Rabu, 30 April 2014

Let’s the world know about our performance... The Dubs Steps of Java Cressendo


M. FARID THAHIR
XII IPA 1

DUBS STEP OF JAVA CRESSENDO

          Pagelaran seni kelas XII tahun ini mengangkat tema tentang akulturasi, awalnya kami 1 kelas berpikir bahwa itu adalah suatu hal yang susah karena yang namanya akulturasi yaitu menggabungkan 2 buah budaya berbeda menjadi 1 seutuhnya yang dapat diterima oleh masyarakat. Tahap pertama yang kami lakukan adalah membuat konsep, untuk mendapatkan konsep itu kami membutuhkan banyak waktu... pelajaran, untungnya wali kelas kami Bu.Endang (guru b.indonesia) adalah wali kelas yang baik, sehingga belia mau mengizinkan kita untuk merapatkan pagelaran kelas kami pada hari sabtu di jam terakhir pelajarannya, selama rapat adalah waktu yang sangat membuat stress...! kenapa tidak, karena teman – teman yang terlalu banyak ide yang membuat banyak perdebatan tentang apa yang akan di tampilkan nanti, dan akhirnya pada saat jam pelajaran kosong di putuskanlah konsep yang akan kami tampilkan, konsep yang sederhana tetapi luar biasa jika ditampilkan, tidak hanya konsep tetapi juga seksi seksi yang bertanggung jawab dengan pagelaran seni ini seperti koordinator setiap bidang yaitu koordinato kelas (bukan harus ketua kelas), koordinator tari jawa,moderen, dan koordinator gamelan dan akhirnya terpilihlah sandra dan bima sebagai koordinator kelas yang berperan penting dalam mensukseksan pagelaran kelas dan mengatur jalannya latihan kelas, fitri sebagai koordinator tari jawa, anna rosyidah sbg koordinator taro moderen dan hakim, ketua kelas xii ipa 1 sebagai koordinator gamelan.
            Setelah kami mematangkan konsep yang ada, kami semua mulai mencari seorang pelatih, melihat kelas yang lain sudah mendapatkan pelatih, kami berfikir bahwa nantinya untuk mencari seorang pelatih akan sulit, pelatih yang kami butuhkan yaitu ada 3, pelatih gamelan untuk musik, pelatih tari jawa dan juga pelatih tari moderen yang nantinya akan di akulturasikan, setelah kami mendapat saran dari guru kami bahwa ada seorang pelatih tari yang bisa jawa dan moderen kelas kamipun tertarik, dan disinilah awal kesalahan yang kelas kami perbuat, karena kurangnya koordinasi dari yang menghubungi pelatih dan koordinator yang tidak menyampaikan informasi ke kelas terlebih dahulu yang membuat pelatih yang kami pilih ini tidak sesuai dengan apa yang kami inginkan dan juga menimbulkan kejengkelan yang amat mendalam karena pelatih yang kami pilih pertama ini ternyata berhenti mendadak dan sedikit mengece konsep yang kami buat, awalnya kami marah tetapi setelah kelas kami rapat darurat mengenai pelatih, akhirnya pada hari sabtu kami mendapatkan seluruh pelatih yang kami harapkan yaitu tari jawa ibu nanik, moderen mas tio, dan gamelan pak darsono. Jadi sebaiknya sebelum kita memilih pelatih, pelatih tersebut harus bisa menyesuaikan dengan konsep yang kita inginkan, bukan konsep yang pelatih paksakan. Lalu kami mulai berlatih sendiri-sendiri setiap regu, kami dari gamelan membuat jadwal latihan setiap hari sabtu pada awalnya karena hari sabtu adalah hari yang fleksibel, awal pertama kami bertemu dengan pak darsono berkesan dengan baik, tidak seperti pelatih pertama kami, pak darsono langsung meminta kami untuk memilih alat gamelan yang kami mainkan, aku sendiri awalnya memegang kenong, tapi melihat teman q yang berada di bonang kesulitan untuk memainkannya, akhirnya kami bertukar tempat, tapi setelah latihan yang ke-2 kalinya teman q yang berada di bonang penerus merasa kesulitan dan akhirnya kami berpindah tempat sehingga aku kini memainkan alat