perkembangan batik pada saat itu namun istilah atau julukan nama “BATIK” berasal dari   bahasa jawa yang artinnya: Bahan dan Titik. Bahan yang di artikan sebagai media atau kain, sedang Titik merupakan asalmula terjadinnya motif ( titik-titik yang digabung jadi garis dan digabung jadi gambar/ motif).

Dalam catatan sejarah perkembangan batik di Nusantara banyak dikaitkan dengan per- kembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Namun dalam pengembangan seni batik banyak dilakukan pada jaman kerajaan Mataram, kemudian pada masa ke- rajaan Solo dan Jogja. Yang pada saat itu batik hanya dikembangkan dilingkungan keraton saja. Namun oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar keraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar keraton dan dikerjakan di lingkungan masing-masing.

Pengaruh budaya china oleh masyarakat kita sudah dirasakan sejak abad ke-13 dan semakin berkembang hingga orang-orang China mulai membuat batik pada awal abad ke-19. Pengaruh budaya China pada zaman itu mempengaruhi corak dan ragam batik yang melahirkan perpaduan karya seni batik oriental dan nusantara yang sangat indah.
Pengaruh budaya China ini terus berkembang terutama di bandar-bandar penting di pulau jawa, seperti Indramayu, Cirebon, Pekalongan, Lasem,Tuban dan berbaur dengan penduduk asli. Batik China adalah jenis batik yang dibuat oleh orang-orang China atau peranakan yang pada mulanya menampilkan pola-pola dengan ragam hias satwa atau mitos China, seperti naga, siang, burung phoenix, kura-kura, kilin (anjing berkepala singa), serta dewa dan dewi konghucu. Pada 1910an berkembanglah batik China yang mengandung ragam hias buketan atau bunga-bunga karena sudah dipengaruhi pola batik belanda yang pada saat itu sangat laku.

Kemudian pada jaman penjajahan Belanda batik dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan ragam hias dan komposisi pewarnaannya (Batik Keraton dan Batik Pesisir):


BATIK KERATON (Batik Vorstenlanden)
·         Berkembang di daerah keraton Jogja, Solo, Wonogiri, Karanganyar, Surakarta dan Banyumas.
·         Dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu Jawa
·         Memiliki motif dengan bentuk geometris
·         Ragam hiasnya bersifat simbolik
·         Komposisi warna yang digunakan terdiri dari sogan (coklat), indigo (biru), hitam dan putih.

BATIK PESISIR
·         Berkembang di daerah selain keraton: Indramayu, Cirebon, Pekalongan, Jakarta, Lasem, Sidoarjo, Gresik, Madura
·         Dipengaruhi oleh kebudayaan Islam dan China
·         Memiliki motif non geometris
·         Ragam hiasnya bersifat natural
·         Komposisi warna yang digunakan beragam

PENGERTIAN BATIK

Batik merupakan karya seni dua dimensi yang teknik pembuatannya melewati tiga kali proses, yaitu: Proses pemalaman ( pelekatan lilin batik ), Proses pewarnaan dan Proses pelorodan ( penghilangan lilin batik. Atau dalam istilah lainnya: merupakan teknik pembuatan karya seni yang menggunakan lilin sebagai perintang warna ( wax resist technique ). 

Pada perkembangannya  karya seni batik menggalami banyak perkambangan, kususnya dalam teknik produksi yang membuat batik terbagi dalam beberapa jenis menurut proses pembuatannya, seperti: Batik tulis, Batik cap dan Batik kombinasi. 
Hal yang membedakan dari tiap-tiap jenis batik terletak pada proses pelekatan lilin batik-
nya  saja, sedang proses pewarnaan dan proses penghilangan lilin batik tetap sama.

Disisi lain kita juga mengenal jenis batik printing, namun pada proses pembuatan batik printing  langsung melewati proses pewarnaan dan tidak menggunakan lilin batik sebagai perintang warna, seperti karya batik pada umumnya.

Kelebihan dari karya seni batik terletak pada desain pola (motif) dan keindahan warna yang khas dengan budaya atau  corak daerah setempat. Dan hal tersebut membuat karya seni batik banyak ditiru oleh jenis karya seni lainnya, seperti: Seni bordir, Seni tenun, Seni ukir, Seni lukis dan bentuk seni lainnya yang menggunakan motif serta warna khas batik untuk memperindah karya seni mereka.



