Selasa, 25 Agustus 2009

ALL ABOUT ROKOK



Segala hal mengenai rokok


Kata rokok adalah kata yang tidak asing lagi bagi telinga kita. Tidak dapat dipungkiri, hampir setiap saat kita melihat rokok. Tentunya rokok menjadi tidak asing bagi kita. Saat ini, akan kita bahas mengenai apa itu rokok, apa penyebabnya dan segala seusatu mengenai rokok termasuk apa hubungannya dengan SMA Negeri 3 Pekalongan, sekolah kita tercinta.


Apa itu rokok?
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.
Telah banyak riset yang membuktikan bahwa rokok sangat menyebabkan kecanduan, disamping menyebabkan banyak tipe kanker, penyakit jantung, penyakit pernapasan, penyakit pencernaan, efek buruk bagi kelahiran, dan emfisema.

Rokok adalah teman curhat pelajar?
Rokok merupakan suatu benda yang banyak dinikmati oleh orang-orang di hampir seluruh pelosok dunia. Termasuk juga Indonesia, yang memiliki peminat rokok yang cukup besar. Sehingga usaha rokok menjadi salah satu usaha tersukses di Indonesia, dan pengusahanya pun bisa menjadi pengusaha terkaya tentunya. Tapi bukan soal usaha dan pengusaha yang kita bahas saat ini. Tapi mengenai hubungan pelajar dan rokok.
Seperti yang ditulis diatas bahwa rokok dan pelajar sangat dekat, maka seperti apakah kedekatan mereka? Setiap kali kita melihat tempat-tempat berkumpul para pelajar, khususnya pelajar SMA, kita mungkin tidak akan kaget ketika melihat mereka merokok. Karena itu memang sudah biasa. Para pelajar tadi memang sudah biasa, dan orang yang melihat pun sudah biasa. Kecuali bagi pelajar dan orang-orang yang melihat mereka tidak biasa. Bersyukurlah jika Anda melihat itu sebagai hal yang aneh. Karena itu membuktikan Anda adalah orang yang waras dan berjalan di jalan yang benar.
Hubungan remaja dan rokok, tidak perlu kita lihat dari tempat lain nan jauh di luar kota atau di luar negeri. Cukuplah kita lihat di kota kita yang Bersih Aman Tertib Indah dan Komunikatif ini, tidak lain dan tidak bukan kota kita tercinta, Pekalongan.
Setiap hari, apalagi di jam-jam pulang seklah, cobalah Anda sebentar berkeliling kota Pekalongan. Carilah tempat-tempat berkumpul para remaja, khususnya remaja SMA atau setingkatnya. Yang akan Anda lihat tak lain adalah pemandangan tak asing seperti diceritakan diatas. Remaja dan rokok. Mereka bahkan tidak peduli ketika semua orang melihat mereka masing-masing memegang puntung rokok. Menghisap batangan-batangan rokok. Ataupun membuat gaya-gaya merokok mereka sendiri.
Bahkan mereka seperti buta. Tidak punya rasa malu atau rasa bersalah. Mereka tidak pernah memperhatikan siapa yang lewat melihatnya. Mereka tidak peduli sekalipun guru mereka sendiri yang lewat dan melihat perbuatan mereka, ataupun itu seorang polisi, malukah mereka? Sedikitpun tidak ada rasa malu terlihat dalam diri mereka.Yang mereka anggap guru adalah orang yang mengajar mereka di sekolah, diluar sekolah, tidak ada lagi rasa hormat atau orang yang mereka anggap guru. Benarkah perbuatan mereka? Anda pasti tahu jawabannya.
Ibarat sesama pelajar yang stress gara-gara tuntutan sekolah. Tentu mereka juga berhak mendapat kesenangan. Seorang pelajar yang stress dengan sekolah mungkin pada saat pulang sekolah mereka bisa berkumpul dengan sesama teman. Secara halus, dapat dikatakan mereka mengobrolkan tentang sekolah, bagaimana kejamnya peraturan sekolah, bagaimana kejamnya guru yang memberi mereka sanksi, bagaimana hasil usaha mereka ketika lelah belajar dan hanya mendapat nilai yang tak lebih dari KKM (Kriteria Kelulusan Minimal) atau yang bukan urusan sekolah seperti bagaimana hubungan mereka dengan pacar mereka atau bagaimana mereka ingin menghajar seseorang karena alasan tertentu (saya harap Anda tidak mengobrolkan ini).
Dan saat bercerita seperti itulah, teman curhat mereka bukan sesama pelajar senasib saja, melainkan rokok yang mereka pegang yang juga menjadi teman yang tidak kalah pentingnya. Peran rokok adalah sebagai pelampiasan dari semua kekejaman yang mereka terima. Tapi pantaskah mereka merokok? Apakah yang membuat mereka bisa begitu?