bonang penerus, kesulitan memainkan alat musik ini yaitu cara membuat harmonis ketukan antara bonang dengan bonang penerus, sampai aku dengan teman q dewi yang memainkan bonang harus ektra latihan di sekolah, jadi seperti biasanya disaat terdapat jam pelajaran kosong aku dan dewi mulai berlatih memainkan ketukan yang berirama ji ro lu pat. pertama kali kita main yaitu mulai dari gangsaran yaitu pembukaan gamelan, pada pembukaan ini note yang kami mainkan masihlah amat sederhana, ya maklumlah karena kami ini masih seorang pemula yang belum pernah memainkan alat musik gamelan, hehehe... setelah kami fasih dengan ketukan gangsaran kini kami mulai masuk kedalam musik atau lagu yang akan dinyanyikan oleh para sinden, oh ya... selama latihan awal-awal ini kami belum pernah sekalipun latihan dengan para sinden sampai kami memulai latihan lagu pertama kami yaitu gambang suling,  aku memang tidak mengerti tentang lagu lagu jawa, yang aku mengerti dari lagu gambang suling ini hanyalah note lagunya yang begitu panjang dan harus dimainkan berulang kali... waduh...
            Latihan demi latihanpun telah berlalu, dan masalah demi masalah yang terjadipun dapat terselesaikan, seperti yah dari kami gamelan yaitu saat kami memainkan musik kami belum bisa memainkan alat musik tersebut secara haromis dan serasi sehingga masih kurang enak untuk didengar, dan yang membuatnya tidak serasi yaitu pada kesalah yang memainkan bonang, memang bonanglah alatmusik yang paling susah di mainkan di gamelan karena harus dimainkan secara bergantian dengan berbagai macam ketukan, sehingga sering terjadi cekcok mulut antara pemain gamelan dan kamilah yang memainkan bonang dan bonang penerus yang terkena imbasnya. Ya pada saat kami sudah mulai memainkan gambang suling tanpa harus melihat notenya aku sempat tidak ikut latihan 1x di hari jumat karena harus pergi ke bekasi karena suatu urusan. Selama aku pergi aku terus berlatih note note lagu lain yang akan kami mainkan sambil mempraktekan tangan ku seakan akan aku sedang bermain bonang penerus. Saat pulang dari bekasi aku dikabari dengan kabar yang tidak enak yaitu posisiku memainkan alat bonang penerus terancam di ganti karena aku yang kurang fasih memainkannya, memang dalam kelompok gamelan sebelumnya ada 2 orang yang bisa dan pandai memainkan alat musik tersebut yaitu teman sebangkuku yusuf dan ketua kelas kami hakim, di SD mereka sempat bermain gamelan dengan pelatih pak darsono juga, o ya sebelum kami latihan gamelan di masehi, pak darsono sebelumnya menyarankan kami untuk meminjamkan tempat latihan di bernadus tetapi kami tidak diijinkan dengan alasan gamelan di pakai dalam kegiatan ekstrakulikuler yang baru diadakan. Lalu pak darsono menanyakan peminjaman tempat ke kepala sekolah masehi dan ternyata diijinkan, lalu kami langsung membuat surat dan mengirimnya ke SMA/SMP Masehi tersebut. Sungguh pak darsono adalah pelatih yang baik, oh ya dia juga adalh ayah dari guru BK di SMAN 3 Pekalongan yaitu ibu Dian, guru BK kelas X. Kembali ke permasalah sebelumnya dimana aku terancam pindah alat musik lagi, aku mengira aku akan pindah ke saron tetapi ternyata justru ke Gong. Ya sudah aku pasrah saja jika itu adalah keputusan yang di buat oleh teman-teman, dan sebelum itu terjadi salah satu temanku dari gamelan menyarankan dari pada kita terus berpindah tempat gini mendingan kalian semua coba memainkan alat musik selain yang kalian pegang, dan kalian rasakan mainnya itu gampang atau tidak. Dan disitulah semua berubah, dan akhirnya mengakui bahwa alatmusik yang susah di mainkan adalah bonang karena harus selaras dan sesuai memainkannya.
