Rabu, 30 April 2014

Pengalaman pertamaku nabuh Saron karena pagelaran


PAGELARAN

            Di kelas XII aku, teman” kelasku dan kelas yang lainnya di kasih tugas oleh guru seni musikku buat menampilkan sesuatu yang bisa bikin banyak orang terkagum dan senang melihat penampilan di acara pagelaran nanti. Acara pagelaran tersebut dilakukan pada tanggal 20 Desember 2013. Sebelum acara tersebut di adakan, kami di kasih kesempatan 3bulan buat latihan dan mempersiapkan sesuatu yang di butuhkan di acara pagelaran  tersebut.
            Awal sebelum latihan kami bikin denda-denda dan sanksi buat yang telat. Di kelasku kalau ada yang telat lebih dari 5menit dapat sanksi yaitu langsung di suruh lari dan yang enggak berangkat di suruh bayar denda paai uang. Aku dan temen” mencari pelatih gamelan, tari jawa dan tari modern. Aku dapat tugas untuk mencari pelatih gamelan dan akhirnya aku punya ide kalau pelatih gamelannya yaitu pak Darsono. Beliau adalah guru gamelanku sejak aku masi ikut lomba  gamelan di tingkat sekolah dasar.
            Pelatih gamelan dan pelatih modern sudah ada dan sepakat buat melatih kelasku, tinggal satu pelatih yang bikin kelasku susah buat mulai latihan karena pelatih yang dari tari jawa belum ada. Aku sebagai ketua kelas tak mau kalau Cuma gara-gara enggak ada pelatih jawa tidak mulai latihan. Lalu mulai lah banyak usulan dari teman” kalau latihannya di mulai sendiri-sendiri sesuai kelompoknya.
            Aku koordinator gamelan mulailah bikin jadwal buat latihan khusus kelompok gamelan. Tidak pikir lama, aku langsung mengusulkan kalau hari selasa dan hari sabtu adalah buat latihannya . Dan ada masalah lagi karena buat tempat latihan gamelannya belum ada. Lalu bikinlah proposal buat ke SMA bernadaus tp yaa hasilnya di tolak. Pak Darsono lalu mengusulkan buat latihannya di masehi. Aku langsung minta di bagian TU buat proposal peminjaman tempat latihan gamelan di Masehi. Besoknya aku dan teman langsung kirim proposal tersebut ke Masehi. Akhirnya di setuju oleh kepsek dari Masehi.
            Tahap demi tahap kelompok-kelompok tersebut mulai latihan sendiri dengan pelatihnya. Tari modern pun memulai latian duluan dengan pelatihnya, disambung kelompok gamelan dengan pelatihnya yang latihannya di sekolah Masehi. Yang tari Jawa pun mulai ikut latihan di sekolah.
            Aku di gamelan dapet posisi di bagian saron bareng syifa. Aku awalnya bingung sama pak Darsono karena awal latihannya Cuma dari note angka yang gampang. Tapi kok lama-lama menjadi gampang dimainan dan di dengar malah bagus. Besoknya mulailah masuk ke lagu pertama yaitu Gambang Suling.  Di lagu tersebut malah yang teman” malah pada bisa dengan cepat latiannya.
            Pada hari minggu lah kelompok tari modern, tari jawa dan gamelan pada kumpul bareng buat bahas hasil latian dan bahan” buat property. Hasil latian yang sudah selsesai adalah Tari jawa. Tari modern masi setengah gerakan dan di gamelan malah baru satu lagu yang baru bisa, masi kurang 3 lagu lagi  yang harus dikuasai oleh para gamelan. Sesudah membahas latihan, kita membahas bahan” property yang sama sekali belum di beli.
Di bagian properti tersebut kami meminta bantu dari dewan seni pekalongan yaitu mas Trinil. Aku dengan mas Trinil awalnya membahas dana buat membeli bahan” yang di butuhkan. Mas trinil malah minta masalah pembuatan propertinya dbikin pas sesudah semester, katanya supaya tidak terganggu dengan semester1nya.
Pada latian tari modern ternyata ada salah satu anggota di kelompok tersebut yang jarang ikut latihan bareng dengan kelompok lain. Banyak teman-teman yang protes dengan aku karena banyak yang tidak mentaati peraturan yang sudah disepakati sebelumnya. Masalah tersebut malah bikin tidak semangat buat latian, banyak alasan yang tidak tepat Cuma buat ingin tidak ikut latihan satu kelas.
