Rabu, 30 April 2014

Teknik bermain Kendang


Pagelaran Seni SMAGA
            by   :   Reza Rahman Putra

Pagelaran seni SMA N 3 Pekalongan adalah mahakarya para siswa-siswi SMA N 3 Pekalongan yang bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai bangsa Indonesia. 

Acara ini telah diselenggarakan selama beberapa tahun belakangan dan selalu sukses di selenggarakan. Salah satunya acara tersebut baru saja berlangsung dan lagi-lagi sukses untuk kesekian kalinya. 7 penampilan spektakuler dari tiap-tiap kelas telah di pertontonkan. Salah satu penampilan yang memukau datang dari kelas XII IPA 1. Saya selaku siswa SMA N 3 Pekalongan merasa bangga karena dapat bertasipisasi dala acara tersebut. Perjuangan kita selama 2 bulan terbayar sudah. Dari tak tau menjadi tau, dari tak bisa menjadi bisa, dan dari yang sulit menjadi mudah. Mungkin kalau kita hanya memandang sekilas mata dan membayangkan hal tersebutitu akan nampak mudah. Tapi kalau kita melakukannya, kita baru merasakan sulitnya untuk melakukan hal tersebut. Salah satunya adalah kendhang. Semua orang tau kalau kita ingin memainkan sebuah kendhang kita hanya perlu menebuk-nebukan tangan kita pada kendhang. Sekilas nampak mudah untuk di lakukan. Tetapi sebenarnya ada teknik-teknik tertentu agar kendhang dapat mengeluarkan suara yang khas dari kendhang itu sendiri. Dan bila kita hanya asal mengetuknya, orang awam akan merasakan sakit di bagian telapak tangan terutama di bagian jari akan mengalami lecet. Karena belum tau bagaimana cara agar tangan kita tidak merasakan sakit. Dan sayapun telah merasakan hal tersebut. Pertama kita akan merasakan enaknya menabuh kendhang. Sampai-sampai kita menubuhnya terlalu keras. Lama kelamaan kita akan merasakan sakit pada jari-jari kita dan pada akhirnya akan mengalami lecet dibagia tersebut. Sehingga kita perlu menutupi bagian jari yang lecet pada saat akan memainkan kendhang tersebut. Mungkin orang yang paling ribut adalah saya. Karena sebelum memulai, saya harus melakukan pemanasan di bagian jari-jari dan memplesternya dengan isolasi ataupun handsaplas. Karena untuk menghindari lecet pada jari-jari kita. Sebagian orang mungkin berfikiran itu adalah hal yang merepotkan. Tetapi saya akan menyepelekan hal tersebut, demi kepentingan kelas saya. Karena saya tidak ingin teman-teman sekelas saya kecewa hanya gara-gara penampilanku. Walaupun itu sangat memberatkan bagiku, saya pikir semuanya akan terbayar seandainya kita menampilkan penampilan terbaik saya. pertama mungkin akan terasa sulit untuk dilakukan. Tapi lama kelamaan sulit yang kita rasakan serasa hilang begitu saja karena merasakan senangnya berkumpul dan mengalami suka cita yang kami rasakan. Hari yang ditunggu-tunggupun datang juga. Kita tampil di hadapan teman-teman, guru-guru, dan para orang tua yang datang. Kita berusaha menampilkan yang terbaik agar semua jeri payah yang kita lakukan selama beberapa bulan ini terbayar sudah. Setelah selesai melakukannya, beban-beban tersebut hilang karena kita telah mengeluarkan kemampuan terbaik kita. Semuanya pun terbayar sudah. Dan kita semua merasa senang.
Loading...

Ayo Gabung di Sini !!

Arsip Blog