Kamis, 17 April 2014

Bersemangat, Tertawa, Menangis, Bahagia... Bersama Pagelaran Seni XII IPA 1


Nama                   :Dewi Shofairoh
Kelas/No              :XII IPA 1/ 07

Bersemangat, Tertawa, Menangis, Bahagia...
Bersama Pagelaran Seni  XII IPA 1

            Pertama-tama mulai dari persiapan memilih tema pagelaran, kita satu kelas bermusyawaroh bersama dan akhirnya sepakat dengan kolaborasi antara tarian jawa dengan america hip-hop. Setelah itu kita membagi tugas antara lain : penari jawa, penari hip-hop, pemusik(gamelan), dan crew. Crew disini yaitu yang menyusun naskah, menceritakan kehidupan pedesaan dan menari pada saat kolaborasi.
            Aku sendiri sebagai pemusik, yakni gamelan.
            Selain ada perjanjian antara satu kelas, grup dari gamelan pun mempunyai sanksi jika terlambat. Yakni mengelilingi lapangan yang ada di SMA Masehi. Sanksi tersebut sesuai dengan keterlambatan yang dilakukan, yakni sesuai dengan batas waktu yang telah disepakati.
            Hari pertama latihan, kita (grup of gamelan) sepulang sekolah berangkat dari SMA 3 Pekalongan menuju ke SMA Masehi untuk latihan gamelan. Setelah sampai, kita perkenalan terlebih dahulu dengan alat musik tersebut yang dipandu dan dilatih oleh pelatih kita yaitu Bapak Darsono.
            Aku dapet bagian memainkan alat musik Bonang Barung. Sebelume aku dapet’e yang Bonang Penerus, tapi akhirnya aku pindah memainkan punya’nya farid, yakni Bonang Barung.
            Awalnya, aku berfikir kalau memainkan alat musik tersebut sangatlah mudah, tapi ternyata susahnya bukan main, karena harus bisa koordinasi secara tepat. Setelah beberapa kali latihan, aku belum bisa mengkoordinasi alat tersebut, sampai harus latihan memakai kayu yang dipukulkan ke meja bersama farid. Kebetulan farid itu yang dapet bonang penerus, jadi kita latihane selalu harus bareng, soale saling memengaruhi. Farid yang memainkan bonang penerus yaitu dengan menyela ketika aku main Bonang Barung.
            Aku sangat frustasi saat itu, karena aku gak bisa-bisa sampe beberapa kali latihan, kira-kira sebulan. Aku gak tau harus minta ganti alat sama siapa, soale temen-temenku gak ada yang mau memainkan alat ku itu. Temen-temenku udah pada nyaman dengan alat yang mereka pegang. Dan mereka gak mau pindah alat. Soale alat yang aku pegang dan farid pegang itu kebetulan lumayan susah. Dan akupun gak tau apa yang harus aku lakukan. Aku benar-benar gak bisa. Dan ternyata Bonang Barung itu adalah sebagai kunci dari gamelan. Aku pun tambah shock, sebagai kuncinya tapi kok malah belum bisa koordinasi dengan alat tersebut. Dan suatu ketika Pak Darsono mengucapkan kata-kata untukku, karena aku sering bilang “pak,, susah...aku belum bisa terus”. “mbak.. mainlah dengan menggunakan perasaan, satukanlah perasaan anda dalam bermain musik, kamu hanya belum bisa merasakan itu.” Kata Pak Darsono. Dan suatu saat ketika aku latihan gamelan lagi, Akhirnya aku pun mencoba untuk memainkan alat tersebut dengan perasaan , dan akhirnya Alhamdulillah aku bisa. Akhirnya aku bisa...!! aku seneng banget, nanti tinggal ngapalin not nya doang. Aku pun bisa mengikuti lagu tersebut namun masih melihat notnya. Nanti tinggal ngapalin not itu. Dan itupun bukan sekedar ngapalin tok, lagi-lagi dengan perasaan. Karena pemusik itu mengiringi lagunya. Harus bisa merasakan/menikmati lagu tersebut sesuai dengan iramanya.
            Akupun tidak pesimis dan frustasi lagi, aku malah bersemangat untuk latihan. Gak nyangka, ternyata dengan perasaan itu mucullah koordinasi yang benar. Setelah bisa bermain alat musik itu aku pun seneng banget, gak nyangka juga, ternyata gak susah seperti yang aku bayangin sebelumnya. Dan dengan bersemangatlah sesuatu itu dapat terjadi.
Gamelan dapet latihan 2 kali dalam seminggu. Dan wajib di hari minggu untuk latihan bersama satu kelas disekolahan.Sebagai pantauan anak satu kelas sesuai dengan tugas/bagian-bagiannya. Jadi latihannya total 3 kali dalam seminggu.
            Selama latihan akupun merasa capek dan sering dimarahi ortu soale pulang sore terus. Apalagi ketika menjelang hari H nya, latihan setiap hari dari pagi sampe sore. Oh ya, ketika menjelang hari H, kita pun satu kelas menyiapkan properti yang akan ditampilkan dipagelaran, membuat lesung, mengecat gabus, dll. Aku pun seneng banget, bisa kumpul bareng teman dan tertawa bersama, bersemangat bersama...JJ