Ayah dan Ibu sang rokok
Setiap orang yang merokok pasti punya sebab yang menyebabkan mereka tidak bisa berhenti merokok. tapi apakah penyebab itu? Penyebab-penyebab itu sama halnya dengan orang orang yang melahirkan kebiasaan merokok. Dan penyebab-penyebab itu anggaplah saja sebagai orangtua sang rokok. Apa sajakah penyebab-penyebab itu?
Pertama dan yang paling penting dalam suatu masalah seorang anak atau remaja yang berkelakuan menyimpang seperti halnya merokok adalah keluarga. Keluarga bagaikan komponen penting dalam hidup seorang anak yang ingin menentukan jalan mereka ke depan. Keluarga yang baik tentu mengarahkan ke jalan yang baik dan sama halnya dengan keluarga yang tidak baik, merekalah yang mengantarkan anak mereka ke jalan yang salah.
Contohnya jika keluarga lah yang menyebabkan seorang anak bisa merokok adalah seperti ini : bayangkanlah Anda adalah seorang anak yang tidak tahu apa-apa mengenai rokok.. tetapi ketika di rumah, yang selalu Anda lihat adalah ayah, paman, atau kakek Anda yang sedang merokok. Anda tentu saja penasaran dengan rokok. Sedangkan ketika Anda ingin mencoba barang itu, mereka malah melarang Anda. Anda tentu saja penasaran dan semakin muncul keinginan untuk merasakan bagaimana rokok itu bukan? Maka dari itu, rasa ingin tahu Anda yang besarlah yang membawa Anda menjadi perokok dengan bertanya ppada orang lain, khususnya teman. Dan tentunya dengan masalah utama dari keluarga. Jadi pesan bagi para orangtua adalah : Ajarkan sesuatu kepada anak Anda sebelum orang lain yang mengajarinya.
Atau contoh lain dalam keluarga. Kali ini keluarga yang dimaksud adalah keluarga yang broken home. Tahukah kalian broken ini apa? Itu adalah sebutan untuk sebuah keluarga yang mengalami suatu keretakan rumah tangga. Misalnya karena perceraian atau kesibukan kedua orang tua yang berlebihan. Sehingga secara otomatis, anak-anak dari keluarga broken home tentunya kurang mendapat perhatian dari keluarga. Nah, dalam hal ini. Bagaimana keluarga berani menjamin anaknya, terutama yang remaja, bahwa mereka tidak terjerumus dalam hal seperti ini-rokok misalnya. Makanya, bagi Anda yang sudah berkeluarga. Jagalah keharmonisan keluarga Anda sebelum terjadi broken home. Karena sesungguhnya broken home-lah salah satu penyebab anak menjadi hancur.
Yang kedua, yang merupakan penyebab utama terbesar kedua atau mungkin yang terbesar adalah teman. Seorang remaja biasanya lebih dekat dengan teman daripada dengan orang lain, sekalipun itu keluarga. Tidak salah jika teman yang mereka pilih adalah teman yang baik atau teman yang membawa mereka pada kebenaran. Tapi bagaimana jika yang berteman dengan Anda adalah seorang yang akan menjerumuskan Anda? Tidak takutkah Anda?
Sebagai contoh. Anda adalah anak baru di suatu tempat. Anda langsung mendapatkan seorang teman. Pada suatu hari, teman baik Anda tadi mengajak Anda untuk hang out berkumpul dengan teman-teman yang lain. Ternyata, mereka sedang merokok. Anda yang tidak tahu apa-apa mengenai rokok, tentunya tidak akan ikut-ikutan merokok. Tetapi, bagaimana jika teman Anda lah yang menawari Anda untuk merokok? Anda pastinya tidak enak untuk menolak ajakan itu. Apalagi, jika Anda menolaknya, Anda tentu saja akan ditertawakan semua teman Anda. Mereka bilang Anda pengecut, atau mereka bilang Anda masih anak-anak, anak mami, atau apalah yang akan mempermalukan Anda. Tak perlu dengan ejekan seperti itu. Rasa kesetiakawanan Anda yang besar pasti akan menggerakkan mulut Anda dan membunyikan pita suara Anda untuk berkata ‘iya’. Dan, tahukah Anda, kalau kata itu adalah kata terakhir Anda sebagai seorang yang belum terpengaruh rokok. Karena bisa saja, selamanya Anda menjadi perokok.