Rabu, 10 Juni 2009

WALIKOTA PEKALONGAN MEMBUKA PBI 2

Ini kali ke dua Pekan Batik Internasional diadakan di Pekalongan. Acara yang sebelumnya diselenggarakan di Museum Batik Pekalongan ini, kini berganti di Gedung OR Pekalongan. Beragam macam batik mulai dipamerkan sejak Rabu, 29 April sampai Minggu, 3 Mei 2009Acara yang bertujuan untuk memperkenalkan seni asli kepada seluruh khalayak dunia ini dibuka oleh dr. Basyir A selaku Walikota Pekalongan. Pekan Batik Internasional kali ini juga memamerkan berbagai macam jenis Batik di Nusantara. Di antaranya Batik Pekalongan, Batik Bali, Batik Baturaden dan juga batik lainnya dari kota-kota besar di Indonesia yang masing-masing memperlihatkan ciri khas tersendiri. Batik yang dipamerkan tidak hanya dari saja. Tetapi dari Negara tetangga pun ikut berpartisipasi, seperti batik dari Jepang Selain batik yang dipamerkan, juga didirikan beberapa stand yang menjual baju-baju batik, perhiasan dan aksesoris, kerajinan tangan dan juga makanan khas Pekalongan dan berbagai daerah di Indoneiaberbagai kegiatan yang digelar sehubungan dengan diadakannya Pekan Batik Internasional ke dua ini. Yaitu Pameran Buku Internasional yang dilaksanakan sejak Rabu, 29 April sampai Senin, 4 Mei 2009. Buku yang dipamerkan pun beraneka ragam. Misalnya berisi tentang Agama, Pendidikan, Politik, Sosial, Budaya, novel maupun komikSelain itu, juga diadakan kegiatan lain yaitu karnaval. Yang dilaksanakan pada hari Sabtu, tepatnya sehari sebelum Pekan Batik Internasional berakhir yaitu tanggal 2 Mei 2009, sekitar pukul 2 siang. Rute yang berawal dari alun-alun Pekalongan ini berakhir di Pusat Pekan Batik Pekalongan. Berbagai budaya ditunjukkan pada karnaval ini seperti Reog, ……SMA N 3 Pekalongan juga ikut berpatisipasi dalam karnaval ini. Yaitu dengan menjadi prajurit dari Negeri Madupahit. Acara karnaval itu sendiri selesai sekitar pukul setengah 5 sore

PEKAN BATIK INTERNASIONAL 2 JELEK


Aji Sanjaya

Fella Oktaria Dani

Friessanti Adi V.

Meta Fadina P.

Kristaka


PBI adalah Pekan Batik Internasional yang mempertunjukkan karya – karya batik dan diikuti oleh seluruh pengusaha batik. Para pengunjung tidak hanya dari warga Indonesia tetapi juga dari negara tetangga, seperti Korea Selatan, Brunei, dll. Acara ini sudah diadakan untuk kedua kalinya. Berlangsung selama 5 hari. Tidak hanya bisa ditonton tetapi juga bisa dibeli, harganya beragam tergantung pada pola dan bahan pembuatannya. Disana kita bisa menambah wawasan tentang model – model batik agar orang – orang bisa mengetahui model – model batik dan perbedaan antara model – model batik yang ada di Indonesia. Terdapat banyak stand di PBI. Seperti biasa stand – stand itu diisi oleh pengusaha batik dan makanan. Harga untuk setiap stand berbeda – beda. Setiap stand yang ada di luar harus membayar sewa Rp. 5.000.000, sedangkan stand yang ada di dalam harus membayar Rp. 20.000.000. Harga sewa antara stand yang didalam dan stand yang ada diluar berbeda karena stand yang didalam mendapat fasilitas AC dan tersusun lebih elite dibanding stand yang berada diluar. Banyak orang yang tertarik datang ke PBI, ada beberapa yang sekedar melihat – lihat atau bahkan membeli pakaian batik yang mereka anggap bagus. Sekarang pakaian maupun barang – barang yang terbuat dari batik dibuat sedemikian modern sehingga menarik banyak pengunjung untuk membelinya. Bahkan sekarang anak – anak muda tidak canggung untuk memakai pakaian atau barang – barang yang terbuat dari batik. Hal ini disebabkan model – model batik sekarang dibuat lebih modern agar tak hanya orang tua yang bisa memakainya tetapi anak muda juga bisa memakainya