Tak beberapa lama pada saat latihan pak darsono mengatakan bahwa akan ada acara wayang dalam rangka pemilihan kepala daerah pekalongan dimana pak darsono menjadi dalang sekaligus pemimpin acara tersebut, dan beliau meminta kami untuk ikut serta hadir main musik gamelan yang kami pelajari di acara tersebut, kami semuapun terpukau dan suasa bercampur aduk, para sinden yang latihannya tidak menggunakan mik mulai gusar apalagi aisah, yang setiap kali memang mik langsung serasa pingin pingsang, dan bima yang katanya mirip vokalis las cild (apalah itu namanya) yang bingung saat diberitahu pak darsono entah bingung kenapa ku juga tidak tau, lalu kami para pemain gamelan mulai gusar dan sempat menanyakan kepada pak darsono, “pak itu beneran po pak...???” lalu pak darsono menjawab “ya beneran nanti itu buat model kalian tampil di pagelaran kalian nanti, jadi saat kalian tampil kalian sudah tidak kaget lagi dengan penonton yang ada”. Sekilas dibenakku memang apa yang dikatakan pak darsono itu adalah betul, itu semua untuk melatih kami agar tidak demam panggung nantinya, dan tidak hanya itu, apa yang diakatakan pak darsono merupakan sebuah semangat baru buat kami semua baik gamelan maupun sinden dan dalang.
Keesokan harinya di sekolah kamipun memberitahu teman sekelas kami semua tentang apa yang dikatakan pak darsono, awalnya sih mereka kaget dan banyak yang bilang “masa kui...??? temenan...???” dan akhirnya itu kabar itupun mulai menyebar keseluruh kelas xii ipa maupun ips di sekolah. Mulai dari saat itu kami semua terus giat berlatih dan tidak lupa belajar di sekolah hehehe... sampai kami semua tidak hanya gamelan tetapi untuk penari dan juga semua yang ada di kelas xii ipa 1 bisa dan sanggup menampilkan pertunjukan yang sesuai dengan konsep kami.
Setelah beberapa minggu akhirnya latihan pak darsono sempat mengajak kami malam hari untuk latihan di jalan belimbing, aku tidak menyangka ternyata di balik tempat sepi itu dan rumah yang seakan tidak ada penghuninya ternyata menyimpan segudang peralatan gamelan 1 set komplit yang masih terawat sampai sekarang. Pak darsono bilang bahwa “ini adalah alat yang nantinya akan kalian pakai saat kalian tampil di padepokan nanti” saat kami kira kami hanya latihan seperti biasanya, ternyata di sana terdapat banyak orang tua yang nantinya juga akan ikut serta tampil dalam kegiatan wayang tersebut. Suasana malam itu memang hujan dan dingin tapi karena hujan itulah akhirnya kami dapat melihat bapak bapak dan sinden yang sedang latihan memainkan musik, kami melihat mereka begitu hebat dan jago dalam memainkannya, aku bahkan melihat kakek kakek yang memainkan bonang dengan ketukan yang cepat tapi seirama dengan sesama bongannya...