Pesan yang bisa diambil dari contoh diatas bukanlah pesan klasik untuk jangan berteman dengan orang yang seperti itu. Bukan itu, salah kalau kita berpikir seperti itu. Karena kita harus mau berteman dengan siapa saja, tentunya agar tidak ada permusuhan. Pesan yang sebenarnya adalah : Kalau saya jadi Anda, saya tidak punya rasa setiakawan yang besar. Jadi, rasa kesetiakawanan adalah rasa yang harus Anda atur sebijak mungkin. Jangan sampai sifat baik itu justru menghancurkan Anda.
Lingkungan bisa menjadi penyebab yang menciptakan kebiasaan merokok. Seperti halnya orang yang rajin beribadah karena di tempat tinggalnya adalah tempat tinggal orang yang rajin beribadah. Sama halnya dengan para perokok. Bisa saja mereka mengenal rokok dari orang-orang disekitar mereka.
Pesan bagi Anda yang tinggal di lingkungan seperti itu adalah : Tutuplah mata dann telinga Anda, serta jagalah hati Anda agar tetap bersih dari bisikan-bisikan iblis melalui lingkungan ataupun teman Anda.
Sebagai seorang remaja masa depan, sang penerus generasi bangsa, tumpah darah Indonesia. Kita tidak boleh tertinggal dalam hal teknologi. Iya, teknologi lah yang sangat penting dalam kemajuan suatu bangsa. Dan globalisasi lah yang memperkenalkan kita dengan teknologi-teknologi baru yang ada dalam masyarakat sekarang. Dan globalisasi pula-lah yang nantinya akan membawa kita ke dalam pintu gerbang kemaksiatan.
Seperti kita tahu, budaya-budaya barat seperti Amerika, Eropa dan lain-lain, banyak yang merupakan kebudayaan yang menyimpang di negeri kita. Dan darimana pula orang Indonesia mengenal rokok jika tidak dibawa orang-orang dari luar. Darimana pula orang-orang luar mengenal rokok jika bukan orang-orang luar lainnya yang memperkenalkan mereka. Sama denga prinsip seperti itu, itulah yang terjadi karena Globalisasi. Dengan globalisasi kita bisa tahu kalau remaja ataupun pelajar dari barat sudah merokok, menggunakan narkoba, bahkan seks bebas. Sehingga memunculkan pemikiran dari kita yang tidak ingin tertinggal. Dan pemikiran itu berbunyi : Jika mereka bisa, mengapa kita tidak?
Seperti halnya sebab lain yang saya tulis diatas. Saya akan memberikan pesan. Pesan saya kali ini adalah : Berhenti berpikir bodoh.
Sebenarnya, banyak sekali penyebab yang memungkinkan setiap orang mengenal dan memakai rokok. Jika kita bisa berpikir lebih dalam, tentunya kita akan menganggap banyak hal menyebabkan seseorang menjadi perokok. Namun, secara garis besar, sebab-sebab diatas lah yang banyak mempengaruhi seseorang menjadi perokok. Setidaknya kita bisa mempelajari segala hal yang baik dengan mengetahui hal-hal yang mengakibatkan seseorang menjadi tidak baik.
Dengan suatu pemikiran yang baik sesuatu dapat terselesaikan dengan baik pula. Namun, tetaplah berjalan lurus ke depan karena jalan lurus itulah yang akan membawa kita kepada suatu kebenaran. Janganlah sekali-kali mencoba untuk berbelok ke jalan yang salah. Tuhan memang maha adil, segala yang kita perbuat akan dibalas baik itu buruk maupun baik. Pesan dari semua sub bab ini adalah sama dengan pesan dari orang tua Anda masing-masing di rumah. Yaitu : hati-hatilah dengan hal-hal diatas, dengarkan pesan saya baik-baik. ^_^v