Selasa, 02 Juni 2009

SERBA-SERBI PEKAN BATIK INTERNASIONAL

LAPORAN SENI BUDAYA

PEKAN BATIK INTERNATIONAL

(PBI) KE-2


Nama Kelompok :

1.Asri Nafiatin (04)

2.Avina Firliyani V. (05)

3.Ika Paula F. (09)

4.Sani Cipti R. (29)

SMA NEGERI 3 Pekalongan

Tahun Ajaran 2008/2009

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan laporan ini dapat terselesaikan.

Laporan ini disusun untuk diajukan sebagai tugas Seni Budaya dengan judul “Pekan Batik International” di Pekalongan.

Terima kasih disampaikan kepada Bapak Syaiful selaku guru mata pelajaran Seni Budaya yang telah membimbing dan memberikan pengarahan demi lancarnya tugas ini.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih punya lubang yang terliang dan masih banyak rongga yang terangah.Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan laporan ini.

Demikianlah tugas ini disusun semoga bermanfaat, agar dapat memenuhi tugas mata pelajaran seni Budaya.

Pekalongan,Mei 2009

Tim Penyusun

Desain Alat

Meskipun bentuk seni batik sangat rumit, alat yang digunakan masih sangat sederhana. Yang canting, diyakini menjadi murni Jawa invensi, adalah kecil tipis dinding spouted tembaga kontainer (kadang-kadang disebut lilin pena) yang terhubung ke singkat menangani bambu. Biasanya adalah sekitar 11 cm. panjang. Tembaga kontainer diisi dengan melted wax Artisan dan kemudian menggunakan canting untuk menggambar desain pada kain.

Tjanting

Batik Tjanting Alat

Canting memiliki berbagai ukuran spouts (ke nomor sesuai dengan ukuran) untuk mencapai efek beragam desain. Tergadai dapat bervariasi dari 1 mm untuk diameter rinci sangat baik untuk bekerja lebih luas spouts digunakan untuk mengisi bidang desain besar. Titik dan garis paralel dapat diambil dengan canting yang memiliki hingga 9 spouts. Kadang-kadang menggumpal dari kapas adalah kunci melalui mulut atau canting yang dilampirkan tongkat yang bertindak sebagai sikat untuk mengisi di daerah sangat besar.

Wajan

Wajan yang merupakan wadah yang memegang melted wax. Sepertinya kecil bajan. Biasanya itu yang terbuat dari besi atau tanah. Wajan yang ditempatkan pada sebuah batu bata kecil atau kompor arang pembakar semangat yang disebut 'Anglo'. Lilin yang disimpan di negara melted sementara Artisan adalah penerapan lilin pada kain.

Lilin

Berbagai jenis dan kualitas dari lilin yang digunakan dalam batik. Waxes umum digunakan untuk batik terdiri dari campuran melilini, digunakan untuk sifat lunak, dan minyak tanah, yang digunakan untuk kegemburan. Resins dapat ditambahkan untuk meningkatkan kerekatan dan hewan Fats menciptakan likuiditas yang lebih besar.

Waxes yang terbaik di Indonesia berasal dari pulau Timor, Sumbawa dan Sumatra; tiga jenis minyak bumi berbasis parafin (putih, kuning dan hitam) digunakan. Dicampur dengan jumlah yang diukur dalam gram dan bervariasi sesuai dengan desain. Wax recipes dapat menjaga rahasia sangat erat. Berbagai warna lilin memungkinkan untuk menyamarkan bagian yang berbeda pola mati melalui berbagai tahapan. Lebih besar dari wilayah yang telah diisi pola dengan lilin yang lebih murah dan kualitas yang lebih berkualitas lilin digunakan di lebih rinci intricately bagian desain.