Melihat kelas lain sudah mempertemukan para pelatih mereka, kelasku belum pernah mempertemukan pelatih mereka, dan kami juga belum sempat memikirkan akulturasi apa yang nantinya akan kami tampilkan dan bahkan waktu yang tertinggal yaitu tinggal satu setengah bulan lagi. Dan kami juga belum pernah bermain bersama dalam arti setiap kelompok dari kelas bergabung latihan jadi satu. Lalu salah satu temanku aurora meminta bantuan orang di GOR yang bernama mas trinil, aku memang sudah mengenal mas trinil dari awal kelas xi dimana sering diadakan penilaian drama. Awalnya aku berfikir bahwa nantinya kita semua akan stres karena ada mas trinil, tetapi ternyata tidak. Awalnya kami hanya meminta bantuan mas trinil untuk membuat properti yang kami butuhkan berupa lesung dan rumah-rumahan, dan suatu hari di sore hari aurora meminta kami semua untuk datang kesekolah untuk latihan dadakan, sesampainya aku disana aku melihat ada bu nanik dan juga mas tio, aurora sebelumnya sempat memintaku untuk memanggil pak darsono ke sekolah tetapi sayangnya pak darsono tidak bisa kesekolah karena beliau harus main gamelan di hotel dafam, memang pak darsono dapat dikatakan orang yang super sibuk sama seperti mt.Y hehehe... sore kami semua satu kelas kecuali hakim karena ada halangan tidak bisa datang, membahas mengenai akulturasi yang akan kami mainkan, dan ternyara sebelumnya pelatih tari jawa kami serta moderen sudah pernah bertemu dan membahas konsep gerakan akulturasi nanti, aku tidak tahu seperti apa itu karena aku tidak masuk ke dalam tarian, yang aku tau bu nanik dan para penari meminta aku untuk memberitahu pak darsono untuk mengajari kami note lagu “ana udan salah mongso” yaitu lagu tentang kota yogyakarta... lagu tersebut memang sangat bagus karena terdapat percampuran antara lagu jawa dengan hiphop men... hehehe... ya begitulah selanjutnya kami mulai latihan seperti biasa dan para penari berserta crew kini mulai latihan bersama, oh iya crew di sini adalh orang orang yang berperan dalam adegan drama tentang cerita yang kami bawakan ini.
Di hari H kami tampil di padepokan kami para gamelan dak dik duk terus di sekolah menunggu malem tiba, yak malum karena acara wayang sudah pasti mainnya malem, tapi malem bukan berarti menjadi penghalang bagi kami untuk tetap mengikuti kegiatan tersebut, alhamdulilahnya orang tua kami semua mengijinkan kami main di padepokan. Orang tuaku sendiri seakan akan tidak percaya bahwa aku itu bisa main gamelan, tapi nanti saat hari H  pagelaran aku pasti bisa membuktikannya. Siang harinya pulang sekolah kami langsung mulai latihan sebelum malemnya di tempat padepokan sekaligus kami menesuaikan dengan alat yang nantinya akan kami pakai. Di situ terdapat kendala yaitu bunyi Gong yang tidaklah kencang meskipun si pemukulnya (yusuf) sudah memukulnya sekuat tenaga sampai tangannya pegal-pegal. Ya alat untuk memukul Gong adalah alat yang cukup berat dan besar sehingga capek jika harus di pegang terus menerus.
Malem haripun tiba, kami semuajanjian berkumpul di sekolah jam 7 malem, setelah semua berkumpul kami semua langsung berangkat menuju ke padepokan, di sana kami menunggu giliran kami main sambil menunggu wali kelas kami bu endang dan pembina pagelaran pak saiful tiba, atau mungkin teman-teman kami, tapi cukup disayangkan sesampainya kami maju kepanggung untuk tampil ternyata tidak ada seorangpun dari sekolah yang datang untuk melihat bahkan teman sekelas kami, pada saat kami main ada rasa dek dekan yang cukup besar tapi kami semua bisa menahannya, hanya 1 yang tidak bisa kami tahan adalah rasa kesemutan kaki kaki kami selama duduk memainkan gamelan, ada tiga lagu yang kami mainkan yaitu gambang suling, perahu layar, dan aja dipleroki. Alhamdullilahnya kami sukses tampil di padepokan dan mendapat banyak tepuk tangan, tak beberapa lama bu Dian guru BK kami datang ke padepokan dan minta maap kalau ibu telat datang, kami menjawab “tidak apa-apa kok bu” dan ternyata teman sekelasku fitri sms kepada kami bahwa para penari dan crew sampai malem jam 9 masih berada di tempat latihan untuk berlatih tarian akulturasi yang akan di bawakan nanti. Kami semua dari gamelan dan bima serta aisah selaku sinden sempat terkejut bahwa sampe jam 9 malem ini mereka masih latihan menari, ya kami semua cukup lega bahwa kami kira mereka semua tidak datang karena mereka tidak peduli, ternyata mereka juga masih latihan sama seperti kita.
