Rabu, 30 April 2014

CERITA CURAHAN HATI MENJADI SINDEN PADA PAGELARAN SENI 2013


Nama         : Nur Aisah
Kelas          : XII IPA 1
No. Absen : 24




Pengumuman Tema Pagelaran

Awal cerita ini dimulai ketika salah seorang dari teman saya yang merupakan salah satu panitia pagelaran seni mengumumkan tema yang dipilih. Awalnya saya sangat tidak setuju dengan tema tersebut namun saya tidak berbicara apapun karena memang saya sendiri cenderung lebih suka diam saja. Mengapa saya tidak setuju? Yaaaa karena dari negara Indonesia sendiri kan masih punya banyaaaaak sekali budaya yang belum bisa terekspos, namun kenapa tidak digali lebih dalam saja? Kan masih banyak tuh dari berbagai daerah yang tahun kemarin belum sempat ditampilkan, apalagi kalau internasional itu pastinya lebih repot, tapi yasudahlah dijalani saja …

Pemilihan Negara dan Daerah yang Akan Ditampilkan

Karena waktu yang semakin mepet dengan deadline pagelaran akhirnya satu kelas mulai berembuk untuk memikirkan Negara dan daerah mana yang akan diakulturasikan nantinya. Karena memang menurut saya sebagian besar anak anak kelas 12 IPA 1 saat itu masih pendiam jadi untuk menentukan Negara dan daerah sangatlah sulit, kami cenderung pasif, begitu pula dengan saya, karena memang dari awal saya memang tidak terlalu setuju dengan tem kali ini, jadiii, saya lebih memilih diam.
Namun salah seorang dari teman saya geregetan sehingga dia berinisiatif maju kedepan kelas dan meminta semua anggota 12 IPA 1 agar aktif, jadi mulai dari itu beberapa teman saya mulai mengusulkan beberapa Negara seperti Afrika, Amerika, Spanyol, dan entah apalagi saya juga lupa. Kemudian kami sepakat akan mengambil Negara Afrika awalnya, kemudian akan diakulturasikan dengan daerah mana saya juga lupa , Namun beberapa hari kemudian, salah seorang teman saya mengatakan kalau Negara Afrika sudah diambil kelas IPS , akhirnya kami berembuk lagi disetiap jam kosong, dan terpilihlah Hip hop Jawa, sebenarnya sudah terlalu biasa si, tapi yasudahlah kan nantinya kami juga akan mengemas tampilannya dengan sedikit berbeda.

Pembagian Posisi Penampilan

          Setelah fix akulturasi yang akan ditampilkan, kelas kami memebagi posisi atau tugas masing masing anak, yang pertama bagian penari hip hop, penari jawa, dan sisanya gamelan dan para crew, ketika pembagian gamelan saya mengacungkan tangan karena dari saya sendiri ingin sekali bias memainkan gamelan, namun karena banyak juga yang berminat sayapun luput dari hitungan, hanya saya dan teman sebangku saya yabng belum kebagian , akhirnya teman saya dimasukkan ke gamelan dan saya sebagai sinden, sebenarnya saya sangat takut sekali ketika diberi posisi sebagai sinden, bagaimana tidak? Saya saja kalau memegang microphone masih sering bergetar apalagi untuk maju menyanyi didepan dengan suara pas-pasan , rasanya saya sangat bingung dan tidak tahu harus bagaimana lagi, namun saya punya ide, saya mau menjadi sinden asalkan saya tidak sendirian, dan teman – teman juga menyetujuinya, akhirnya teman saya arin juga terpilih sebagai sinden, sebenarnya dia juga tidak mau sama sekali menjadi sinden, namun karena saya paksa akhirnya dia manut manut saja hahaha

Latihan Masing-Masing Posisi

Karena adanya beberapa posisi maka tidak memungkinkan hanya membutuhkan satu pelatih yang bisa mengatur semuanya , akhirnya kami satu kelas sepakat untuk memiliki pelatih masing masing, namun untuk crew tidak ada pelatihnya, jadi mereka bertugas untuk menyusun naskah dramanya dan belajar memerankannya sendiri.
Saya sendiri mengikuti latihan bersama gamelan karena gamelan yang akan mengiringi saya nanti, namun untuk latihan yang pertama saya tidak bisa berangkat dikarenakan adanya suatu keperluan. Namun ketidakhadiran saya ternyata berdampak pula bagi saya, kenapa? Karena arin yang seharusnya jadi partner saya menjadi sinden justru kebagian alat di gamelan, saya sebenarnya sempat protes, namun teman teman tidak terlalu menghiraukannya, sebenarnya saya sangat kesal pada saat itu, namun mau bagaimana lagi, akhirnya saya pasrah menjadi sinden sendirian.
Lagu pertama yang diajarkan adalah gambang suling, awalnya saya hanya mendengarkan mereka berlatih, namun pak Darsono menyuruh saya untuk mulai latihan menyanyi, akhirnya saya mulai latihan bernyanyi namun dengan suara yang lirih, lambat laun saya mulai berani menyanyi dengan suara yang lantang, namun sering tidak sampai pada nada tingginya dan ujung ujungnya saya cuma tertawa saja mendengar suara fals saya sendiri, ketika saya bernyanyi pun belum ada cengkoknya sama sekali jadi masih datar dan sangat jelek sekali, yah jujur mental saya makin menurun , lagu pertama selesai kemudian dilanjut lagu kedua yaitu prahu layar.
Dari seringnya saya latihan menyanyi, mmm mungkin lebih tepatnya karena saya sering berteriak di nada tinggi, saya lumayan bisa mengatur suara saya sedikit demi sedikit meskipun terkadang masih fals hahaha, dan akhirnya sampai pada lagu ketiga yang saya nyanyikan nanti untuk pagelaran.