Lilin yang harus disimpan pada suhu. J lilin yang terlalu dingin akan menyumbat tergadai dari canting. J lilin yang terlalu panas akan mengalir terlalu cepat dan tak terkendali. Artisan yang akan meniup sering menjadi tergadai dari canting lilin sebelum mendaftar ke kain untuk menghapus segala hambatan canting.

Tjap

Membuat batik sangat memakan waktu kerajinan. Berkembang untuk memenuhi tuntutan dan membuat kain lebih terjangkau massa, pada pertengahan abad ke-19 yang. cap. (cap tembaga - pronounced memotong) telah dikembangkan. Temuan ini diaktifkan yang lebih tinggi volume produksi batik dibandingkan dengan metode tradisional yang entailed aplikasi yang membosankan dari lilin oleh tangan dengan canting.

Setiap cap tembaga blok adalah yang membuat suatu desain unit. Cap yang terbuat dari tembaga 1,5 cm lebar garis yang bengkok ke dalam bentuk desain. Potongan-potongan kecil kawat digunakan untuk titik-titik. Ketika selesai, pola strip tembaga terpasang ke menangani.

Cap yang harus dilakukan tepat. Hal ini terutama benar jika pola yang akan dicap di kedua sisi kain. Adalah penting bahwa kedua sisi topi yang identik sehingga pola akan konsisten.

Kadang-kadang ada cap lasan antara dua grids seperti potongan-potongan tembaga yang akan membuat dasar untuk bagian atas dan tutup dengan lilin theApplying bawah. Blok di potong setengah di pusat sehingga pola pada masing-masing setengah identik. Cap berbeda dalam ukuran dan bentuk, tergantung pada pola yang diperlukan untuk mereka. Hal ini jarang bahwa cap akan melebihi diameter 24 cm, karena hal ini akan membuat penanganan terlalu sulit.

Laki-laki biasanya menangani aplikasi yang menggunakan lilin cap. J potong kain yang melibatkan rumit desain dapat memerlukan sebanyak sepuluh set cap. Penggunaan topi, karena bertentangan dengan canting, untuk menerapkan lilin telah mengurangi jumlah waktu untuk membuat kain.

Saat ini, batik kualitas didefinisikan oleh cap atau tulis, yang berarti kedua tangan-larut desain yang menggunakan canting, atau kombinasi, gabungan dari dua teknik.

Dyes
Warna tradisional Jawa Tengah batik dibuat dari bahan alami dan terdiri terutama dari krem, biru, coklat dan hitam.

Tertua warna yang digunakan dalam pembuatan batik tradisional adalah biru. Warna dibuat dari daun tanaman dari Indigo. Daun yang telah dicampur dengan gula dan tetes limau dan kiri untuk berdiri di malam hari. Kadang-kadang getah dari Tinggi pohon telah ditambahkan untuk bertindak sebagai agen pemasangan. Lighter biru telah dicapai oleh meninggalkan kain di celup mandi untuk jangka waktu yang singkat. Untuk warna gelap, kain yang akan di celup kiri mandi selama berhari-hari dan mungkin telah terendam hingga 8 - 10 kali sehari.

Dalam batik tradisional, yang kedua warna diterapkan adalah disebut warna coklat soga. Warna bisa mulai dari lampu kuning ke coklat gelap. Celup yang berasal dari kulit yang Soga pohon. Warna lain yang biasanya digunakan adalah warna merah gelap disebut mengkuda. Celup ini dibuat dari daun yang Morinda Citrifolia.

Final hue tergantung berapa lama dengan kain yang kebasahan di mandi celup dan seberapa sering ia dipped. Skilled artisans dapat membuat banyak variasi warna tradisional ini. Selain biru, hijau akan dicapai oleh pencampuran biru dengan kuning; ungu telah diperoleh oleh pencampuran warna biru dan merah. Soga coklat yang dicampur dengan warna biru tua gelap akan menghasilkan warna biru-hitam.

Unsur malam /lilin :

1.Damar / mata kucing

2.Gondorukem

3.Zat pembangkit tawas

4.Parasin wax BPM


Zat pewarna

1.zat warna Alam

Berbicara tentang batik tidak pernah akan terlepas dari motif dan warna yang menjadi daya tarik utama dari batik itu sendiri. Ada beberapa jenis zat warna yang digunakan dalam proses pembuatan batik, antara lain naptol, zat warna asam, direk dan banyak lagi jenis-jenis zat warna lainnya. Kini pewarna alam kembali diminati dan berkembang dikalangan pembuat batik walaupun lebih rumit pembuatannya. Alasan utamanya adalah pewarna alam lebih ramah lingkungan dan otomatis hasil warnanya lebih natural..lebih sejuk dipandang mata.