Rokok dan SMA Negeri 3 Pekalongan
Seperti yang telah ditulis diatas, seorang pelajar sangat mungkin menjadi seorang perokok. Dalam hal ini, kita ambil satu konteks yang lebih dekat bahkan sangat dekat dengan kita. Kewajiban kita sebagai pelajar adalah belajar dan kewajiban kita sebagai warga SMA Negeri 3 Pekalongan adalah menaati peraturan-peraturan SMA Negeri 3 Pekalongan.
Tapi semua orang tidak ada yang sempurna, itu biasa. Dan sebagian besar orang yang sangat pintar berpikir bahwa peraturan diciptakan untuk di langgar ; pemikiran yang jenius bukan? Dan nyatanya, pemikiran itu benar-benar dilakukan oleh orang-orang yang menganggap dirinya sebagai pahlawan kebebasan anti peraturan sekolah.
Namun, dimanakah ketegasan para guru? Padahal tidaklah sulit bagi para guru jika ingin memergoki murid-murid mereka sedang melakukan pelanggaran. Misalnya merokok. Para guru yang ingin memergoki siswa yang merokok, cukup keluar dari ruang guru. Lalu lihatlah ke salah satu arah, dan lihatlah sekumpulan siswa. Datangi saja mereka dan jika Anda seorang guru, puas-puaskanlah dengan memberikan mereka poin negative atau skors saja sekalian.
‘Tugas seorang guru memang mengajar, tapi itu hanyalah tugas dasar. Tugas guru yang lebih penting adalah mendidik murid. Memberikan mereka pengarahan’ Kata pak Saiful Fallah, guru seni budaya SMA Negeri 3 Pekalongan.
‘Seseorang hanya akan menggunakan intelegensi maksimal 30% untuk mencapai kesuksesan. Sedang 70%nya adalah emosional orang tersebut, jika emosional mereka baik dan bagus, maka sudah tentu mereka sukses sebagai orang. Maka siapa lagi yang akan mendidik emosional mereka kalau bukan kita sebagai guru?’ Demikian penuturan bapak Sumartono guru ekonomi SMA Negeri 3 Pekalongan.
Bagus bukan ucapan mereka? Memang tugas seorang guru adalah mendidik bukan hanya intelegensi. Tapi mendidik emosional dan mengarahkan mereka agar tidak salah jalan. Dan itu harusnya menjadi tugas seorang guru, bukan hanya guru BP saja. Maka bisa disimpulkan, guru yang hanya mengajarkan murid mereka soal intelegensi, tetapi tak sedikitpun memberikan pengarahan kepada muridnya agar tidak salah jalan, atau malah tidak mengajarkan muridnya bagaimana sifat yang baik dalam hidup. Maka merekalah guru yang gagal.
Setelah dilihat baik-baik. Ternyata bukan Cuma siswa yang melanggar peraturan. Lihatlah di sekeliling. Di kantor guru. Di kantin, di lokasi pembangunan, di depan sekolah (yang masih dapat dilihat dari ruang 6, 7, dan 8). Guru, pegawai sekolah, kuli bangunan, dan lain-lainnya. Tidakkah kalian lihat keganjalan pada mereka? Tentu saja, satu hal, yaitu merokok. Lagi-lagi merokok.
Ketika jam istirahat, jam-jam kosong ketika seorang guru tidak dijadwalkan mengajar. Ketika seorang duduk santai di mejanya masing-masing. Coba Anda perhatikan. Dari banyaknya guru, hitunglah berapa yang merokok. Saya berani menjamin akan ada minimal 1 orang guru yang merokok di sekolah, tepatnya di ruang guru.
Ada lagi. Para kuli bangunan yang sedang membangun sekolah kita. Mereka merokok bukan? Coba lihat, dimana mereka merokok? Dimanapun itu, selama itu masih dalam lingkungan sekolah. Adalah salah besar jika merokok.
Hal ini semakin meragukan saya bahwa peraturan SMA Negeri 3 benar-benar tidak diperhatikan. Kesannya, peraturan itu hanya ditujukan kepada murid. Para guru hanya bersenang-senang memberikan poin negative karena perlakuan buruk sikap mereka. Tetapi tidak pernah menyadari bahwa mereka juga melakukan hal yang buruk. Bahkan memberi contoh buruk.
Apakah para guru, pegawai, atau pekerja yang ada di sekolah benar-benar kebal hukum? Ataukah itu hanya pengecualian. Pengecualian untuk rokok? Pengecualian yang membiarkan mereka merokok? Mengapa pengecualiannya untuk merokok? Mungkin saja. Dan memang mungkin saja. Tak perlulah saya ungkit-ungkit lebih jauh.
Karena saya adalah remaja baik dan anti rokok, dan bahkan hampir tidak pernah melanggar peraturan sekolah (kecuali terlambat ^_^). Saya akan sedikit memberikan kritik dan juga pesan tentunya.
Pertama-tama, saya pikir bukanlah hal baik seorang penguasa sekolah yang membiarkan para penduduk di sekolah (anggap saja). untuk melanggar peraturan yang dibuat sebijak mungkin. Dan lebih mencengangkan lagi jika yang melanggar adalah seorang guru. Guru yang seharusnya mengajarkan kepada muridnya tentang kebenaran, mendidik emosional mereka, dan memberikan mereka pengarahan. Jadi, lebih tegas ya? Tegas kepada semua yang melanggar, bukan cuma murid, tetapi rata kepada semuanya.
Buat para guru juga jadilah guru yang baik dan mendidik. Bukan hanya mendidik intelegensi. Tetapi moral. Jangan biarkan anak-anak Anda salah jalan dan akhirnya jatuh ke dalam jurang menuju gerbang neraka.