Latihan dengan Gamelan yang Lebih Bagus

Kami mendapat tawaran tampil di pagelaran wayang di Pendopo, namun gamelan yang akan digunakan disana mungkin akan berbeda dengan gamelan yang ada di SMP Masehi, sehingga kami kelompok gamelan ditawari untuk latihan dengan alat yang lebih bagus, saya dan teman – teman sangat setuju karena kami memang sudah tidak sabar.
Akhirnya malam itu , tanggal berapa saya juga sudah lupa kami mencoba gamelan di padepokan yang khusus untuk latihan gamelan, disana saya juga bisa latihan menyanyi dengan menggunakan microphone , karena memang biasanya di SMP Masehi saya harus berteriak terus agar bisa mengimbangi kerasnya suara gamelan.
Namun ketika saya bernyanyi dengan menggunakan microphone saya merasa sangat malu sekali karena tiba – tiba suara saya menjadi sangat jelek sekali, dan itu juga disaksikan oleh para pemain gamelan dan sinden yang sudah sangat ahli, betapa malunya saat itu, dan saya lebih memilih untuk tidak bernyanyi.
Setelah latihan selesai saya dan teman – teman tidak langsung pulang karena memang malam itu hujan sangat deras sekali, jadi kami menunggu hujan agar sedikit reda. Dan para pemain gamelan yang sudah ahli giliran untuk latihan, mereka bermain dengan bagus sekali, terutama sindennya, suaranya sungguh merdu, betapa malunya saya waktu itu, saya merasa ingin berteriak kalau saya tidak mau lagi menjadi sinden untuk pagelaran nanti, saya pun sempat mengeluh kepada salah satu teman saya dan ingin mengundurkan diri dari posisi sinden, namun teman saya meyakinkan , mereka bilang bahwa memang wajar , karena para pemain gamelannya sudah senior jadi sangat wajar jika penampilan mereka sangat bagus, disana saya terus memperhatikan sindennya.
Saya mengamati bagaimana cara sinden tadi bernyanyi, dengan cengkok cengkok khasnya saya hanya bisa gigit jari. Namun saya mencoba untuk tidak patah semangat dan terus mencoba bagaimana bernyanyi dengan cengkok – cengkok khas sinden, yaa meskipun saya belum bisa sesempurna sinden tadi.

Kesempatan Tampil di Pendopo

Setelah latihan cukup lama, saya dan kawan kawan gamelan diberi kesempatan oleh pak Darsono untuk tampil di pagelaran wayang yang diselenggarakan di pendopo dekat alun - alun Pekalongan. Sebuah pengalaman baru untuk saya bernyanyi didepan umum, sejujurnya saya takut kalau nanti pas tampil tangan saya bergetar ketika memegang microphone. Kami berkumpul disana setelah isya’, cukup lama kami menunggu giliran tampil , dan ternyata bukan cukup lama namun sangat lama, tapi kami tetap bersabar meskipun beberapa diantara kami sudah merasakan kantuk.
Sekitar pukul 21.00 WIB akhirnya kami dipanggil untuk tampil keatas panggung, sejenak saya langsung teringat ketika SD dulu kalau maju kedepan untuk menyanyi pelajaran seni budaya tidak hanya tangan saya saja yang bergetar dan dingin, namun suara saya juga ikut bergetar bahkan mungkin hampir mirip orang menggigil, dan apa daya karena sudah kebiasaan saya kalau demam panggung tangan saya akan dingin seketika, perut sakit, dan pucat, namun saya memberanikan diri, dan saya berada disebelah kanan sinden pagelaran wayang yang asli, betapa malunya saya ketika bernyanyi, apalagi disebelah saya sinden yang suaranya sangat bagus , ah tapi yasudahlah saya tampil apa adanya saja, entah itu jelek saya tidak terlalu peduli, dan akhirnya selesailah 3 lagu yang ditampilkan. Kami turun dari atas panggung, dan langsung tertawa, karena adanya beberapa kesalahan ketika kami tampil. Kami juga diberi sekotak nasi sebagai imbalannya. Kalau menurut saya sendiri bukan imbalan yang penting, namun pengalam pertama tampil untuk umum itulah yang sangat berharga, dan terutama untuk saya yang merupakan pengalaman pertama saya.