Setelah kejadian itu kami semua 1 kelas mulai latihan... awalnya kami bingung mau latihan dimanaa tapi setelah kami rundingkan akhirnya kami memutuskan latihan di SMP dan SMA Masehi, di sana menurut kami tempat yang sangat nyaman dan penjaganyapun sangat baik hati, dia adalah sosok perempuan yang selalu membantu kami dalam menyiapkan perlengkapan latihan, baik gamelan maupun yang lainnya, dan dari sinilah... cerita suka sedih dan bahagia kami dapatkan, latihan bersama kami mulai dengan mengundang mas trinil (orang GOR), dia kami undang untuk menjadi pelatih drama serta koreografi kelas kami, memang awalnya sebagian dari kami tidak senang kalau dia yang mengajar, tetapi ternyata pendapat kami adalah sala.... kenapa tidak, dia rela meluangkan sebagian besar waktunya setiap hari untuk mengajar kami semua, baik dari gamelan, tari hip hop dan jawa, dramanya, bahkan untuk akulturasi serta cara kami keluar panggung ia ajarkan, hehehe... kami cukup beruntung bisa mendapatkan pelatih sebaik dia.
Akhirnya waktu pagelaran tinggal 1 minggu dan saat itu yang sempat kami pikirkan adalah latihan latihan dan latihan entah itu cuaca hujan ke, panas ke, bahkan banjir ke, kita semua tetap akan pergi untuk latihan dan membuat properti, pagi dari jam 09.00 – 12.00  kami membuat properti di GOR, lalu dari jam 12.00 – 14.00 kami istirahat serta makan, dan jam 14.00 kami semua sudah harus berada di Masehi untuk latihan, kami sempat tidak latihan sekali karena pada saat itu banyak teman sekelas ku yang terkena sakit... entah sakit karena cuaca atau karena penyakit M (MALAS) hehehe... H-4 adalah hari tak kan pernah terlupakan...!!! oleh kami semua, kenapa tidak, hari itu pada saat di tengah tengah latihan, hujanpun turun... kami semua bingung karena mas trinil tidak menghentikan latihan dan memutuskan untuk terus latihan... itu ia lakukan karena kami semua sebelumnya telah sepakat bahwa dalam kondisi apapun kami akan tetap latihan... dan ternyata mas trini terus memegang apa yang ia katakan... wah wah wah... memang harus hati-hati berbicara dengan mas trinil ini... ckckck... akhirnya tanpa berhenti kami teruskan latihan di tengah derasnya hujan yang turun... air yang segar membasahi pakaian yang para penari kenakan, tak mau kalah kami para pemain gamelanpun memutuskan membuat koreobaru dimana pada saat kami menyanyikan lagu “indonesia tanah air ku”kami semua maju kedepan dan hujan hujanan, sambil mengajak para penari yang telah kembali ke belakang panggung, dan akhirnya terciptalah sebuah akhiran yang sangat bagus itu... wow... oh iya ada satu hal yang mengganjal setiap kami latihan, entah karena akulturasi kami menggunakan musik “ana udan salah mongso” yang menyebabkan setiap kali kami latihan akulturasi selalu saja ada gerimis atau hujan turun...
Musim latihanpun selesai dan hair ini adlah H-1 pagelaran dimana kami semua akan melaksanakan gladibersik. Kami memutuskan untuk latihan jam 2 di tempat latihan masing masing yaitu untuk gamelan di Masehi dan untuk penari dan crew di GOR untuk latihan penyempurnaan, baru saat jam 2 siang kami semua pergi ke GOR untuk memindahkan barang ke sekolah. Saat gladibersik kami sempat bingung karena masalah panggung yang cukup kecil, tapi itu bukan menjadi masalah besar untuk kami, masalah besar kami yaitu hanyalah mental untuk tampil sempurna di panggung nanti. Dan malam gladibersik kami yang laki-laki tetap tinggal di sekolah untuk membangun gubuk yang sudah kami persiapkan, kami membangun gubuk sampai larut malam sehingga mungkin sebagian dari kami yang laki-laki bisa sajja tidak vit saat penampilan besok.