            Disela-sela pada saatkita membuat properti, ada masukan dari pelatih kita yaitu Pak Trinil, kita semua dibuat menangis (khususnya yang cewek). Kita diberi motivasi agar kita tak bermalas-malas, yang paling membuat aku menangis adalah saat Pak Trinil mengucapkan “apa kalian gak memikirkan orang tua yang sudah memberi uang untuk pagelaran ini, apa kalian nggak malu ketika orang tuamu tahu ternyata anaknya nggak sungguh-sungguh, malah bermalas-malasan!! apa kalian gak malu ketika tampil didepan orang tua nggak memuaskan!! Cobalah untuk merenungkan hal ini dan pikirkan dengan matang, keberhasilan ada di tangan kalian sendiri” aku pun nangis tersedu-sedu... aku sangat sedih, aku membayangkan orang tuaku sejenak, mereka yang telah mengeluarkan uang dan aku takut mengecewakan mereka. Akupun menangis lagi... hiks
            Menjelang hari H tersebut, kita semua latihan di SMA Masehi sambil hujan-hujanan demi kelancaran pagelaran. Setelah selesai latihannya, kita semua menyempatkan untuk berfoto bersama satu kelas lengkap dengan properti di bawah guyuran hujan. Pokoknya seneng banget, kebersamaan kita semua sangatlah berarti.
            Oke, selanjutnya aku akan bercerita pada waktu gladi bersih, tepatnya di sore hari. Pada saat gladi bersih pun kita semua membawa properti kita yang sebelume di buat di gor jetayu akhirnya di bawa ke smaga, bagian kita untuk tampil di gladi bersih pun telah tiba. Kita pun bersiap-siap untuk tampil di gladi bersih itu. Dan lagi-lagi kita berhujan-hujanan lagi. Hmmm senengnyaaaa..
            Disini aku bermain-main dengan perasaan dan itu pun terasa sakit bagi grup gamelan kita. Karena yang gamelan belum nyoba sama sekali, karena alat-alat gamelan masih dikuasai oleh kelas sebelahLL, hingga maghribkita semua baru nyoba. Alat-alat itu terdengar sangat asing di telinga kita. alat tersebut merupakan alat dari dinas pariwisata, berbeda dengan kelas kami yang menggunakan gamelan dari SMA Masehi. Kita semua kaget, bunyinya berbeda jauh, suaranya kecil banget, nggak keras kyak yang ada di Masehi. Dan kita pun agak kecewa. Namun harus bagaimana lagi. Itulah yang harus dihadapi kita.
            Kita pun baru mencoba alat tersebut selepas maghrib. Akhirnya kita mencoba memainkan 3 lagu yang akan dimainkan oleh kelas kami. Yakni : Gambang Suling, Ojo di Pleroki dan Prahu Layar. Setelah itu, kami pun pulang untuk beristirahat (tidur) dirumah.
            Setelah itu, khusus yang cewek pagi-paginya berangkat jam 5 untuk persiapan make up. Setelah semua anggota dimake up, aku pun deg-degan menunggu giliran kelasku. Kelasku dapet nomor urut 5. Beneran dah,,, ni jantung berdetak keceng banget, aku takut terjadi demam panggung. Setelah giliran kelasku tampil, aku sama sekali gak canggung, gak deg-degan, dan merasa biasa-biasa aja. Aku pun bisa memainkan alat musik itu dengan baik. Aku gak nyangka, ibuku dan kakakku berada lurus didepanku... aku seneng banget..JJ
            Moment yang sangat menyentuh banget itu saat nyanyi’in lagu gebyar-gebyar. Sekejap aku berpikir mengenai rasa nasionalisme kita dengan mengibarkan bendera dan formasi pembentukan bendera dari bendera merah terus gabung sama bendera putih. Dan yang gamelan turun dengan formasi tertentu serta sebagai paduan suara dalam menyanyikan lagu gebyar-gebyar.
            Setelah formasi bendera tersebut menyatu menjadi merah putih, SiDalang (Bimantara) pun memberi aba-aba untuk berhormat kepada sang merah putih. Dan para penonton pun ada yang tersentuh hatinya sehingga mereka langsung refleks berdiri dan berhormat kepada sang merah putih. Kami pun yang melihat itu jadi tersentuh, dan seneng, serta bahagianya nggak karuan... :-D dalam hati pun berkata “Terima kasih banyak... telah mendukung kami”
            Akhirnya pagelaran kelas kami pun selesai... kami semua seneng banget...  kita semua bahagia... dengan adanya pagelaran ini, kekerabatan kita pun menjadi dekat, dan akhirnya kita bisa mengetahui karakter teman kita...
Dan dengan adanya pagelaran ini, maka dapat diambil hikmah yaitu semua jenis pekerjaan (berat) atau apapun itu, jika dilakukan dengan bersama-sama maka akan terasa ringan, dan sebaliknya jika pekerjaan itu dilakukan secara individual maka akan terasa sangat susah. Dan dengan adanya pagelaran ini kita semua menjadi fresh, serta kekerabatan kita semakin erat J
Sekian,,
Terima Kasih.....

Pekalongan, 25 Januari 2014
Ditulis Oleh

Dewi Shofairoh
Loading...

Ayo Gabung di Sini !!

Arsip Blog