Keesokan harinya kami mulai latihan sendiri” dan uang denda pun selalu mengalir dan banyak yang mendapatkan sanksi. Aku pun juga pernah membayar denda 5.500 dan sanksi lari dengan memutari lapangan sekolah Masehi sebanyak 10x. Di latihan pas bareng aja malah ada yang malah parah dari aku.
Pada H-10 mulailah latihan bareng terus di Masehi. Dan pelatih barengnya yaitu mas Trinil. Aku kagum dengan dia karena dia berkata “Aku melatih bukan buat di kasih uang tapi aku emang sengaja melatih di kelasmu buat membagi ilmu”. Perkataan itu lah yang aku masih ingat sampai sekarang. Di latihan bareng ini malah tidak mempedulikan cuaca hujan atau berawan, kami latihan terus walaupun cuacanya dingin dan banjir pun kalmi masih tetap latihan, ini di lakukan demi kelas dan menampilkan yang terbaik di depan penonton nantinya. Selain latihan, aku dan mas trinil di bantu dengan anak SMA2 untuk membuat properti yang sama sekali di buat. Pada saat bikin properti kami selalu kerja sama dengan baik. Setiap hari kami lakukan latihan dan bikin properti sampai sore hari.
Hari kurang 3 hari dan aku memikirkan banyak masalah karena baju buat latihan belum optimis ada dan properti aja belum selesai 100%. Alhamdulillahnya Sandra mau mengurusi masalah peminjaman baju buat pagelaran dan yang lainnya mengurusi propertinya.
Hari semakin dekat dan semakin tegang buat persiapan pagelaran. Dan hari acara tersebut tinggal besok dan kami mempersiapkan segala barang yang akan di pakai besok. Sorenya kami mulai latihan dulu di Gor jetayu dengan mas trinil. Di sinilah tidak ada yang namanya guyonan dan adanya serius. Salah sedikit akan membikin semangat yang lainnya berkurang. Pada jam4 sore kami menuju ke sekolah buat gladi bersih. Sampai sekolah kami langsung di suruh panitia untuk gladi bersih, tetapi baru glai bersih sebentar cuaca menjadi hujan dan panitia menyuruh kami buat berhenti sejenak. Kami tunggu hujan reda sambil berkumpul di kelas untuk apat sebentar. Sesudah tidak hujan, kami mulai latihan lagi.
Adzan  maghrib pun telah tiba, yang cewek” pada pulang buat istirahat dan yang cowok tidak boleh pulang buat bikin warungan tetapi masih ada aja cowok yang ingin pulang Cuma gara-gara alasan pusing. Sebelum buat property warungan, aku dengan anak SMA2 tersebut beli makanan dan minuman bagi yang ikut buat lproperti warungan tersebut.
Sesudah makan, kami bikin properti warungan dengan bahan utama yaitu gabus.  Pada jam9 aku mulai pusing dan lelah gara-gara kecapekan dan belum pulang ke rumah sejak habis latihan. Walaupun pusing aku masih tetap membantu yang lainnya buat bikin warungan tersebut. Pada jam12 malam warungan tersebut belum jadi tapi kami istirahat sejenak. Warungan jadi pada jam1 malam, aku, bima, fikri, ms trinil dana ms maroghi langsung siap-siap pulang ke jetayu lagi. Sesudah mengantar mas trinil dengan ms maroghi, kami pun langsung pulang ke rumah masing-masing.
Pada jam5 aku bangun unrtuk siap-siap berangkat ke sekolah untuk di tata rias. Di kelasku mendapat giliran maju pada jam12an. Yang ditunggu-tunggu pun telah tiba, kami mendapat giliran maju. Sebelum maju kami berdoa bareng buat kelancaran nantinya. Kami bareng-bareng naik panggung. Mulailah dalang menceritakan cerita yang disampaikan. Aku merasa tegang dan di campur rasa senang karena ini saatnya membuktikan bahwa inilah hasil latihan kami. Dipertengahan ada kesalahan di musik, tapi tak dihiraukan. Yang paling terkesan yaitu pada saat pemain modern dan tari jawa memkibarkan benderan, penonton sekaligus guru-guru dan pelatih dari kelas lain pada hormat.
Penampilan di kelasku pun telah selesai dan kami pun berfoto bareng. Inilah kegiatan yang tak terlupakan di masa SMA ini. Kami pun langsung pulang ke rumah masing-masing.
Inilah ceritaku pada saat pagelaran. Sekian :D  
Loading...

Ayo Gabung di Sini !!

Arsip Blog