Kamis, 23 September 2010

PERKEMBANGAN SEJARAH BATIK



Batik merupakan bentuk teknik seni kuno yang telah dikenal oleh masyarakat di mesir sejak abad ke-4SM, dengan ditemukannya kain pembungkus mumi yang dilapisi malam (lilin batik) untuk membentuk pola. Teknik serupa juga dikenal di tiongkok semasa dinasti Tang (618-907) serta di India dan Jepang semasa periode Nara (645-794). Teknik serupa batik juga dikenal oleh beberapa suku di Afrika, Nigeria, dan Sinegal.

Di Indonesia sendiri batik sudah ada sejak jaman Majapahit dan menjadi sangat populer pada akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan pada saat itu merupakan karya batik tulis sampai awal abad XX dan kemudian batik cap baru dikenal setelah perang dunia ke-1 atau sekitar 1920an. Namun teknik batik yang kemudian sempat berkembang pesat di pulau jawa berasal dari India, seiring masuknya penggaruh agama hindu di pulau jawa, sekitar awal abad pertama masehi dan dikenal mulai abad XVII. Meskipun tidak banyak catatan yang dapat menjelaskan perkembangan batik pada saat itu namun istilah atau julukan nama “BATIK” berasal dari   bahasa jawa yang artinnya: Bahan dan Titik. Bahan yang di artikan sebagai media atau kain, sedang Titik merupakan asalmula terjadinnya motif ( titik-titik yang digabung jadi garis dan digabung jadi gambar/ motif).

Dalam catatan sejarah perkembangan batik di Nusantara banyak dikaitkan dengan per- kembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Namun dalam pengembangan seni batik banyak dilakukan pada jaman kerajaan Mataram, kemudian pada masa ke- rajaan Solo dan Jogja. Yang pada saat itu batik hanya dikembangkan dilingkungan keraton saja. Namun oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar keraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar keraton dan dikerjakan di lingkungan masing-masing.

Pengaruh budaya china oleh masyarakat kita sudah dirasakan sejak abad ke-13 dan semakin berkembang hingga orang-orang China mulai membuat batik pada awal abad ke-19. Pengaruh budaya China pada zaman itu mempengaruhi corak dan ragam batik yang melahirkan perpaduan karya seni batik oriental dan nusantara yang sangat indah.
Pengaruh budaya China ini terus berkembang terutama di bandar-bandar penting di pulau jawa, seperti Indramayu, Cirebon, Pekalongan, Lasem,Tuban dan berbaur dengan penduduk asli. Batik China adalah jenis batik yang dibuat oleh orang-orang China atau peranakan yang pada mulanya menampilkan pola-pola dengan ragam hias satwa atau mitos China, seperti naga, siang, burung phoenix, kura-kura, kilin (anjing berkepala singa), serta dewa dan dewi konghucu. Pada 1910an berkembanglah batik China yang mengandung ragam hias buketan atau bunga-bunga karena sudah dipengaruhi pola batik belanda yang pada saat itu sangat laku.

Kemudian pada jaman penjajahan Belanda batik dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan ragam hias dan komposisi pewarnaannya (Batik Keraton dan Batik Pesisir):


BATIK KERATON (Batik Vorstenlanden)
·         Berkembang di daerah keraton Jogja, Solo, Wonogiri, Karanganyar, Surakarta dan Banyumas.
·         Dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu Jawa
·         Memiliki motif dengan bentuk geometris
·         Ragam hiasnya bersifat simbolik
·         Komposisi warna yang digunakan terdiri dari sogan (coklat), indigo (biru), hitam dan putih.

BATIK PESISIR
·         Berkembang di daerah selain keraton: Indramayu, Cirebon, Pekalongan, Jakarta, Lasem, Sidoarjo, Gresik, Madura
·         Dipengaruhi oleh kebudayaan Islam dan China
·         Memiliki motif non geometris
·         Ragam hiasnya bersifat natural
·         Komposisi warna yang digunakan beragam
Loading...

Ayo Gabung di Sini !!

Arsip Blog