Bahan utama yang digunakan untuk membuat pewarna alam ini dapat ditemukan di sekitar kita, bunga, kulit buah bahkan kulit kayu juga dapat dimanfaatkan. Cara pembuatannya pun cukup sederhana, kita hanya perlu mencuci material yang akan dipergunakan, lalu dipotong kecil-kecil dan direbus minimal 12 jam. Semakin lama kita merebusnya semakin bagus hasil pewarnaannya.

Untuk mendapatkan warna ungu kita dapat memakai kulit buah manggis, warna coklat, abu-abu, dan hitam dapat digunakan kulit rambutan, untuk warna kuning dan oranye kita dapat mencoba menggunakan kunyit. Dan pastinya masih banyak bahan-bahan lain yang dapat dipergunakan untuk dijadikan zat warna alam…mengapa tidak kita coba berkreasi dengan bahan-bahan disekitar kita..terutama bahan yang sudah tidak dapat kita pergunakan,lagi pula dapat kita gunakan menjadi alternatif daur ulang yang cukup menarik.

2.Zat pewarna Sintetik

1.zat warna reaktif R3B (mengarah pada warna merah)

2.zat pembangkit tanjung

3.zat warna reaktif R8B(mengarah pada warna merah tua)

4.zat warna reaktif B2R (mengarah pada warna biru)