Latihan Bersama Satu Kelas

Setelah mungkin lebih dari satu atau dua bulan masing masing bidang latihan sendiri, kini saatnya kami latihan satu kelas dengan lebih serius, awal awal latihan memang kacau, banyak yang masih bercanda dan tidak serius, padahal pagelaran sudah sebentar lagi. Terutama masih di masalah dramanya, ada teman saya yang usul untuk lipsing saja, namun itu menurut saya bukan hal yang mudah apalagi kalau dikejar deadline, dan pada saat itu juga sudah mulai UAS, sampai akhirnya terdapat konflik yang mulai membuat kelas kami kurang kompak, namun akhirnya kami sadar, ini juga untuk keperluan kami bersama dan akhirnya kami bisa mengatasi itu lagi.
Latihan dilakukan terus menerus, saya dan teman – teman juga sudah mulai membuat properti, dan tidak lupa juga latihan lebih kami matangkan, beberapa anak sempat jatuh sakit karena mungkin latihan yang padat, termasuk juga saya, saya sempat mengalami sakit. Kondisi fisik yang menurun ditambah dengan masalah yang membuat saya banyak pikiran mungkin penyebab utama saya sakit. Sempat juga H-3 atau H-4 pagelaran suara saya sempat hilang akhirnya saya mencoba untuk tidak meminum es dan lebih menjaga kesehatan, namun karena banyaknya pikiran membuat saya tetap tidak bisa latihan dengan total.

Pagelaran Seni 2013

Dan akhirnya …… setelah susah payah, menghabiskan banyak tenaga, pikiran, dan materi inilah saatnya PAGELARAN !!! saya dan teman – teman bersiap – siap dari mulai jam 6 kurang, mungkin kelas saya lah yang terlalu pagi untuk make up, tapi tak apalah yang penting nantinya tidak terburu buru dan hasil make upnya juga bisa memuaskan. Saya menyukai kostum saya waktu itu, kebaya berwarna merah, namun untuk bawahnya saya cukup kerepotan dan susah untuk berjalan, begitu juga dengan kerudung yang mungkin penataannya tidak pas, sehingga saya merasa tidak nyaman sekali. Namun saya tidak terlalu memikirkan hal itu. Yang saya pikirkan adalah bagaimana caranya agar saya bisa mengatur demam panggung saya, dan mengatur tangan saya agar tidak bergetar ketika bernyanyi didepan. Kelas saya mendapat giliran maju urutan no 5, cukup lama saya dam teman – teman menunggu giliran tampil, untung make upnya tidak luntur sehingga saya juga tidak perlu repot repot untuk make up lagi.
Dan ketika kelas saya dipanggil, saya sempat merasa deg – deg an dan tangan saya mulai dingin, namun saya tetap memberanikan diri. Pada lagu kedua dari rekan gamelan terdapat kesalahan, ada beberapa rekan saya yang telat masuk lagunya, saya cukup khawatir dengan itu dan sempat menoleh ke teman – teman gamelan, namun saya sangat bersyukur ketika mereka dengan cepat bisa memperbaiki kesalahannya, dan ketika saya menyanyi lagu prahu layar, saya sempat tidak kuat pada nada tingginya, untungnya bisa tertutupi oleh rekan saya. Betapa senangnya saya akhirnya saya dan teman – teman bisa tampil dengan totalitas. Ya meskipun banyak sekali kesalahan yang terjadi, tapi sebagian besar terjadi kesalahan pada sound nya yang kurang mengerti kapan harus berhenti dan kapan harus masuk musik lagi. Namun itu tidak membuat kami terlalu kecewa, ya sebenarnya dari saya sendiri cukup kecewa, namun tidak terlalu saya pikirkan. Akhirnya Pagelaran pun selesai, betapa senangnya saya, dan saya pun mendapat respon positif dari teman – teman saya dari kelas lain, mereka tidak menyangka kalau saya bisa bernyanyi, yaa meskipun masih banyak kekurangan si. Dan inilah cerita saya mengenai suka duka pagelaran seni 2013. Semoga apa yang saya ceritakan tadi bisa bermanfaat, yang baik – baik bisa ditiru, yang jelek – jelek silahkan dibuang. Terima kasih Ya Allah, terima kasih untuk kedua orang tua saya, terima kasih kepada sahabat – sahabat saya, dan terima kasih untuk semuanya J
Loading...

Ayo Gabung di Sini !!

Arsip Blog