Kamis, 09 Januari 2014

KESENIAN SANDUL Part_4


MAKNA SYAIR LAGU KESENIAN SANDUL

Adegan ke-1
“Badut Mendung”

Diawali dengan lenggeran, hanya menyanyi dan menari
1.      Adegan pertama, menurunkan widadari
2.      Joget sambil nyanyi dengan lagu khusus tanpa bicara dengan dalang
3.      Sekar kelapa wana
4.      Klambisub
5.      Rende-rende
Adegan diatas dinamakan lenggeran, badut mendong sebagai adegan pertama yang peragaannya menari, menyanyi dan bercerita kepada dalang. Menyanyi (repen) pada adegan badut mendung menggunakan lagu Asmarandana, menggambarkan hapalan ngaji.
Syair lagunya sebagai berikut:
“ ingsun wiwiti anebut namaning sukma kang murah, ing ndonga mankeh ingkang asih ing kekat miladen puji datampegat kang kawelas ayu ngapura wong kang dosa ”

Gambaran syair diatas pada intinya bersyukur kepada Tuhan, yang memberikan pengampunan di akhirat nanti, yang memberikan kasih sayang kebaikan dan mengampuni orang yang berdosa.

“ sakempune muji yang widi amuji nabi Muhammad kelawan kulawargane, sekabat sekawanipun Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, kaping sekawanipun miwah putra lawan garwa ”

Syair di atas digambarkan sebagai  pesan untuk senantiasa memuji Yang widhi. Yang widhi adalah penyebutan nama Tuhan, dalam agama Islam adalah Allah. Serta utusan Allah yaitu Nabi Muhammad yang membawa wahyu Allah, beserta keluarganya.  Kemudian keempat Sahabat Nabi Muhammad yaitu Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali beserta anak dan Istri beliau.

Lagu berikut sebagai lagu wajib dalam adegan ini, selain itu sesuka si pembadut. Secara keseluruhan badut mendung menceritakan kehidupan masa remaja yang bersenang-senang.

Adegan ke-2
“Badut Pikat”

Awal bicara dengan dalang:
1.      Lakasan musik, menyanyi sambil menari
2.      Menanyakan maksud apa yang dipakainya (maksudnya jawa pandalang dari pertanyaan badut, dina, bilangan, segara, kuta, dewa, manuk lan madep)
3.      Menyanyikan lagu Dandhang Gula yang intinya menyapa kepada penonton
4.      Melakukan wajib sebagai badut pikat, berbicara dengan dalang bahwa mekateni perlu perhitungan, hari, pasaran, dll. Setelah itu mengerjakan mikat yaitu memasang burung lain dengan burung yang sudah ada)
5.      Memberikan minum dan makan, menyanyi lagu Dandhang Gula, dua lagu, selesailah wajib mikat
6.      Menyanyi dan menari sesukanya (menunjukkan kebolehannya) hingga selesai

Lagu wajib untuk badut pikat

“Lawan ngasup pikulan banyu sarta amek geni deda maran ana kodok, ngemut lenge ana rangka manjing duwung lawan prau ngemut jaladri want kuda mrap pandenga tigan bisa kluruk. Sapa bisa nitik tapake kantol nglayang, kakang mbarep lawan adimu ragil pancuran tanpa tlaga”

Syair diatas menggambarkan seseorang yang menuntut ilmu hingga mencapai kesempurnaan. “Ngangsu pikulan banyu” berarti seseorang yang belajar sudah mempunyai awalan dari ilmu yang akan dipelajari. “Amek geni wis dedamaran” hampir sama maknanya dengan ngangsu pikulan banyu. “Kodhok ngelmu lenge” berarti jiwa yang menghormati dirinya sendiri. “Sapa bisa nitik tapak” berarti siapa yang bisa  mengerti jati diri yang tersimpan dalam raga. “Ing kontul nglayang kakang adhimu ragil, pancuran tanpa tlaga” menggambarkan burung kontul.

Badut pikat merupakan perwujudan dari seekor burung, semua perwujudan dari burung tersebut sebenarnya memiliki arti tersendiri yakni perwujudan dari sang matahari yang menghadap ke timur (ngetan dalam istilah jawa) adalah arah terbitnya matahari dengan rangkaian tarian menghadap ngetan, digambarkan dengan perwujudan burung kuntul, dan dalam penanggalan jawa masuk bilangan 5 (legi). Kemudian untuk arah ngidul, digambarkan dengan perwujudan dari burung wulung, serta dalam penanggalan jawa masuk bilangan 9 (paing). Ngadep ngulon, digambarkan dengan perwujudan seekor burung pudang, dan dalam penanggalan jawa masuk bilangan 7 (pon). Untuk arah ngalor, diwujudkan dengan gambaran burung gagak, dan dalam penanggalan jawa masuk bilangan 5 (wage).

Jawa Pandalang dari pertanyaan badut
1.      Hari legi, bilangan 5, segarane santen, kutane slaka, dewane kumajaya, manuke kontol, marepe ngetan
2.      Hari pahing, bilangan 9, segarane atal, kutane nila, dewane basuki, manuke wulung, marepe ngidul
3.      Hari pon, bilangan 7, segarane kuningan, kutane tembaga, dewane kitabrama, manuke podang, marepe ngulon
4.      Dina wage, bilangan 4, segarane getih, kutane wesi, dewane wisnu, manuke gagak, marepe ngidul

Adegan ke-3
“Badut Sunti”

Yaitu lanjutan dari badut mendung (penampilan remaja) kemudian badut pikat (penampilan dewasa) telah menikah dan beranak sapat, 7, menyanyi, menari juga memakai lagu sinom, Dandhang Gula dan tarian teksusul istrinya (sunti). Setelah bicara masalah keluarga, sampai hal kandungannya telah berumur 2 bulan, hingga istri nyidam, mencari rujak, ikan air, burung podang, tapi semuanya gagal hingga melahirkan bayi laki-laki sampai dewasa jadi badut among tani (sawahan).
Repen dalam adegan badut sunthi menggunakan tembang sinom dan dandhang gula. Syair lagunya sebagai berikut.
Ngawruhana dosane kang aweh urip. Iku lamun seda kaperlaya. Wong mati nyang endi parane. Sinepakna peksi mabur. Mlesat saking kurunganipun. Awasta nggenira luru pencokan. Aja sampe kliru pencokane. Sapa bisa duduh kawruh, Sanak mami kadang mami. Mbesuk bali nyang sudan kamulyan”

Syair ini menceritakan intropeksi pada Yang Maha Kuasa akan dosa yang diperbuat. Apabila seseorang sudah meninggal tidak bisa memperbaiki apa yang sudah diperbuat. Jangan sampai salah langkah dalam  memilih jalan hidup. Sanak saudara, kerabat dan handai taulan merupakan tempat untuk memperoleh nasehat, ilmu atau jaminan hidup. Apabila seseorang tidak salah melangkah akan mendapat kebahagiaan.


Adegan ke-4
“Badut Sawahan

Pertunjukan badut sawahan diperankan oleh tujuh orang diantaranya lima orang laki-laki dan dua orang perempuan. Pada badut sawahan terdapat gerakan tari yang menggambarkan para petani sedang mencangkul, menanam dan memanen padi. Terdapat pula dialog yang menjelaskan seorang yang menyuruh para petani untuk menggarap sawahnya agar ditanami padi sampai hasil tanamannya dipanen. Adegan dalam badut sawahan kebanyakan diisi dengan nembung dan njoged.
Loading...

Ayo Gabung di Sini !!

Arsip Blog