Macam-macam koleksi di PBI

1.Display Mannequin

Mix kain Batik Sarung dan Selendang Material dasar kain Sutera

Termasuk Batik Tulis

Koleksi : Batik Kraton-Pak Zikin Pekalongan

2.Display Mannequin

Mix kain Batik Sarung dan Selendang Material dasar kain Sutera

Termasuk Batik Tulis

Koleksi : Batik Kraton-Pak Zikin Pekalongan

3.Display Mannequin

Dress by SMKN 3 Pekalongan

Kain batik sarung selendang batik Parada

Material dasar kain : Sutera Batik Tulis

Koleksi : Ibu Tuty Cholid-jkt


4.Display Mannequin

Mix Kain Batik Parada

Materia Dasar Kain : Organdy Silk

Batik tulis

Koleksi Ibu Tuty Cholid Jkt

5.Display Mannequin

Kain Batik Sarung Selendang

Material Dasar Kain Sutera

Batik Tulis

Zat Pewarna Alam

6. Display Mannequin


Kain Batik Sarung dan Blouse

Material Dasar Kain : Sutera

Batik Tulis

Koleksi Ibu Ozzy

7. Display Mannequin


Mix Kain Batik Motif modern

Material Dasar Kain : Siffon Silk

Koleksi : Ibu Ozzy

8. Display Mannequin

Mix Kain Batik Motif Modern

Material Dasar Kain Silk

Koleksi Ibu Ozzy

Macam-macam Batik Kain Sarung

9.kain sarung Batik baturaden

Material dasar kain katun

Teknik penggerjaan Batik Tulis

Koleksi : Omah Batik Baturaden

10.Kain Batik Sarung

Bahan Dasar Kain Sutera

Teknik Pengerjaan Batik Tulis

Koleksi : Batik Kraton-Zikin Pekalongan

11.Kain Sarung Batik Pekalongan

Material DasarKain Katun

Batik Tulis

Koleksi:Batik Bin Yusuf Pekalongan

12.Kain Selendang Batik Motif Sulur

Bahan Da kain sutera

Teknik pengerjaan Batik Tulis

Koleksi Ibu Tuty Cholod Jakarta

13.Canting cap


koleksi : SMKN 3 Pekalongan


14.Batik Modern


Bahan dasar kain katun

Batik Tulis

Koleksi : Batik Nanas Madura


15.Kain Batik Motif Sekar Jagad

bahan dasar kain Sutera

Batik Tulis

Koleksi : Ibu tuty Cholid Jkt

16.Kain Sarung Batik Motif Geometris dan Tumpal

Bahan dasar kain sutera

Batik TULIS

Koleksi Ibu tuty Cholid Jkt


17.Kain panjang batik Milti Colour

bahan dasar kain sutera

teknik P : batik tulis

koleksi Ibu Tuty Cholid Jkt

18. Batik Motif Kawung

bahan dasar kain Katun

teknik p : Batik Tulis

koleksi Ibu Mimiek Pkl

19.Batik siang malam

Bahan dasar kain katun

Teknik p : batik tulis

Koleksi : Ibu Mimiek pkl

20.Kain sarung batik MixSulam Tapis

bahan dasar kain sutera

teknik : Batik tulis dan sulam tangan

koleksi ibu tuty cholid jakarta

Proses Pembatikan

Batik Tulis

Batik Tulis merupakan batik yang spesial dan mahal dibanding batik yang lain, karena didalam pembuatan batik ini sangat diperlukan keahlian serta pengalaman, ketelitian, kesabaran dan juga waktu yang lama untuk menyelesaikan sebuah batik tulis. Untuk sebuah batik tulis paling cepat dapat diselesaikan selama dua minggu oleh seorang pembatik, itupun dikarenakan cuaca yang cerah dan desain motif yang biasa dan juga tidak terlalu rumit.

Adapun tahapan-tahapan dalam proses pembutan batik tulis ini:

  1. Tahap pertama atau disebut juga proses pembatikan pertama, yaitu pembuatan pola dan motif yang dikehendaki diatas kain putih (sutera) dilukis dengan pensil.
  2. Tahap kedua, melukis dengan lilin malam menggunakan canting dengan mengikuti pola tersebut pada kedua sisi (bolak-balik).
  3. Tahap selanjutnya, menutupi dengan lilin malam bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (tidak berwarna).
  4. Tahap berikutnya, proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh lilin dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu
  5. Setelah dicelupkan, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.
  6. Setelah kering, kembali melakukan proses pembatikan yaitu melukis dengan lilin malam menggunakan canting untuk menutup bagian yang akan tetap dipertahankan pada pewarnaan yang pertama.
  7. Kemudian, dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua.
  8. Proses berikutnya, menghilangkan lilin malam dari kain tersebut dengan cara meletakkan kain tersebut dengan air panas diatas tungku.
  9. Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna pertama dan kedua.
  10. Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan.
  11. Proses terakhir adalah mencuci kain batik tersebut dan kemudian mengeringkannya dengan menjemurnya sebelum dapat digunakan dan dipakai.

Batik Cetak

Batik cetak atau yang disebut juga dengan batik cap, merupakan proses pembatikan yang menggunakan cap atau alat cetak atau stempel yang terbuat dari tembaga dan pada cap tersebut telah terpola batik. Sehingga proses pembatikan cetak (cap) ini dapat jauh lebih cepat dan mudah. Untuk pengerjaan batik ini dapat diproduksi secara banyak dan juga hanya diperlukan waktu satu minggu untuk menyelesaikan proses pembatikan ini.

Adapun tahapan-tahapan dalam proses pembutan batik cetak ini:

  1. Tahap pertama atau disebut juga proses pembatikan pertama, yaitu pembuatan pola dan motif yang dikehendaki diatas kain putih (sutera) dengan dicap/dicetak. Dengan mencelupkan alat cap tersebut ke lilin panas dan kemudian ditekan pada kain.
  2. Tahap selanjutnya yaitu, proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh lilin dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu.
  3. Setelah dicelupkan, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.
  4. Setelah kering, kembali melakukan proses pembatikan yaitu melukis dengan lilin malam menggunakan canting untuk menutup bagian yang akan tetap dipertahankan pada pewarnaan yang pertama.
  5. Kemudian, dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua.
  6. Proses berikutnya, menghilangkan lilin malam dari kain tersebut dengan cara meletakkan kain tersebut dengan air panas diatas tungku.
  7. Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna pertama dan kedua.
  8. Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan.
  9. Proses terakhir adalah mencuci kain batik tersebut dan kemudian mengeringkannya dengan menjemurnya sebelum dapat digunakan dan dipakai.


Powered By Blogger

Ayo Gabung di Sini !!

Arsip Blog