Kenikmatan adalah pembunuh
Setiap kali kita melihat suatu hal. Kita selalu melihat bagaimana luarnya, bagaimana bentuknya, bagaimana kenikmatannta. Namun, bentuk luar-lah yang menipu kita selama ini. Pernahkah Anda berpikir bahwa semua makanan yang rasanya enak adalah makanan sehat? Pernahkah Anda berpikir bahwa semua perempuan yang cantik memiliki hati dan perasaan yang baik pula? Pernahkah Anda berpikir bahwa semua yang rasanya enak tidak berakibat buruk? Atau pernahkah Anda berpikir bahwa orang yang mendapat nilai 4 dalam matematika bisa dapat nilai 9 dalam bahasa Inggris?
Semua penampilan luar memang menipu. Seperti halnya juga pada rokok. ketika kita menghisap rokok. Entah bagaimana rasanya. Tapi karena bisa membuat orang ketagihan, tentunya itu adalah enak dan sangat enak mungkin. Tapi, cobalah sekali saja kita melihat efeknya bagi kehidupan kita. Cobalah sekali saja kita melihat eluar. Sadarkah Anda para perokok? Yang Anda lakukan ketika menghisap batang rokok adalah bunuh diri. Bunuh diri.
Tapi percuma mengingatkan Anda, karena Anda sudah kecanduan. Dan saya harap Anda tahu bagaimana akibatnya nanti. Saya harap Anda sadar dengan dosa yang Anda perbuat. Bukan dosa merokok, tetapi dosa bunuh diri. Bukankah Anda tidak akan percaya? Sekalipun para pembuat rokok sudah mengingatkan dengan menuliskan pada bungkus rokok itu sendiri. Bahwa rokok dapat menyebabkan kanker, gangguan kehamilan, dan lainnya yang tidak saya hafal. Percayakah Anda? Anda tidak percaya dan tidak akan percaya.
Untuk sekedar usaha kosong membuat Anda percaya. Cobalah baca artikel di bawah ini :

