Kamis, 17 April 2014

Hidup Cuman Sekali di Gawe Penak Ae lan Ojo di Gawe Angel....” Ayo mainkan Pagelaranmu ?



NAMA : BIMANTARA YOGA P
KELAS: XII IPA 1
NO : 6




Hmmmmmmm....... Pagelaran....sebuah kata yang tidak lagiasing di telinga...
Mendengar kata pagelaran pasti semua orang bisa membayangkan dan memikirkan di dalam benak diri masing-masing. Kebanyakan orang pasti memikirkan hanya sebuah pementasan karya seni, suatu pertunjukkan semata, namun bagi kami pagelaran ini merupakan harga diri kami dan ajang untuk mengekspresikan membuktikan bahwa kami dapat,mampu melakukan sebuah pertunjukan,pementasan yang menghibur dan bermakna....


THE       BEGINING

 
 

Kami kelas XII mendapat tugas untuk melakukan sebuah pagelaran yang bertemakan “AKULTURASI BUDAYA MANCA DENGAN BUDAYA ASLI” .
Perdebatan pun mulai terjadi untuk menentukan apa yaang akan ditampilkan oleh kami. Ada yang mengusulkan budaya ini d kombiasi sama inilah itulah ini itu ini itu ndadekke sirah mumet. Setelah melewati perdebatan yang sengit, mengharukan, dan menegangkan akhirnya lahir satu gagasan(ide) tentang akulturasi antara tari jawa (INDONESIA) dan tari hip hop(AMERIKA). Ide itu di pentaskan melalui drama musikal.
Berikutnya kami mencoba membuat bagan rencana kegiatan untuk mempersiapkan pagelaran, dari pemilihan pelatih untuk tari hip hop, pemilihan pelatih tari jawa dan berapa kali latihan bersama di adakan dalam satu minggu, membagi peran anak-anak untuk di posisikan menjadi apa...
Dari hasil rembugkan itu diperoleh :
1.     Pelatih Hip hop     : Mas Tyo
2.     Pelatih Tari Jawa  : Bu nanik
3.     Latihan bersama di adakan 2 kali seminggu hari sabtu dan minggu
4.     Pelatih Koreografi : Mas Trinil


 

THE LATIHAN
 

 

Pada bab ini sangat banyak sekali percekcok kan,beda pemahaman satu sama lai,diskoordinasi antar teman dan liya liyane wes ah ....
Untung lah di saat yang kritis,gaswat  itu kami di pandu oleh mas trinil salah satu anggota dewan kesenian pekalongan. Ia membantu baik secara fisik maupun non fisik.
Secara fisik mas trinil membantu membuat koreografi drama,mengajari bagaimana BERDRAMASISASI di depan penonton dan membantu kami membuat properti untuk tampil dalam pagelaran.
Secara Non fisik mas trinil mengajari bagaimana caranya agar terus kompak dalam latihan lan sakkabehane. Ia juga memotivasi kami di saat kami malas untuk latihan pagelaran.
Pernah pada suatu hari kami malas untuk latihan, pokokke pingin libur lah pas kui...mas trinil lalu mengumpukan kami,kemudian kami disuruh duduk membentuk lingkaran lalu ia berkata kepada kami..
Mas Trinil: “ Coba renungkan dalam hati......, Ini latihan untuk kalian sendiri ben pas tampil kuwi apik, Nek elek kuwi sopo sing isin. Tentune bukan saya. Ini pagelaran kalian,kalianlah yang harus bertanggung jawab baik dan buruk nya penampilan kalian....,,Wes saiki renungke “
Kami pun tersadar bahwa berharganya latihan ini agar sukses pada saat tampil....
Susah,senang,lapar dan haus kami alami bersama pada saat latihan dan hebat nya......
 HUJAN DERAS PUN KAMI MASIH TETAP LATIHAN .....




 


THE SHOWTIME


Hari yang di tunggu tunggu dan di nanti- nanti pun tiba kami berangkat ke sekolah jam 5 pagi . Mengapa jam 5 pagi....???? di karenakan kami akan di rias untuk tampil pagelaran,briefing dengan orang yang mengatur sound system tapi wong tukang sound systemme rak paham-paham. Sebelum tampil kami melihat penampilan pagelaran dari kelas XII lainya..
Owh ya kami mendapat nomor urut 5 jadi sekitar jam 10 an kami akan tampil. Penampilan dari kelas lainya bagus bagus, akhirnya saatnya pun tiba yaitu penampilan dari kami, rasa gugup pun mulai melanda, keringat panas dingin pun mulai mengucur deras sederas aliran sungai kali loji....XD
Sebelum tampil di panggung kami berdoa bersama dipimpin oleh mas trinil agar di beri kelancaran dalam penampilan. And this is the showtime diawali dengan gamelan dan lagu gambang suling yang dinyanyikan saya dan Aisah. Kemudian dilanjutkan dengan prolog tentang kehidupan orang desa yang damai dan tenteram. Kemudian munculah Fajril dan Afif membawa cangkul dan tariannya.

 
Tak lama kemudian munculah tari hiphop yang menginterupsi warga desa, padahal adegan ini sangat bagus namun sedikit menjadi “KURANG” karena diskoordinasi antara penari dan wong tukang sound sistem. Padahal kami sudah mengatakan kepada wong tukang sound system untuk memulai music hiphop setelah salah satu dari penari hip hop Novan(orang yang membawa tape) menekan tombol “on” di tape nya. TAPIII wong tukang sound system nya memulai lagu hip hop sebelum Novan menekan tombol “on”. Untung saja para penari hip hop bersikap profesional dan langsung menyesuaikan dengan irama lagu hip hop...
Karena khawatir kesalahan yang dilakukan oleh wong tukang sound system saya pun khawatir akan terjadi hal yang serupa akhirnya saya harus turun tangan wira-wiri dari panggung dan tempat wong sound system. Terhitung 6 kali saya mondar-mandir.... -_-
Setelah tarian Hiphop berakhir terjadi drama cekcok kecil antara hip hop dan warga desa kemudian disambung dengan gamelan dan lagu “ Ojo di Plerok’i” yang dinyanyikan oleh saya dan Aisah sebagai dalang dan sinden.
Gamelan berakhir penari jawa beraksi di depan penonton dengan lemah gemulai. Kemudian drama kecil yang menggambarkan penari hip hop dan jawa setuju membuat kolaborasi dan mereka mengajarkan tarian mereka masing2.
THE
CLIMAX




 



Klimaks dari penampilan pagelaran kami yaitu ketika akulturasi antara penari hip hop dan penari jawa terjadi, diawali dengan penari jawa lalu disusul penari hphop dan akhirnya akulturasi dua tarian tsb.
Penutup penampilan kami adalah ketika bendera merah putih berkibar di lapangan basket walaupun gak sesempurna anggota paskibra namun yang penting makna nya.... ^_^
Loading...

Ayo Gabung di Sini !!

Arsip Blog