Akhirnya hari H pun tiba, hari yang sangat mendebarkan karena harinya bersamaan dengan pembagian rapot, pagi pagi sekali aku pergi ke toko roti untuk membeli roti untuk para tamu dan pelatih yang kelas kami undang, pukul 7 pagi aku ke sekolah dan melihat para perempuan di kelasku sudah mulai di rias oleh bu nanik dan juga teman temannya. Riasan yang sederhana tapi indah di lihat dimana saat kami merias kami saling tertawa hahaha apa lagi saat melihat temanku Eka dimana ia saat itu mirip sekali dengan rano karno hanya saja yang dikelasku ini versi perempuan wkwkwk :v aku pikir laki-laki di kelasku pada kecapean karena bangun gubuk semaleman ternyata mereka malah kelihatan sehat bugar dan siap tampil... setelah aku di rias dan memakai baju pemain gamelan, orang tuaku dan buleku dari bekasi yang ku undang akhirnya datang wew... awalnya aku malu untuk pergi menjemput mereka di depan tapi pada akhirnya aku menjemput mereka dan mengantar ibuku ke kelas tempat pembagian rapot... cukup di sayangkan karena kali ini di semester 5 adalah pertama kalinya aku tidak masuk 10 besar di kelas... aku akui itu mungkin karena aku yang jarang belajar karena sibuk latihan dan karena aku banyak bermain juga... tapi aku tidak terlalu menyesal karena saat aku tanya wali kelasku ternyata aku mendapatkan ranking 11 di kelas dan nilaiku rata-rata naik semua mesi ada yang nurun sedikit... hehehe... akhirnya setelah penampilan kelas XII IPS 1 kini giliran kelasku yang tampil kelas XII IPA 1, aku marah ke panitia sebelum tampil karena pada saat itu TIDAK ADA PANITIA YANG MEMBANTU KAMI UNTUK MENGANGKAT GAMELAN YANG BERAT KE ATAS PANGGUNG...! aku cukup marah besar tetapi aku tidak tunjukan itu di depan umum hanya dalam hati saja karena takut akan memperburuk kondisi... akhirnya aku panggil ketua panitia yang kebetulan teman dekatku juga si Agustinus rangga dan memintanya untuk memanggil seluruh panitia untuk ikut membantu mengakat gamelan ke atas panggung, di sana aku menata gamelan sesuai dengan apa yang aku tau saat latihan dan memposisikan semua alat gamelan dengan cermat agar semuanya terlihat oleh para penonton... di sana aku sempat kewalahan karena mengangkat peralatan gamelan, untungnya pelatih gamelan kami, pak darsono datang sebelum kami tampil dan membantuk kami untuk memposisikan peralatan gamelan. Keringatku menetes netes dan ku pikir itu membuat make-upku luntut, tapi aku tidak mempedulikannya karena kami akan tampil... saat kami mulai ada masalah dengan sound karena DVD yang aku berikan ke bagian sound system ternyata tidak dapat dibaca... aku ketar ketir dalam hati dan setelah aku berdoa akhiryna DVD tersebut dapat di baca dan akhirnya pertunjukan kamipun di mulai...
Let’s the world know about our performance...
The Dubs Steps of Java Cressendo
Akhirnya penampilan kami sukses  untuk ditampilkan, aku melhat di sela-sela penampilan kami kalau penonton yang melihat kami adalah penonton dengan jumlah terbanyak...! wow... aku senang dengan hal itu karena akhirnya kini dapat memperlihatkan apa yang kami bisa...!
Tidak perlu kepintaran untuk menunjukan siapa dirimu, tapi hanya dengan menunjukan apa yang kamu bisa itu sudah cukup untuk membuktikan siapa dirimu...
Setelah pertunjukan kelas kami selesai kamipun berfoto bersama 1 kelas untuk mengabadikan hari yang tak pernah terlupakan oleh kami semua... hari yang mensatukan kami, puncak dari kejayaan kelas XII kami, dan hari dimana kami menunjukan kepada dunia kalau kami itu BISA...!!!
Loading...

Ayo Gabung di Sini !!

Arsip Blog