AKIBAT ROKOK

Akibat negatif dari rokok, sesungguhnya sudah mulai terasa pada waktu orang baru mulai menghisap rokok. Dalam asap rokok yang membara karena diisap, tembakau terbakar kurang sempurna sehingga menghasilkan CO (karbon mono oksida), yang disamping asapnya sendiri, tar dan nikotine (yang terjadi juga dari pembakaran tembakau tersebut) dihirup masuk ke dalam jalan napas.CO, Tar, dan Nikotin tersebut berpengaruh terhadap syaraf yang menyebabkan :- Gelisah, tangan gemetar (tremor) - Cita rasa / selera makan berkurang - Ibu-ibu hamil yang suka merokok dapat kemungkinan keguguran kandungannya Tar dan Asap Rokok Tar dan asap rokok merangsang jalan napas, dan tar tersebut tertimbun disaluran itu yang menyebabkan : - Batuk-batuk atau sesak napas - Tar yang menempel di jalan napas dapat menyebabkan kanker jalan napas, lidah atau bibir Nikotin Nikotin merangsang bangkitnya adrenalin hormon dari anak ginjal yang menyebabkan : - Jantung berdebar-debar - Meningkatkan tekanan darah serta kadar kholesterol dalam darah, tang erat dengan terjadinya serangan jantung Gas CO (Karbon Mono Oksida) Gas CO juga berpengaruh negatif terhadap jalan napas dari pembuluh darah. Karbon mono oksida lebih mudah terikat pada hemoglobin daripada oksigen Oleh sebab itu, darah orang yang kemasukan CO banyak, akan berkurang daya angkutnya bagi oksigen dan orang dapat meninggal dunia karena keracunan karbon mono oksida. Pada seorang perokok tidak akan sampai terjadi keracunan CO, namun pengaruh CO yang dihirup oleh perokok dengan sedikit demi sedikit, dengan lambat namun pasti akan berpengaruh negatif pada jalan napas dan pada pembuluh darah.

Kandungan dalam rokok sendiri adalah :
1. Hydrogen cyanide : saya tidak tahu apa mengenai hal ini. Yang saya tahu hanyalah gas ini digunakan untuk menghukum mati seorang narapidana. Apakah Anda rela disebut narapidana yang menerima hukuman mati?
2. Acetone : penghapus cat. Berarti para pembuat rokok menganggap Anda cat ya? Karena rokok akan menghapus nyawa Anda perlahan-lahan.
3. Amonia : pembersih lantai. Mulai dari sini saya tidak akan berkomentar, saya takut semua orang yang membaca tulisan ini menganggap saya mengadu domba para perokok dengan pembuat rokok.
4. Methanol : bahan baker roket.’
5. Toluene : pelarut industri
6. Phenol butane : bahan baker korek api.
7. Nepthalene : kepur barus.
8. Arsenic : racun semut putih
9. Carbon monoksida : gas knalpot. Untuk yang ini, saya akan sedikit berkomentar. Ketika Anda merokok. Mulut Anda menjadi knalpot bukan?
10. Vynil Cloride : bahan plastic PVC

Benar-benar merusak bukan? Sekarang segala sesuatu bergantung kepada Anda sendiri. Nikmati hidup kalian yang indah dengan cara yang wajar, atau nikmati hidup indah dengan bunuh diri. Semua tergantung kepada Anda. Dan saya akan senang kalau pilihan Anda membahagiakan Anda.


Anda ingin bertaubat?

Disini tidak terlalu banyak yang akan saya tulis. Beginilah solusi untuk meninggalkan rokok atau menghindari rokok menurut saya :
1. Mendekatlah kepada Tuhan YME, berdoalah agar hati kita dikuatkan dari bisikan-bisikan setan.
2. Jagalah keharmonisan keluarga.
3. Belajarlah membedakan mana yang baik dan yang salah.
4. Belajarlah dari kesalahan, sadarilah, renungkan kesalahan, lalu berusahalah untuk bertaubat, memperbaiki kesalahan Anda.
5. Sayangilah hidup Anda sebelum benda haram menghilangkan rasa saying terhadap diri sendiri.
6. Ikuti semua pesan dalam tulisan ini..


Semoga dengan pesan-pesan diatas, hidup kita bisa lebih indah tanpa adanya rokok dan benda haram lain. Semoga hidup kita indah, semoga hidup kita selalu baik tanpa adanya rokok.


So, all your way is on your hand. It’s all about you. Which way you will past then. Just say no to drugs and say no smoking to everyone!
Loading...

Ayo Gabung di Sini !!

Arsip Blog