Jumat, 11 Juli 2014

ESTETIKA ISLAM



 Seyyed Hossein an Nasr ( dalam Maharani  2013 :1) , dalam dunia Muslim nilai estetika memiliki keterkaitan langsung dengan prinsip tauhid. Prinsip ini merupakan penjabaran langsung dari dunia metafisika dengan berbagai tingkat pengertiannya. Makna tertinggi nilai estetik adalah kontemplasi total terhadap realitas tertinggi ilahiah sebagai substansi terakhir, atau yang disebutnya sebagai wujud murni.
Hossein Nassr menilai terdapat konsekuensi yang erat antara nilai-nilai estetika dan dunia metafisika, terutama kaitannya dengan pengagungan Tuhan yang Maha  Tunggal. Dalam dunia muslim, nilai-nilai estetika memiliki keterkaitan langsung dengan prinsip-prinsip tauhid, dan ditempa sebagai doktrin yang mutlak.  Prinsip ini merupakan penjabaran langsung dari dunia metafisika dengan berbagai tingkat pengertiannya. Pertama adalah penekanan pada karakter kesementaraan berupa nilai-nilai yang bersifat duniawi, serta  tidak akan abadi. Yang kedua adalah nilai-nilai yang mengacu pada Realitas Tertinggi yang memutlakkan Allah di luar jangkauan dan pemikiran awan tentang Tuhan.
Lebih lanjut dikatakan, dalam kebudayaan Islam nilai-nilai estetik yang menyertai karya seni selalu menekankan aspek kesementaraan, dunia material, atau budaya benda ditempatkan dalam kefanaan dan kehampaan. Nilai-nilai estetik Islami selalu merefleksikan transparansi dengan cahaya Tuhan. Jika karya-karya seni secara wujud diamati, maka keindahan merupakan keindahan yang disimbolkan oleh arabesque (ragam hias tetumbuhan) yang memungkinkan kehampaan itu memasuki inti materi yang sejati. (Sachari, 2002, 22-23).
Loading...

Ayo Gabung di Sini !!

Arsip Blog